Dari tekanan Persik menuju kebangkitan Persija
Comeback Persija Persik adalah kemenangan 2-1 Persija Jakarta atas Persik Kediri setelah tertinggal lebih dulu, dengan perubahan susunan pemain pada babak kedua menjadi titik balik penting. Di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (26/10/2026), hasil ini memperlihatkan bahwa ketenangan membaca masalah bisa lebih menentukan daripada dominasi sejak menit awal. Persik langsung menekan tinggi dan membuat Persija kesulitan membangun serangan. Gol Sergio Castel pada menit ke-10, melalui sundulan dari sepak pojok Ernesto Gomez, memberi tim tamu keunggulan yang layak atas awal agresif mereka. Namun, Persija tidak sepenuhnya kehilangan ancaman. Sepakan Rayhan Hannan, tusukan Arlyansyah Abdulmanan, dan sundulan Alexander Jeremejeff yang membentur mistar menunjukkan peluang tetap ada. Masalahnya, peluang itu belum menjadi gol. Bagi Persija di JIS, babak pertama adalah peringatan bahwa tekanan lawan tak bisa dijawab dengan pola yang sama.
Pergantian ganda menggeser momentum
Perubahan taktik Shin Tae-yong pada jeda menjadi keputusan yang paling berpengaruh. Ia menarik Fabio Calonego dan Witan Sulaeman, lalu memasukkan Rizky Ridho serta Kwon Chang-hoon. Pergantian ganda itu bukan sekadar penyegaran: Persija mendapatkan susunan yang mampu memberi dorongan berbeda, sementara lini belakang dan aliran bola ikut berubah. Gol penyama kedudukan pada menit ke-64 menegaskan dampaknya. Dari situasi tendangan bebas, Rayhan Hannan mengirim umpan silang yang disambut sundulan terukur Denis Kolinger. Dua menit kemudian, Persija berbalik unggul lewat Rizky Ridho yang menyelesaikan umpan lambung Kolinger. VAR meninjau dugaan offside sebelum gol Ridho disahkan. Dalam pertandingan yang semula dikendalikan tekanan Persik, rentang dua menit itu menjadi bukti paling jelas bahwa taktik Shin Tae-yong mengubah bukan hanya personel, tetapi juga arah laga.
Ketegangan akhir dan arti kemenangan
Keunggulan 2-1 tidak membuat penutup laga terasa aman. Pada menit ke-89, Nadeo Argawinata menepis tembakan keras Daffa Salman dan menjaga Persija tetap di depan. Lalu, pada menit ke-90+5, Ivan Mamut sempat mencetak gol setelah menerima umpan Kwon Chang-hoon, tetapi VAR menganulirnya karena pelanggaran Kolinger terhadap Jose Enrique terjadi sebelum proses gol. Tendangan bebas Persik di pengujung laga juga membentur pagar betis. Rangkaian itu memperlihatkan sisi yang kurang rapi dari kemenangan Persija: tim masih harus bertahan di bawah tekanan hingga detik terakhir. Emosi pertandingan memuncak dalam momen-momen tersebut, terutama ketika gol Ridho ditinjau dan gol Persik dianulir. Namun, sumber yang tersedia tidak menjelaskan secara rinci ekspresi pemain atau komentar Shin Tae-yong setelah laga. Yang dapat dipastikan, Persija mempertahankan keunggulan dan meraih hasil Persija Persik 2-1 pada pekan ketujuh Super League 2026/2027.
Kesimpulan: respons lebih penting daripada awal buruk
Kemenangan ini layak dibaca sebagai keberhasilan merespons, bukan sebagai bukti bahwa Persija sudah tampil tanpa cela. Persik mampu mengekspos kesulitan tuan rumah menghadapi pressing pada babak pertama, sementara peluang Jeremejeff yang membentur mistar dan penyelamatan Nadeo menunjukkan laga tetap bergantung pada momen-momen tipis. Shin Tae-yong mengubah keadaan dengan pergantian yang segera berbuah dua gol, tetapi Persija tetap harus melewati tekanan akhir dan keputusan VAR. Itulah nilai utama comeback ini: tim tidak panik setelah tertinggal, dan keputusan pelatih memberi perubahan yang bisa terlihat di papan skor. Bagi Persija, tiga poin di JIS memperkuat momentum pada pekan ketujuh; bagi Persik, performa menekan sejak awal belum cukup untuk membawa pulang hasil. Kesimpulannya tegas: perubahan babak kedua menjadi titik balik, sementara ketahanan menjaga keunggulan yang memastikan kemenangan.






