Level Up Kontenmu: Ketika AI Turun ke Dunia Kreatif
Institut Media Digital Emtek (IMDE) lewat Program Studi Produksi Media menggelar webinar bertajuk “Level Up Your Content: How AI Helps You Create Better Content” pada Kamis, 15 Januari 2026.
Acara yang digelar secara daring ini sukses menarik 725 pendaftar dari mahasiswa, pendidik, hingga praktisi industri kreatif digital. Antusiasmenya terasa, karena topik AI di dunia konten memang lagi panas-panasnya.
Webinar ini adalah bagian dari tugas akhir mata kuliah Produksi Streaming, dikerjakan secara kelompok oleh mahasiswa Prodi Produksi Media di bawah tim produksi bernama Naisdrim Productions.
Mulai dari perencanaan konsep, pengaturan teknis siaran, sampai manajemen produksi live streaming, semuanya dikelola langsung oleh mahasiswa sebagai bentuk pembelajaran vokasi berbasis praktik.
Sebagai moderator, hadir Anita Sari Simatupang, mahasiswa semester 3 Prodi Produksi Media, yang memandu diskusi dengan gaya interaktif dan menjaga alur obrolan tetap hidup dari awal hingga akhir.
AI di Industri Kreatif: Tantangan atau Peluang?
Webinar ini menghadirkan dua narasumber utama: Johar Prayudhi, sutradara film Made In Bali yang tayang di platform global sekaligus praktisi AI, dan Syaiful Amri, ST., MM., Gr, pengajar Broadcasting dan Perfilman dari SMKN 1 Gunung Sindur.
Dalam sesi pemaparannya, Syaiful Amri menegaskan bahwa AI sedang mengubah banyak sektor, termasuk industri kreatif digital. Namun, menurutnya, titik krusial bukan pada teknologinya, melainkan pada manusianya.
Ia menyoroti bahwa tantangan terbesar bukan sekadar menguasai tools, tetapi bagaimana manusia memahami, mengendalikan, dan menggunakan AI secara bijak untuk kemajuan bersama.
Ia menekankan sebuah gagasan penting: mesin mungkin punya logika, tapi manusia punya rasa. AI diposisikan sebagai alat dan jembatan menuju banyak kemungkinan baru, sementara jiwa, nilai, dan orisinalitas tetap berada di tangan manusia sebagai pemilik karya.
AI sebagai Perpanjangan Tangan Kreativitas
Berbeda sudut pandang tapi senada arah, Johar Prayudhi mematahkan kekhawatiran bahwa AI akan “menggeser” pekerja kreatif.
Menurutnya, AI bukan ancaman dalam industri kreatif, melainkan alat strategis yang mampu mempercepat proses produksi.
Ia menjelaskan bagaimana AI bisa terlibat sejak tahap pengembangan ide, pembuatan visual, hingga produksi video, sehingga kreator punya ruang lebih besar untuk fokus pada aspek yang tidak bisa digantikan mesin.
Fokus utama kreator, menurut Johar, justru akan bergeser ke pengembangan cerita, pengolahan emosi, dan penguatan visi artistik.
Ia menegaskan bahwa kreator yang akan unggul di masa depan adalah mereka yang mampu beradaptasi dan menjadikan AI sebagai perpanjangan tangan kreativitas, melalui penggunaan berbagai AI tools secara tepat dan strategis.

Era Baru: Manusia + AI, Bukan Manusia vs AI
Dalam sambutannya, Rektor IMDE, Totok Amin Sofiejanto, Ed.D, menyampaikan bahwa kehadiran AI telah membuka era baru dalam dunia kreatif digital.
AI dinilai mampu membuat proses kerja menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih produktif.
Namun, ia menegaskan bahwa semua kemudahan itu tetap membutuhkan sentuhan kreatif manusia agar kualitas karya tidak kehilangan karakter dan nilai.
Ia juga menekankan pentingnya memposisikan AI sebagai mitra strategis, bukan sekadar alat bantu biasa. Pemanfaatan AI yang produktif di era digital bergantung pada bagaimana manusia mengatur peran dan batasnya.
Mahasiswa Bukan Hanya Operator, tapi Konseptor Kreatif
Sejalan dengan itu, Teguh Setiawan, S.Pd., M.I.Kom, selaku Kaprodi Produksi Media sekaligus Direktur Vokasi IMDE, melihat integrasi AI dalam kurikulum dan praktik pembelajaran sebagai langkah yang sangat strategis.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh berhenti hanya pada level operator teknis.
Mereka perlu dipersiapkan sebagai konseptor kreatif yang sanggup memimpin keseluruhan proses produksi, mulai dari ide hingga eksekusi, dengan menjadikan AI sebagai mitra kerja.
Dengan kata lain, tool boleh canggih, tapi ide tetap harus datang dari manusia yang berpikir kritis dan kreatif.
IMDE dan Misi Mencetak Talenta Kreatif Berbasis AI
Melalui webinar ini, IMDE menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan industri.
Mahasiswa tidak hanya diajak paham teori, tetapi juga dibekali dengan kompetensi AI sebagai keterampilan kunci di era industri kreatif digital.
AI diposisikan sebagai partner kerja, bukan pesaing.
Kreator didorong untuk mengasah rasa, bukan hanya kuasai teknis.
Kampus berperan sebagai ruang eksperimen aman sebelum mahasiswa terjun ke industri.
Intinya: di era baru ini, yang menang bukan manusia atau mesin, tapi manusia yang tahu cara bersinergi dengan mesin.






