Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Lulusan Baru Perlu Bijak Memakai AI dan Menguasai Teknologi

Lulusan Baru Perlu Bijak Memakai AI dan Menguasai Teknologi
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

Kesiapan kerja menuntut kecakapan sekaligus tanggung jawab

Kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi adalah perpaduan kemampuan menggunakan teknologi untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab menjaga integritas dalam setiap keputusan. Pesan dari dua kampus yang menggelar wisuda pada Sabtu (31/10/2026) menegaskan bahwa bekal tersebut tak bisa dipisahkan. Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) meluluskan 1.191 mahasiswa, terdiri atas 1.165 lulusan sarjana dan 26 magister. Universitas Setia Budhi Rangkasbitung (USBR) mewisuda 458 mahasiswa di Kabupaten Lebak. Angka-angka itu menandai banyaknya lulusan yang segera berhadapan dengan perubahan kerja akibat AI, otomatisasi, dan transformasi digital. Karena itu, pertanyaannya bukan lagi apakah lulusan perlu mengenal teknologi, melainkan apakah mereka mampu menggunakannya dengan cakap dan bertanggung jawab. Menekankan salah satu saja akan menghasilkan bekal yang timpang.

UMBY: gunakan AI, tetapi jangan lepaskan integritas

Rektor UMBY Agus Slamet mengingatkan lulusan agar menggunakan AI secara bijaksana, berintegritas, dan bertanggung jawab. Pesan ini penting karena teknologi dapat mempercepat pekerjaan yang sebelumnya memerlukan waktu lebih lama jika dikerjakan manual. Namun, kecepatan bukan ukuran tunggal mutu kerja: lulusan tetap perlu menilai hasil, menjaga kejujuran, dan memahami dampak keputusan yang dibantu mesin. Inilah makna AI untuk lulusan yang lebih luas daripada sekadar menguasai perangkat atau perintah tertentu. UMBY juga mendorong wisudawan menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja, dengan memanfaatkan teknologi untuk melahirkan peluang dan membantu menjawab persoalan masyarakat. Arah tersebut patut diapresiasi, sebab kesiapan dunia kerja seharusnya mencakup kemampuan menciptakan nilai, bukan semata memenuhi kebutuhan perekrut. Integritas dan kepedulian sosial menjadi pembeda antara penggunaan AI yang produktif dan penggunaan yang ceroboh.

USBR menekankan kompetensi digital untuk beradaptasi

USBR memberi tekanan yang saling melengkapi: penguasaan teknologi digital dan AI diperlukan agar lulusan mampu beradaptasi serta bersaing di dunia kerja. Rektor Iman Sampurna juga menyoroti perlunya pendidikan tinggi menyesuaikan metode pembelajaran, termasuk melalui kolaborasi dan pemanfaatan AI untuk memperkuat kualifikasi lulusan. Penekanan ini mengingatkan bahwa niat baik saja tidak cukup jika lulusan tak dapat menjalankan alat digital yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Kompetensi digital perlu dibangun sebagai kemampuan praktis—memilih teknologi yang sesuai, menggunakannya untuk memecahkan masalah, dan terus belajar ketika alat maupun kebutuhan industri berubah. Dibaca bersama pesan UMBY, arahan USBR bukanlah tuntutan untuk mengejar teknologi tanpa batas. Kecakapan memberi lulusan daya untuk bertindak; integritas memberi batas dan arah. Keduanya membentuk bekal yang lebih kuat daripada keterampilan teknis yang terpisah dari pertimbangan etis.

Lulusan Baru Perlu Bijak Memakai AI dan Menguasai Teknologi

Bekal yang perlu dibawa setelah wisuda

Bagi lulusan, dua pesan kampus itu sebaiknya diterjemahkan menjadi kebiasaan: terus memperbarui kompetensi digital, memeriksa keluaran AI sebelum mengandalkannya, dan menjaga tanggung jawab atas hasil kerja. UMBY menyampaikan bahwa belajar tidak berhenti saat wisuda; fondasi akademik perlu dilanjutkan dengan pengetahuan dan kemampuan baru ketika menghadapi persoalan profesional yang belum ditemui di bangku kuliah. Kampus tersebut juga merencanakan pembukaan program Magister Manajemen, Magister Ilmu Komunikasi dan Multimedia, serta program Doktor di Fakultas Psikologi. Rencana ini menunjukkan pentingnya pengembangan pendidikan berkelanjutan, meski kesiapan lulusan pada akhirnya juga bergantung pada kemauan mereka belajar sepanjang karier. AI dapat mempercepat pekerjaan, tetapi tidak menggantikan penilaian manusia atau menjamin manfaat bagi masyarakat. Lulusan yang mampu memadukan keterampilan, tanggung jawab, dan daya cipta akan lebih siap menghadapi perubahan sekaligus membuka peluang bagi orang lain.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!