Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Minuman Rasa Susu Dilarang di Menu Sekolah: Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?

Minuman Rasa Susu Dilarang di Menu Sekolah: Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?
Minat|Pengetahuan Parenting

Aturan Baru BGN: Garis Batas Jelas antara Susu dan Minuman Rasa Susu

Aturan susu sekolah BGN dalam Program Makan Bergizi Gratis adalah kebijakan yang menentukan jenis produk susu hewani yang boleh dan tidak boleh disajikan di sekolah, dengan tujuan memastikan bahwa anak menerima susu sejati bernutrisi, bukan minuman rasa susu yang lebih banyak air dan gula. Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak TK di Bogor pernah ramai karena penggunaan minuman kemasan bertuliskan minuman rasa susu 125 ml yang komposisinya berisi 86 persen air dan hanya 1 persen susu skim bubuk. Dari kegaduhan itu, satu hal jadi jelas: banyak orang tua mengira semua minuman “berlabel susu” sama bergizinya. BGN merespons dengan memperketat ketentuan penggunaan produk susu dalam menu MBG dan menetapkan aturan baru yang tegas terkait jenis produk yang boleh digunakan.

Minuman Rasa Susu Dilarang di Menu Sekolah: Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?

Mengapa Minuman Rasa Susu Kena Larangan: Masalah Kandungan dan Label

Kasus minuman rasa susu dengan kadar air 86 persen adalah contoh gamblang bagaimana label bisa menyesatkan ekspektasi gizi orang tua. Menurut pengelompokan resmi, susu cair dan produk susu berada di kategori 01.1, sementara minuman rasa susu justru masuk kategori minuman berbasis air dan bukan produk susu. Artinya, secara regulasi minuman rasa susu bukan susu sejati, meski rasanya mirip dan kemasannya sering “meniru” susu kemasan. Minuman jenis ini ditandai kadar lemak susu di bawah 0,3 persen, dan komposisinya didominasi air serta gula, bukan protein dan lemak susu. Tidak heran BGN secara tegas menyatakan, "BGN secara tegas melarang penggunaan produk minuman susu, minuman mengandung susu, minuman rasa susu, maupun susu kental manis dalam menu MBG". Untuk anak yang seharusnya mendapat asupan berkualitas, minuman seperti ini hanya menambah kalori kosong.

Minuman Rasa Susu Dilarang di Menu Sekolah: Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?

Membedakan Susu Murni, Minuman Mengandung Susu, dan Minuman Rasa Susu

Orang tua tidak bisa lagi mengandalkan kata “susu” di depan kemasan. Dalam regulasi, susu cair (plain maupun berperisa) berada pada kategori 01.1 dan mencakup susu skim, sebagian skim hingga full cream, termasuk susu rekonstitusi dan rekombinasi, minuman susu, dan minuman mengandung susu. Di sisi lain, minuman rasa susu ditempatkan di kategori minuman berbasis air berperisa, dengan definisi sebagai campuran air minum dan susu hanya untuk memberi rasa susu, dan kadar lemak susu sangat rendah. Perbedaannya bukan sekadar istilah: susu berperisa harus berbahan dasar susu segar, rekonstitusi, atau rekombinasi dengan kadar protein susu minimal 2 persen, sedangkan minuman rasa susu tidak tunduk pada standar gizi susu semacam itu. Bagi anak, ini berarti susu murni dan produk susu sejati menyumbang protein, lemak, dan mikronutrien, sementara minuman rasa susu lebih mendekati minuman manis biasa.

Menu MBG Berubah: Dampaknya bagi Anak dan Peran Orang Tua di Rumah

Dengan aturan baru, menu makan bergizi gratis di sekolah tidak boleh lagi berisi minuman susu manis, minuman mengandung susu, minuman rasa susu, maupun susu kental manis. Sebagai gantinya, BGN merekomendasikan susu hewani berupa susu pasteurisasi, susu UHT, dan susu steril full cream plain tanpa tambahan gula, pengawet, perasa, dan pewarna, dengan kandungan susu segar minimal 80 persen. Dalam contoh menu untuk PAUD/TK/RA/SD/MI kelas 1–3, susu yang dicantumkan adalah susu UHT plain ukuran 115 ml, bukan minuman rasa susu. Kelompok penerima manfaat mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita di atas dua tahun, hingga seluruh peserta didik. Selain menjamin gizi, kebijakan pemanfaatan susu hewani diharapkan memberi dampak ekonomi bagi peternak lokal di berbagai daerah. Di titik ini, sekolah diberi standar, tetapi orang tua tetap memegang kendali terhadap apa yang dikonsumsi anak di luar jam belajar.

Panduan Praktis Orang Tua Memilih Susu Berkualitas untuk Anak di Rumah

Meskipun aturan BGN fokus pada menu sekolah, orang tua seharusnya memakai logika yang sama saat memilih pilihan susu berkualitas anak di rumah. Pertama, baca komposisi dengan teliti: urutan bahan menunjukkan mana yang paling banyak digunakan, sehingga produk dengan air dan gula di urutan pertama patut dicurigai meski berlabel “rasa susu”. Kedua, bedakan susu sejati dari minuman rasa susu dengan mengecek kategori produk di informasi resmi dan memastikan kandungan susu segar tinggi, sejalan dengan standar minimal 80 persen yang diminta BGN untuk menu MBG. Ketiga, hindari kebiasaan menjadikan minuman manis berlabel susu sebagai sumber gizi utama anak; jadikan susu murni atau susu UHT plain sebagai baseline, lalu lengkapi dengan makanan bergizi lain. Orang tua yang kritis label bukan hanya mengikuti aturan susu sekolah BGN, tetapi juga membangun kebiasaan sehat jangka panjang bagi anak.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!