Gairah Satu Abad Gontor di Lapangan
Gontor, 23 Oktober 2025 — Bumi Darussalam kembali jadi titik temu ribuan alumni dari berbagai penjuru dunia.
Mereka datang bukan hanya untuk bernostalgia, tapi untuk turun langsung ke arena dalam Turnamen Olahraga 100 Tahun Gontor Antar PC IKPM Sedunia.
Ajang ini bukan sekadar adu skor dan trofi, melainkan momen besar untuk memperkuat persaudaraan, kekompakan, dan rasa memiliki terhadap Gontor lintas daerah dan lintas angkatan.
IKPM Sedunia Turun ke Arena
Turnamen bergengsi ini mempertemukan para alumni dalam naungan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor.
Di sini, kebersamaan yang dirajut Gontor selama seratus tahun diwujudkan dalam bentuk sportivitas dan semangat kompetisi yang sehat.
Beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain:
Sepak bola
Basket
Futsal
Tenis meja (tunggal dan ganda, kategori fun game)
Bulu tangkis (kelas bebas dan 90+)
Kombinasi cabang utama dan fun game ini membuat semua kalangan alumni bisa ambil bagian, dari yang serius atletis sampai yang sekadar ingin meramaikan suasana.
Pembukaan yang Meriah dan Khidmat
Pembukaan turnamen digelar di Gedung Rabithah PMDG dalam suasana yang meriah sekaligus khidmat.
Tepuk tangan dan sorakan peserta, asatidz, dan santri menyambut tiap rangkaian acara, menjadikan momen ini terasa istimewa.
Hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya:
Kepala Jasdam V/Brawijaya, Kolonel Agus Sulistyo
Pimpinan PMDG
Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor
Para asatidz
Seluruh peserta yang memenuhi arena
Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan bahwa turnamen ini bukan acara biasa, tetapi bagian dari perayaan sejarah besar Gontor.
Pesan Panitia: Bukan Sekadar Menang dan Kalah
Dalam sambutannya, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, M.Ec., selaku Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, menegaskan bahwa inti dari turnamen ini jauh melampaui hasil akhir di papan skor.
Menurut beliau, esensi kegiatan ini adalah kebersamaan dan kekuatan ukhuwah antaralumni.
Beliau menyampaikan pesan yang mengena:
“Meskipun tidak semua dari kita atlet, kita semua dapat berolahraga. Jika Indonesia belum mampu menembus Piala Dunia, maka Gontor telah menghadirkan ‘Piala Dunia’-nya sendiri.”
Kalimat ini menggambarkan bagaimana Gontor menghadirkan ruang prestisius bagi warganya sendiri, tempat di mana alumni dari berbagai penjuru dunia bertemu dalam satu lapangan yang sama.
Apresiasi untuk Peran Gontor
Dalam arahannya, Kolonel Agus Sulistyo menyampaikan apresiasi atas peran Gontor dalam membentuk generasi unggul bagi bangsa.
Beliau menegaskan bahwa selama satu abad, Gontor telah melahirkan kader umat yang aktif berkiprah di berbagai lini kehidupan.
Bagi beliau, olahraga di Gontor bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga:
Media pendidikan karakter
Sarana membangun disiplin dan kerja sama
Perekat ukhuwah umat
Kolonel Agus juga menekankan pentingnya ajang seperti turnamen ini untuk terus memperkuat ikatan persaudaraan antaralumni di seluruh dunia dalam bingkai nilai-nilai Islam dan kepondokmodernan.
Doa dan Harapan Menuju Abad Kedua
Sebagai penutup acara pembukaan, K.H. Hasan Abdullah Sahal selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat.
Beliau menyambut hangat kehadiran para alumni dan tamu yang datang dari berbagai daerah, seraya menyampaikan harapan agar kegiatan ini membawa kebaikan dan menambah eratnya persaudaraan di antara seluruh keluarga besar Gontor.
Doa dan apresiasi tersebut menjadi penguat semangat seluruh peserta untuk bertanding dengan sportif sekaligus menjaga nama baik almamater.
Gontor Menuju Abad Kedua
Turnamen olahraga ini bukan sekadar rangkaian acara seremonial, tetapi bagian penting dari perjalanan sejarah Gontor memasuki abad kedua.
Melalui semangat “Gontor untuk Umat”, ajang ini ikut mendorong terwujudnya cita-cita besar menuju IKPM Gontor yang:
Maju
Besar
Kuat
Kaya (MBKK)
Di lapangan, di tribun, maupun di luar arena, satu pesan terasa jelas: dari Gontor, untuk umat, dan untuk dunia — persaudaraan ini tidak mengenal batas waktu maupun jarak.






