KuybeliKuybeli

Smartphone Murah Kehilangan Fitur Unggulan: Notch Jadul dan RAM Menciut

Smartphone Murah Kehilangan Fitur Unggulan: Notch Jadul dan RAM Menciut
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel|Kompilasi Ponsel|Menguasai Ponsel Anda

Apa yang Terjadi pada Smartphone Murah 2026?

Smartphone murah 2026 adalah ponsel di segmen harga terjangkau yang kini terdampak krisis chip memori global, sehingga produsen menurunkan spesifikasi dan mengembalikan desain serta fitur yang lebih sederhana demi menekan biaya produksi. Selama beberapa tahun terakhir, spesifikasi budget phone berkembang pesat: RAM 8GB, penyimpanan 256GB, dan layar punch-hole menjadi hal wajar di kelas entry-level. Namun, “tren komponen-komponen smartphone yang setiap tahunnya makin murah sudah berakhir,” kata Carl Pei, CEO Nothing. Lonjakan harga chip memori membuat strategi itu berbalik arah. Produsen di segmen bawah dan menengah kini harus memilih antara menaikkan harga atau memangkas fitur. Dampaknya, konsumen yang mengincar smartphone murah 2026 akan berhadapan dengan perangkat yang speknya tidak selalu meningkat dibanding generasi sebelumnya.

Lonjakan Harga Chip Memori dan Ledakan AI

Kenaikan harga chip memori menjadi akar perubahan spesifikasi budget phone. Ledakan AI membuat permintaan memori untuk data center meningkat tajam, sehingga produsen chip memprioritaskan DRAM dan HBM untuk pasar itu ketimbang untuk perangkat konsumen. TrendForce melaporkan harga kontrak DRAM global naik lebih dari 40 persen selama dua kuartal berturut-turut, dari kuartal keempat 2025 hingga kuartal pertama 2026. Sementara laporan lain menyebut berbagai jenis memori seperti DRAM, NAND, dan HBM melonjak sampai 80–90 persen secara kuartalan pada awal 2026. Menurut Carl Pei, produsen smartphone kini terpaksa menaikkan harga jual hingga sekitar 30 persen atau menurunkan spesifikasi. Pasar memperkirakan konsumen akan membayar sekitar 10 persen lebih mahal untuk smartphone sepanjang 2026, sehingga pabrikan mencari cara mempertahankan harga katalog dengan memangkas komponen paling mahal: memori.

Notch Jadul Kembali, Punch-hole Mundur

Desain layar juga terkena imbas krisis memori. Laporan yang mengutip bocoran industri menyebut beberapa produsen sedang menyiapkan smartphone murah di bawah 1.000 yuan dengan spesifikasi yang tidak lagi agresif. Salah satu perubahan paling nyata adalah notch jadul kembali hadir: layar LCD Full HD akan dipadukan dengan desain waterdrop notch alih-alih punch-hole. Secara teknis, waterdrop notch lebih murah diproduksi dan modul kameranya cenderung lebih sederhana, cocok untuk menekan biaya keseluruhan. Bagi konsumen, ini berarti pengalaman visual sedikit mundur, dengan area tampilan yang lebih terpotong dan kesan desain yang kurang modern. Di sisi lain, produsen dapat menjaga harga tetap kompetitif tanpa harus mengorbankan elemen penting lain seperti kualitas panel atau baterai. Konsumen smartphone murah 2026 harus siap melihat lebih banyak model dengan poni tetesan air yang dulu sempat ditinggalkan.

RAM Lebih Kecil: Fitur Besar Kembali Jadi Premium

Jika beberapa tahun terakhir RAM 8GB dan penyimpanan 256GB menjadi standar baru di kelas terjangkau, tren itu kini melambat. Laporan industri menyebut smartphone murah generasi baru berpotensi turun ke konfigurasi dasar RAM 6GB dan penyimpanan 128GB. Bahkan, ada prediksi bahwa RAM 4GB akan kembali banyak digunakan di segmen bawah, sementara RAM 16GB menjadi lebih jarang ditemui bahkan di flagship. Kenaikan harga chip memori membuat setiap gigabyte menjadi biaya signifikan. Produsen kemudian memosisikan RAM besar kembali sebagai fitur premium, bukan lagi bonus di kelas entry-level. Bagi pengguna yang hobi gaming atau multitasking berat, ini bisa berarti performa yang lebih cepat mentok dan keterbatasan saat membuka banyak aplikasi sekaligus. Smartphone murah 2026 pun akan terasa “cukup” untuk kebutuhan dasar, namun tidak lagi semanja generasi sebelumnya dalam hal kapasitas memori.

Pilihan Sulit Konsumen: Harga Terjangkau atau Spek Modern?

Dengan spesifikasi budget phone yang cenderung turun, konsumen menghadapi dilema baru. Pendiri Xiaomi, Lei Jun, mengingatkan bahwa kenaikan harga memori berlangsung agresif dan bisa berlanjut hingga dua tahun ke depan. Jika harga chip memori tidak segera stabil, ada dua pilihan utama: membayar lebih mahal untuk mendapatkan RAM dan penyimpanan seperti dulu, atau menerima RAM lebih kecil dan fitur jadul demi menjaga anggaran. Menurut proyeksi, konsumen smartphone berpeluang membayar sekitar 10 persen lebih mahal sepanjang 2026, sehingga menunggu terlalu lama bisa berarti membeli di harga yang sudah naik. Untuk pengguna kasual, kompromi pada notch jadul dan RAM 6GB mungkin masih bisa diterima. Namun bagi mereka yang menginginkan kombinasi desain modern dan performa lega di smartphone murah 2026, perburuan perangkat ideal akan menjadi jauh lebih menantang.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!