Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Anak Belum Lancar Bicara? Tambah Interaksi, Bukan Tumpukan Mainan

Anak Belum Lancar Bicara? Tambah Interaksi, Bukan Tumpukan Mainan
Minat|Pengetahuan Parenting

Kalau tujuannya mendukung bahasa anak, aku tidak buru-buru menambah mainan. Aku mulai dari bermain bersama dan merespons suara, tatapan, atau tunjukannya. Mainan boleh jadi teman, tetapi bukan tombol supaya anak pasti cepat bicara.

Catatan penting: klaim bahwa banyak mainan otomatis menyebabkan speech delay terlalu menyederhanakan. Satu studi perbandingan mencatat lebih sedikit kata dari orang dewasa, giliran percakapan, dan respons orang tua saat bermain dengan mainan elektronik dibandingkan buku atau mainan tradisional. Temuan tentang interaksi selama sesi bermain ini bukan bukti bahwa lampu, suara, atau jumlah mainan menyebabkan keterlambatan bicara. Studi tentang jenis mainan dan komunikasi orang tua-bayi serta panduan AAP tentang pilihan mainan memberi konteks yang lebih tepat.

Yang bisa kita lakukan adalah memberi anak kesempatan untuk mengambil giliran. Saat ia mengoceh, menunjuk, atau mengeluarkan suara, balas dengan kata atau gestur, lalu beri jeda. Interaksi bolak-balik seperti ini dikenal sebagai serve and return; tidak perlu mengubah setiap permainan menjadi sesi latihan.

Bukan jumlah mainan yang menentukan, tapi giliran interaksi

Anak berjalan mendekati orang dewasa dalam permainan berhenti dan jalan

Mainan tidak perlu dibuang atau dihindari. Yang lebih penting adalah apakah ada ruang untuk saling merespons. Kalau mainan mengeluarkan suara sendiri, orang tua tetap bisa ikut hadir: sebutkan apa yang anak lihat, tunggu reaksinya, lalu tanggapi.

Misalnya, anak mendorong mobil-mobilan. Aku bisa bilang, “Mobilnya jalan,” lalu berhenti sejenak. Tatapan, senyum, ocehan, atau gerakan tangan juga bisa menjadi respons—anak tidak harus langsung mengucapkan kata yang sama.

Empat cara ngobrol saat bermain tanpa membeli apa-apa

Orang dewasa mengangkat kartu merah di hadapan anak yang sedang berdiri
  1. Ikuti minat anak. Kalau ia sedang melihat gambar kucing, beri komentar sederhana seperti, “Kucingnya tidur.” Tak perlu terus-menerus mengetes dengan pertanyaan.
  2. Balas, lalu beri jeda. Tiru ocehan bayi atau tanggapi tunjukan anak. Diam sebentar setelah berbicara memberi kesempatan untuk merespons dengan caranya sendiri.
  3. Tambahkan sedikit pada ucapannya. Jika anak mengatakan “bola”, jawab, “Iya, bola merah,” tanpa meminta ia mengulang berkali-kali.
  4. Pakai rutinitas sehari-hari. Saat mandi, berpakaian, makan, atau melihat buku bergambar, sebutkan benda dan kegiatan dengan kalimat pendek. Momen seperti ini tidak perlu alat khusus.

Untuk bayi, respons pada ocehan, lagu, dan cerita singkat bisa jadi awal. Untuk anak yang lebih besar, permainan bergiliran dengan bola atau benda aman di rumah membuat kata seperti “ambil”, “lagi”, dan “giliran” terasa dekat dengan kegiatannya.

Sesuaikan cara bermain dengan usia, lalu cek milestone

Balita memegang bola hijau sambil memperhatikan orang dewasa di depannya

Contoh stimulasi bahasa bisa berubah seiring usia. Panduan Kementerian Kesehatan juga menekankan bahwa tiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, jadi gunakan contoh berikut sebagai ide, bukan daftar nilai.

UsiaYang bisa dicoba
0–12 bulanBalas ocehan, ceritakan kegiatan yang sedang dilakukan, bernyanyi, atau melihat buku bersama.
13–24 bulanKenalkan kata baru, beri instruksi sederhana, dan ajak melihat gambar sambil menyebut nama benda.
2–3 tahunGunakan kalimat pendek dan jelas; tambahkan satu kata pada ucapan anak, misalnya “bola” menjadi “bola besar”.

Sebagai patokan untuk berdiskusi, daftar milestone CDC usia 18 bulan mencantumkan anak mencoba mengatakan setidaknya tiga kata selain “mama” atau “dada”. Pada usia 2 tahun, milestone CDC mencakup menggabungkan setidaknya dua kata. Angka ini bukan diagnosis dan bukan satu-satunya hal yang dilihat; pemahaman, gestur, dan cara anak berkomunikasi juga penting.

Kalau anak belum mencapai milestone atau kamu merasa ada yang mengganjal, bicarakan dengan dokter anak, tenaga kesehatan, atau terapis wicara. Tidak perlu menunggu sampai membeli mainan baru atau menebak penyebabnya sendiri.

Yang aku prioritaskan

Aku akan tetap memilih mainan yang aman dan sesuai usia, tetapi tidak merasa harus membeli alat khusus untuk setiap tahap. Ikuti minat anak, tanggapi sinyalnya, dan beri ruang untuk bergiliran. Kalau ada kekhawatiran tentang perkembangan bahasa, minta bantuan profesional—interaksi di rumah bermanfaat, tetapi bukan pengganti pemeriksaan saat dibutuhkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!