Ribuan Tablet Siap Masuk Kelas SMP Bontang
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang bersiap menggelontorkan 3.000 tablet pintar untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai November 2025.
Langkah ini jadi bagian dari strategi besar Bontang untuk memperkuat pembelajaran digital di sekolah, bukan sekadar ikut tren gadget.
Fokus untuk Siswa Kelas VIII dan IX
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa tablet ini akan difokuskan untuk mendukung proses belajar siswa kelas VIII dan IX.
Namun, perangkat ini bukan hadiah yang bisa dibawa pulang, melainkan fasilitas belajar yang akan dikelola sepenuhnya oleh sekolah.
Dengan begitu, tablet diposisikan sebagai alat belajar bersama di lingkungan sekolah, bukan barang pribadi siswa.
Spesifikasi Tablet: Bukan Gadget Biasa
Pengadaan tablet ini menghabiskan anggaran sekitar Rp29 miliar.
Tablet yang dibeli juga bukan spesifikasi seadanya, melainkan sudah dibekali:
Teknologi jaringan 5G
RAM 6 GB untuk menunjang multitasking saat belajar
Penyimpanan 128 GB untuk menampung beragam aplikasi dan materi pembelajaran
Kombinasi ini membuat tablet cukup mumpuni untuk mendukung pembelajaran digital jangka panjang.
Kenapa Tablet Tidak Boleh Dibawa Pulang?
Satu keputusan yang cukup tegas adalah tablet harus tetap berada di sekolah.
Abdu Safa menegaskan, aturan ini dibuat agar penggunaan tablet tetap fokus untuk belajar, bukan bergeser ke hiburan semata.
Kekhawatiran utama: tablet malah dipakai untuk main game atau aktivitas lain di luar konteks belajar.
Solusinya: perangkat disimpan di sekolah dan hanya digunakan saat jam pelajaran.
Dengan kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa investasi miliaran rupiah benar-benar kembali dalam bentuk peningkatan kualitas belajar, bukan sekadar menambah waktu layar siswa.
Belajar Digital, Tetap dalam Kendali
Program 3.000 tablet ini menunjukkan bahwa Bontang serius melangkah ke arah pembelajaran digital yang terkendali.
Tablet disiapkan sebagai alat bantu belajar modern, tapi penggunaannya tetap diatur ketat agar:
Mendukung kegiatan belajar mengajar
Mengurangi risiko penyalahgunaan untuk hal di luar kebutuhan sekolah
Membiasakan siswa memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
Jika kebijakan ini berjalan sesuai rencana, kelas-kelas SMP di Bontang bukan cuma makin melek digital, tapi juga bisa jadi contoh bagaimana teknologi dan disiplin dipadukan dalam satu paket pembelajaran yang sehat.






