Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Perawatan Bayi Baru Lahir: Mandi, Dijemur, atau Dicukur?

Perawatan Bayi Baru Lahir: Mandi, Dijemur, atau Dicukur?
Minat|Pengetahuan Parenting

Mandi secukupnya, bukan setiap hari

Perawatan bayi baru lahir adalah rangkaian kebiasaan menjaga kebersihan, suhu tubuh, dan kesehatan kulit dengan mengikuti kebutuhan bayi, bukan meniru rutinitas orang dewasa. Karena itu, mandi bayi baru lahir tidak perlu dilakukan setiap hari: paparan air terlalu sering dapat mengurangi kelembapan alami kulit dan memperburuk kondisi seperti eksim.

American Academy of Pediatrics menyarankan agar mandi pertama ditunda hingga 24 jam setelah kelahiran; bila keadaan tidak memungkinkan, tunggu setidaknya enam jam. Menunda mandi dapat membantu menjaga suhu tubuh dan kadar gula darah bayi, mendukung pemberian ASI, serta memberi waktu untuk kontak awal dengan orang tua. Lapisan alami pada kulit bayi juga berperan mempertahankan kelembapan. Jadi, kebersihan tetap penting, tetapi mandi bukan perlombaan untuk membuat bayi selalu wangi. Orang tua dapat mendiskusikan waktu mandi pertama dengan tenaga kesehatan, lalu menyesuaikan perawatan tanpa mengikis perlindungan alami kulit.

Perawatan Bayi Baru Lahir: Mandi, Dijemur, atau Dicukur?

Menjemur bayi perlu batas dan pertimbangan

Menjemur bayi kerap dianggap rutinitas yang wajib dilakukan lama-lama, tetapi anjuran dokter menekankan waktu dan durasi, bukan lamanya paparan. Dokter spesialis anak Hans Natanael menyebut sekitar 10 sampai 15 menit sebagai contoh durasi penjemuran, dengan waktu yang perlu dipilih secara tepat. Sinar matahari berkaitan dengan pembentukan vitamin D pada kulit, tetapi itu bukan alasan untuk membiarkan bayi terpapar tanpa batas.

Pesannya sederhana: jangan menganggap lebih lama berarti lebih bermanfaat. Kebiasaan menjemur bayi sebaiknya tidak berjalan otomatis hanya karena dilakukan turun-temurun. Perhatikan durasi dan ikuti arahan tenaga kesehatan, terutama bila orang tua belum yakin tentang waktu atau kondisi bayi. Sumber yang tersedia tidak merinci seluruh kaidah perlindungan kulit, jadi jangan mengisi kekosongan itu dengan perkiraan sendiri. Bila ada keraguan mengenai kondisi bayi, konsultasi dengan dokter lebih masuk akal daripada meniru kebiasaan keluarga atau saran singkat yang beredar di linimasa.

Mencukur rambut bukan cara menebalkannya

Keyakinan bahwa rambut bayi dicukur hingga botak agar tumbuh lebih tebal tidak didukung penjelasan medis. Dokter spesialis anak Yoga Yandika menegaskan bahwa mencukur rambut tidak mengubah ketebalan rambut anak. Rambut yang tampak berbeda setelah dicukur bukan bukti bahwa folikelnya menjadi lebih kuat; ketebalan dipengaruhi terutama oleh faktor genetik dan kecukupan nutrisi.

Mencukur pun bukan tindakan tanpa risiko. Alat yang kurang steril atau teknik yang kasar dapat menyebabkan gesekan mekanis, luka mikro, iritasi, bahkan peradangan folikel di kulit kepala. Maka, jangan mencukur hanya demi mengejar hasil yang dijanjikan mitos. Jika keluarga memilih memotong rambut karena alasan praktis atau budaya, lakukan dengan hati-hati dan utamakan kebersihan alat. Perawatan kulit kepala dan pemenuhan nutrisi lebih relevan bagi kesehatan rambut daripada mencukur sampai botak.

Perawatan Bayi Baru Lahir: Mandi, Dijemur, atau Dicukur?

Budaya dan linimasa bukan pengganti panduan medis

Mitos kesehatan bayi bertahan bukan semata-mata karena orang tua kurang peduli. Praktik pengasuhan dan penanganan kesehatan dipengaruhi gagasan budaya yang diwariskan, sementara media sosial dapat mengemas kembali kebiasaan lama dalam video yang mudah tersebar. Saat orang tua baru cemas, nasihat yang terdengar akrab atau meyakinkan bisa terasa lebih mudah diterima daripada mencari penjelasan medis.

Namun, popularitas bukan ukuran keamanan. Berbagai disinformasi tentang kesehatan bayi beredar di media sosial, sehingga linimasa tidak layak dijadikan rujukan medis utama. Sikap yang lebih bertanggung jawab ialah memeriksa siapa yang memberi saran, membandingkannya dengan panduan tenaga kesehatan, dan bertanya bila ada hal yang belum jelas. Untuk demam, sumber medis yang tersedia menyebut suhu di atas 37,5°C sebagai demam dan suhu yang menembus 38,5°C sebagai kondisi dengan risiko kejang yang perlu diwaspadai. Angka itu bukan pengganti pemeriksaan atau nasihat dokter.

Kesimpulannya, mandikan bayi dengan mempertimbangkan kebutuhan kulit, batasi penjemuran sesuai kaidah durasi, dan jangan berharap rambut menjadi tebal karena dicukur. Tradisi boleh dihargai, tetapi keputusan perawatan bayi harus bertumpu pada keselamatan dan informasi medis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Perawatan Bayi Baru Lahir: Mandi, Dijemur, atau Dicukur?

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!