KuybeliKuybeli

Smartphone Murah Kehilangan Fitur: Notch Jadul dan RAM Menciut

Smartphone Murah Kehilangan Fitur: Notch Jadul dan RAM Menciut
Minat|Memilih dan Membeli Ponsel|Kompilasi Ponsel|Menguasai Ponsel Anda

Lonjakan Harga Chip Memori dan Akhir Era Smartphone Murah Serba Kencang

Smartphone murah 2026 adalah ponsel kelas bawah yang spesifikasinya turun karena harga chip memori naik tajam, sehingga produsen memotong fitur seperti RAM besar dan desain layar modern demi menjaga harga tetap terjangkau bagi konsumen yang sensitif terhadap biaya. Lonjakan permintaan memori untuk pusat data AI membuat pasokan chip untuk perangkat konsumen menyusut dan biaya produksi meningkat. Kepala SK Hynix bahkan memperkirakan kelangkaan memori bisa berlangsung hingga 2030, sementara Nothing menilai tren komponen yang tiap tahun makin murah sudah berakhir. Menurut Nothing, produsen kini menghadapi pilihan sulit: menaikkan harga smartphone hingga sekitar 30 persen pada beberapa model atau menurunkan spesifikasi. Dampak terberat akan dirasakan segmen smartphone budget dan menengah, yang diperkirakan akan menyusut lebih dari 20 persen secara keseluruhan.

Notch Jadul Kembali dan Turunnya Standar Spesifikasi Smartphone Budget

Di segmen smartphone murah 2026, spesifikasi smartphone budget yang semula terus membaik mulai berbalik arah. Laporan yang dikutip dari GizmoChina menyebut sub-brand besar sedang menyiapkan ponsel di bawah 1.000 yuan (sekitar Rp2,2 jutaan) yang justru lebih sederhana dari generasi sebelumnya. Desain punch-hole yang modern digantikan lagi oleh waterdrop notch, sehingga muncul tren notch jadul kembali pada perangkat entry-level. Layarnya masih LCD Full HD, namun konfigurasi memori dasar diturunkan menjadi RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB, padahal sebelumnya RAM 8GB dan storage 256GB sudah kerap ditemukan di kelas terjangkau. Bila kondisi ini berlanjut, peningkatan fitur pada ponsel murah berpotensi melambat bahkan mundur, dan konsumen tidak boleh lagi berasumsi bahwa setiap generasi baru pasti membawa lonjakan spesifikasi.

Kenaikan Harga Memori: Dari DRAM hingga RAM 16GB yang Kian Langka

Akar masalah penurunan spesifikasi smartphone murah 2026 adalah kenaikan harga chip memori naik sangat tajam dalam beberapa kuartal terakhir. TrendForce melaporkan harga kontrak DRAM global melonjak lebih dari 40 persen selama dua kuartal berturut-turut, dari kuartal keempat 2025 sampai kuartal pertama 2026. Counterpoint Research menambahkan, berbagai jenis memori seperti DRAM, NAND, dan HBM bahkan naik hingga 80–90 persen secara kuartalan pada awal 2026. Kenaikan agresif ini membuat konfigurasi RAM besar tidak lagi ekonomis untuk segmen murah. RAM 8GB dan penyimpanan 256GB yang dulu mulai jadi standar terjangkau terancam kembali menjadi fitur kelas menengah ke atas. Bahkan, ada prediksi bahwa RAM 16GB akan makin jarang muncul di flagship, sementara RAM 4GB akan kembali lazim di smartphone budget.

Strategi Produsen: Downgrade Spek atau Naikkan Harga

Produsen smartphone budget menghadapi dilema: mempertahankan fitur yang disukai pengguna atau menjaga harga tetap ramah di kantong. Pendiri Nothing, Carl Pei, menyebut bahwa produsen terpaksa menaikkan harga hingga sekitar 30 persen untuk beberapa model atau menurunkan spesifikasi perangkat agar tetap kompetitif. Di saat yang sama, TrendForce memperkirakan konsumen akan membayar sekitar 10 persen lebih mahal untuk smartphone sepanjang 2026, sementara laptop naik sekitar 15 persen. Kombinasi dua tekanan ini mendorong strategi downgrade: kembali ke notch jadul, memakai RAM lebih kecil, dan mengurangi kapasitas penyimpanan. Di ujung lain, sebagian produsen memilih mempertahankan paket fitur dan memindahkan model tersebut ke harga yang sedikit lebih tinggi, sehingga jarak antara kelas bawah dan menengah bisa makin kabur.

Trade-off untuk Konsumen: Pilih Harga Murah atau Fitur Lengkap?

Bagi konsumen, konsekuensi langsung dari tren smartphone murah 2026 adalah trade-off yang jauh lebih jelas antara harga dan fitur. Lei Jun menilai kenaikan harga memori berlangsung sangat agresif dan bisa berlanjut hingga dua tahun ke depan, sehingga smartphone budget tidak lagi kebal terhadap tekanan biaya. Konsumen punya dua pilihan utama: pertama, membayar lebih mahal demi mendapatkan RAM dan penyimpanan setara generasi sebelumnya; kedua, menerima spesifikasi smartphone budget yang lebih rendah, termasuk notch jadul kembali dan RAM yang lebih kecil, agar harga tetap terjangkau. Strategi praktisnya, pengguna yang membutuhkan multitasking berat atau penyimpanan besar sebaiknya mempertimbangkan membeli lebih cepat sebelum spek turun lebih jauh, sementara yang kebutuhan dasarnya ringan bisa menoleransi penurunan fitur selama pengalaman penggunaan harian masih cukup nyaman.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!