Kelas Disulap, Suasana Sekolah Ikut Hidup
Di SMP Negeri 32 Purworejo, semangat gotong royong benar-benar terasa hidup lewat lomba kebersihan dan mading kelas.
Bukan sekadar agenda rutin bulanan, kegiatan ini berubah jadi momen seru yang menyatukan siswa dalam suasana penuh energi dan kekompakan, apalagi dibalut tema semangat kemerdekaan.
Setiap kelas bergerak bersama, saling membantu dan saling menyemangati. Hasilnya, lorong dan ruang belajar yang biasanya biasa saja, mendadak berubah jadi ruang yang lebih hidup, rapi, dan berkarakter.
Lomba Kebersihan: Lebih dari Sekadar Menyapu
Lomba kebersihan kelas yang digelar pada Sabtu, 9 Agustus 2025, menjadi pusat perhatian warga sekolah.
Para siswa bahu-membahu menata ulang ruang belajar:
Membersihkan sudut-sudut kelas hingga tak luput satu titik pun
Menyusun meja dan kursi agar lebih rapi dan nyaman dipandang
Menambahkan dekorasi yang mencerminkan ciri khas dan identitas kelas masing-masing
Penilaian tidak berhenti pada lantai yang kinclong atau meja yang bebas debu. Inovasi penataan ruang dan pemanfaatan setiap sudut kelas juga menjadi poin penting.
Jadi, siapa yang paling berani berkreasi dan cerdas memanfaatkan ruang, punya peluang besar mencuri perhatian dewan juri.
Pihak sekolah menekankan bahwa lomba ini bukan hanya untuk mencari pemenang. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk lebih peduli pada lingkungan, belajar bertanggung jawab terhadap ruang yang mereka gunakan setiap hari, dan mengasah kreativitas mereka.
Mading Merdeka: Warna, Ide, dan Informasi
Tak kalah seru, lomba mading kelas menjadi panggung kreativitas yang benar-benar berwarna.
Dengan tema Semangat Kemerdekaan, setiap kelas menampilkan mading yang tak hanya cantik, tetapi juga penuh isi dan makna.
Di papan mading, terpajang:
Desain visual yang menarik dan kaya warna
Konten informatif seputar kemerdekaan dan nilai-nilai kebangsaan
Pengolahan ide yang segar dan berbeda antar kelas
Dewan juri yang terdiri dari guru dan karyawan sekolah mengaku kagum dengan detail pengerjaan dan keberanian siswa mengeksplorasi ide. Tidak sekadar menempel gambar dan tulisan, banyak mading yang mengangkat konsep unik dengan tata letak yang tertata dan pesan yang jelas.
Penilaian mading mencakup beberapa aspek penting:
Kesesuaian dengan tema Semangat Kemerdekaan
Orisinalitas dan keunikan ide
Keindahan dan kerapian tampilan visual
Kelengkapan serta keakuratan informasi yang disajikan
Daftar Juara: Kelas yang Berhasil Tampil Beda
Setelah melalui proses penjurian, beberapa kelas berhasil menonjol dan meraih gelar juara.
Untuk lomba kebersihan kelas, yang berhasil unggul adalah:
Kelas 7G
Kelas 8G
Kelas 9D
Sementara itu, pada lomba mading dengan tema Semangat Kemerdekaan, predikat terbaik diraih oleh:
Kelas 7B
Kelas 8C
Kelas 9D
Kelas 9D pun mencatat prestasi ganda dengan berhasil bersinar di dua kategori sekaligus.
Momen Penghargaan: Tepuk Tangan dan Rasa Bangga
Pengumuman dan penyerahan penghargaan dilakukan saat apel pagi pada Senin, 11 Agustus 2025.
Di hadapan seluruh warga sekolah, para pemenang menerima:
Piala bergilir untuk juara kebersihan kelas
Piagam penghargaan
Uang pembinaan bagi para juara mading
Suasana apel terasa lebih hangat dan hidup. Tepuk tangan meriah mengiringi setiap nama pemenang yang dipanggil, menciptakan kebanggaan tersendiri bagi siswa dan kelas mereka.
Momen ini bukan hanya tentang hadiah, tetapi juga pengakuan atas usaha, kerja sama, dan kreativitas yang mereka curahkan.
Dari Lomba Menjadi Budaya Positif
Di balik dekorasi, mading penuh warna, dan kelas yang bersih, ada harapan besar dari pihak sekolah.
Semangat kebersamaan dan kreativitas yang lahir dari kegiatan ini diharapkan tidak berhenti setelah lomba usai. Justru, nilai-nilai itu ingin terus dijaga dan tumbuh menjadi budaya positif di SMP Negeri 32 Purworejo.
Jika kebersihan, kerapian, dan kreativitas sudah menjadi kebiasaan, maka kelas bukan hanya tampak indah saat lomba, tetapi akan nyaman dan menyenangkan setiap hari.
Dari ruang kelas yang tertata dan mading yang penuh cerita, semangat kemerdekaan tidak hanya diperingati, tetapi benar-benar dihidupkan dalam aktivitas nyata para siswa.






