Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Wisata Anggur Mengubah Aset Negara Menjadi Sumber Nilai

Wisata Anggur Mengubah Aset Negara Menjadi Sumber Nilai
Minat|Asia Tenggara

Dari lahan tercatat menjadi aset produktif

Aset negara produktif adalah barang milik negara yang dikelola agar memberi nilai ekonomi dan manfaat sosial, bukan sekadar dicatat, diamankan, lalu dibiarkan tanpa pemanfaatan yang berarti. Wisata anggur Malang melalui program MAS-EE memperlihatkan bagaimana prinsip itu dapat dijalankan. KPKNL Malang bersama Kantor Wilayah DJKN Jawa Timur meraih Juara I KOIN MAS DJKN 2025/2026 dalam grand final di Jakarta pada 4 November 2026. Penghargaan tersebut diraih melalui pengembangan sebagian bekas Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Malang menjadi agrowisata, pusat edukasi pertanian, dan ruang pemberdayaan ekonomi warga. Nilai model ini terletak pada perubahan fungsi: aset yang sebelumnya tidak sepenuhnya dimanfaatkan kini menjadi tempat kegiatan ekonomi dan pembelajaran. Di tengah keterbatasan ruang fiskal, pendekatan semacam ini layak mendapat perhatian karena menghubungkan pengelolaan aset dengan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.

PNBP bukan satu-satunya ukuran keberhasilan

Aset keseluruhan bekas kampus itu mencakup 51.023 meter persegi dengan nilai tercatat Rp333,7 miliar, sedangkan pengembangan tahap awal memakai lahan 11.882 meter persegi. Melalui skema sewa Barang Milik Negara, pemanfaatannya menghasilkan PNBP sebesar Rp344.040.750. Angka tersebut penting, tetapi penilaian keberhasilan tidak semestinya berhenti pada penerimaan negara. Kawasan ini memiliki 30 greenhouse; 22 di antaranya sudah memasuki tahap produksi, dengan 55 varietas anggur. Pengelola juga mencatat pendapatan kotor budidaya rata-rata sekitar Rp238 juta per bulan dan pendapatan kotor kafe hingga Rp40 juta per bulan. Kedua angka itu adalah pendapatan usaha pengelola, bukan PNBP aset negara. Pembedaan ini penting agar kontribusi fiskal tidak tercampur dengan omzet bisnis, sekaligus memberi gambaran lebih jujur tentang berbagai jalur nilai yang muncul dari pemanfaatan aset.

Manfaat yang menjangkau warga

Ukuran lain yang patut diperhitungkan adalah peluang kerja dan usaha yang tumbuh di sekitar kawasan. Wisata anggur ini menyerap sembilan pekerja tetap serta sekitar 25–30 pekerja harian. Pasar Lambau Lawas memfasilitasi sekitar 50 pelaku UMKM, dengan target pengembangan hingga 100 pelaku. Selain wisata petik anggur, kawasan tersebut menjadi tempat edukasi pertanian, pelatihan budidaya, dan pengolahan produk berbasis anggur. Dampak seperti ini membuat model MAS-EE lebih menjanjikan daripada pemanfaatan aset yang hanya mengejar setoran sewa. Namun, manfaat bagi warga harus dipastikan terus terbuka dan tidak berhenti pada tahap awal proyek. Kerja sama antara pengelola, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu menjaga agar kesempatan ekonomi tersebar, sementara fungsi edukasi tetap menjadi bagian nyata dari kegiatan kawasan.

Dorongan kebijakan dan ujian keberlanjutan

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mendorong DJKN memasuki fase penciptaan nilai setelah dua dasawarsa membangun fondasi pengelolaan kekayaan negara yang profesional, akuntabel, dan kredibel. Ia menekankan bahwa kebutuhan pembangunan yang meningkat dan ruang fiskal terbatas menuntut sumber daya negara digunakan lebih produktif. Wisata anggur Malang memberi contoh konkret arah kebijakan itu, tetapi penghargaan KOIN MAS DJKN bukan jaminan keberhasilan jangka panjang. Kawasan ini direncanakan berkembang hingga sekitar 4,5 hektare, dengan proyeksi potensi PNBP mencapai Rp1,5 miliar. Proyeksi tersebut perlu dibaca sebagai sasaran, bukan hasil yang sudah tercapai. Pengawasan, evaluasi pemanfaatan, dan tata kelola transparan akan menentukan apakah perluasan benar-benar menambah manfaat publik. Kesimpulannya, MAS-EE menunjukkan bahwa aset negara dapat menghasilkan penerimaan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, asalkan pertumbuhan diukur dan dipertanggungjawabkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!