Hunian Hampir Roboh yang Akhirnya Dilirik Pemerintah
Kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan lewat aksi nyata di lapangan. Bupati Sidoarjo H. Subandi turun langsung meninjau sejumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Tebel, Kecamatan Gedangan, dan Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru.
Kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Di balik dinding yang rapuh dan atap yang nyaris roboh, ada harapan baru bagi keluarga penerima manfaat yang selama ini bertahan di hunian yang jauh dari kata layak.
Menyusuri Rumah yang Sudah Tak Layak Dihuni
Dalam agenda sidak tersebut, Bupati menyambangi rumah milik Lilik Rahayu di Desa Tebel serta rumah milik Mutmainah di Desa Tambaksawah. Kondisi keduanya dinilai sudah tidak layak huni dan membutuhkan penanganan segera.
Di lokasi, Bupati tidak datang sendirian. Turut mendampingi jajaran Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Baznas Sidoarjo, serta unsur Forkopimka setempat yang siap mengawal proses penanganan hingga tahap renovasi.
Fokus utama sidak ini adalah memastikan rumah-rumah rentan tersebut segera dibenahi sebelum kondisi makin parah dan mengancam keselamatan penghuni.
Janji Renovasi RTLH: Atap, Struktur, dan Rasa Aman
Bupati H. Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bergerak cepat. Prioritas perbaikan diarahkan pada bagian atap dan struktur bangunan yang sudah rapuh.
Menurutnya, rumah yang kondisinya memprihatinkan tidak bisa dibiarkan terlalu lama tanpa perbaikan, apalagi jika struktur bangunan sudah melemah.
Ia menyampaikan bahwa perbaikan bukan hanya soal mempercantik tampilan rumah, melainkan menyangkut keselamatan dan kenyamanan keluarga yang tinggal di dalamnya.
Renovasi RTLH ini diposisikan sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar program rutin.
Kejar Musim Hujan, Pemkab & Baznas Bergerak Cepat
Memasuki musim hujan, risiko bagi penghuni rumah dengan atap bocor dan bangunan lapuk semakin besar. Karena itu, Pemkab Sidoarjo langsung berkoordinasi dengan Baznas agar proses renovasi tidak berlarut-larut.
Bupati menargetkan perbaikan bisa mulai berjalan pada minggu pertama Januari 2026. Dengan demikian, keluarga penerima manfaat dapat segera tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman tanpa dihantui rasa waswas setiap kali hujan turun.
Sinergi Pemkab dan Baznas menjadi kunci agar program penanganan RTLH benar-benar terasa manfaatnya bagi warga yang paling membutuhkan.
Suara Haru dari Penerima Manfaat
Di tengah rumah yang sudah rusak, Lilik Rahayu tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Selama beberapa bulan terakhir, ia dan keluarga bertahan di bangunan yang kondisinya jauh dari ideal.
Ia mengungkapkan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah yang akhirnya hadir dan memberi solusi.
Lilik berharap, setelah renovasi selesai, ia bisa menjalani hidup lebih layak bersama keluarganya, tanpa lagi takut atap runtuh atau dinding ambruk.
Bagi Lilik, renovasi ini bukan sekadar perbaikan fisik rumah, tetapi juga titik balik untuk memulai hidup yang lebih bermartabat.
RTLH: Bukti Negara Hadir di Tengah Warga
Melalui program penanganan Rumah Tidak Layak Huni ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya menghadirkan hunian aman dan layak bagi masyarakat kurang mampu.
Program ini tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik, tetapi juga menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah persoalan sehari-hari warga.
Membenahi rumah berarti meningkatkan kualitas hidup.
Hunian yang layak memberi rasa aman lahir batin.
Dukungan pemerintah dan lembaga sosial mempercepat perubahan.
RTLH bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang untuk martabat dan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo.






