Bali Fashion Trend Kembali Guncang Ubud
Bali Fashion Trend (BFT) kembali hadir sebagai salah satu panggung fesyen paling bergengsi di Pulau Dewata.
Menjelang akhir 2025, gelaran ini mengambil tempat di Onyx Park Resort, Ubud, dan berlangsung selama empat hari penuh.
Dengan melibatkan 120 perancang busana dari dalam dan luar negeri, event ini bukan sekadar pesta visual, tetapi juga ajang serius untuk memajukan industri fesyen Indonesia.
Wadah Strategis untuk Desainer Lokal
Pendiri Indonesian Fashion Chamber (IFC), Ali Karisma, menjelaskan bahwa BFT diselenggarakan oleh IFC Chapter Bali sebagai platform strategis bagi:
Desainer dan brand fesyen lokal untuk memamerkan karya terbaik
Memperluas jejaring bisnis dengan pelaku industri
Mengasah daya saing di pasar nasional maupun internasional
BFT edisi sebelumnya yang digelar pada Oktober 2024 sudah mencatat kesuksesan tersendiri.
Tahun ini, skala acara dibuat lebih besar dengan konsep yang semakin matang, terutama dalam penguatan isu fesyen berkelanjutan dan etis.
Kolaborasi dengan Onyx Park Resort
Kolaborasi dengan Onyx Park Resort dipandang sangat sejalan dengan semangat keberlanjutan yang diusung BFT.
Menurut Ali Karisma, dukungan dari pemerintah juga menjadi dorongan besar.
Tanpa harus meminta secara langsung, acara ini justru mendapatkan support dari berbagai kementerian, seperti:
Kementerian Perdagangan
Kementerian Perindustrian
Imigrasi
Sinyal positif ini mempertegas bahwa Bali Fashion Trend memiliki masa depan yang cerah sebagai barometer fesyen berkelanjutan di Indonesia.
Nuansa Baru BFT 2025
Perwakilan IFC Chapter Denpasar, Neli Gunawan, menegaskan bahwa BFT 2025 hadir dengan nuansa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
Sinergi antara IFC dan Onyx Park Resort tidak hanya memberi dampak bagi desainer, tetapi juga bagi pelaku industri dan masyarakat luas.
Bagi tuan rumah, Kadek Agus Purwadi selaku manajemen Onyx Park Resort menekankan bahwa keterlibatan mereka dalam BFT tidak semata-mata soal bisnis.
Mereka ingin tempat tersebut membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Fesyen diharapkan bisa menjadi sarana pembelajaran, bukan hanya mendukung operasional resort, tetapi juga memberi nilai tambah bagi lingkungan dan komunitas lokal.
Fesyen Berkelanjutan dan Kekuatan Wastra Nusantara
Bali Fashion Trend dikenal sebagai ajang yang konsisten mendukung desainer dan brand fesyen lokal dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu ciri khas BFT adalah fokus kuat pada:
Fesyen berkelanjutan dan etis
Penggunaan tekstil buatan tangan karya pengrajin lokal
Pendekatan ini tidak hanya menggerakkan ekonomi daerah, tetapi juga membantu melestarikan teknik tekstil tradisional Nusantara yang makin langka.
Dengan demikian, setiap busana yang tampil di runway bukan sekadar karya estetis, tapi juga membawa cerita budaya dan keberlanjutan.
Menghubungkan Indonesia dengan Pasar Global
Peran BFT tidak berhenti di level lokal.
Melalui peragaan busana dan pameran yang dikurasi dengan serius, para desainer mendapatkan eksposur langsung di hadapan pembeli internasional dan profesional industri.
Dari momentum ini, diharapkan posisi industri fesyen Indonesia dapat semakin kuat dan diperhitungkan di kancah global.
BFT menjadi jembatan penting antara:
Brand lokal yang memiliki identitas kuat
Pasar global yang mencari produk otentik, berkualitas, dan berkelanjutan
Skala Acara: 120 Desainer, 200 Stan, 1.400 Tamu per Hari
Pada gelaran BFT 2025, tercatat 120 perancang busana nasional dan internasional ikut berpartisipasi, termasuk desainer dari Malaysia.
Acara ini juga dimeriahkan oleh:
Sekitar 200 stan pameran fesyen dan aksesori
Undangan 700 tamu khusus per sesi, dengan dua sesi setiap hari
Artinya, ada sekitar 1.400 tamu setiap hari yang hadir menyaksikan rangkaian pertunjukan fesyen, menjadikan BFT sebagai salah satu event fesyen dengan skala impresif di Indonesia.
Ruang Kolaborasi dan Ekosistem Kreatif
Lebih dari sekadar runway, Bali Fashion Trend berfungsi sebagai ruang kolaborasi dan jejaring lintas sektor.
Di sini, pelaku industri dapat:
Bertukar pengetahuan dan pengalaman
Menjalin kerja sama kreatif
Menggali peluang bisnis baru
Melalui ekosistem kreatif yang dibangun, BFT diharapkan mampu mendorong industri fesyen Indonesia untuk:
Tumbuh lebih berkelanjutan
Memiliki daya saing tinggi
Semakin dikenal luas di pasar global
Bali Fashion Trend 2025 di Ubud pun bukan hanya tentang tren pakaian, tetapi tentang arah baru fesyen Indonesia: berbudaya, bertanggung jawab, dan berkelas dunia.






