Kasus yang menuntut pengejaran lintas wilayah
Penggelapan mobil adalah dugaan penyalahgunaan kendaraan yang dipercayakan pemilik kepada orang lain, termasuk ketika mobil pinjaman tidak dikembalikan dan diduga dialihkan tanpa izin. Dalam perkara ini, koordinasi antarkepolisian menjadi kunci untuk menelusuri terduga pelaku sekaligus mencari kendaraan yang dilaporkan.
Kasus bermula saat SL, pria berusia 41 tahun asal Kelurahan Matali, Kotamobagu Timur, meminjam mobil milik korban. Kendaraan yang seharusnya dikembalikan itu diduga justru dibawa dan digadaikan tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pemiliknya. Setelah merasa dirugikan, korban melapor ke Polres Kotamobagu pada 9 Oktober 2026. Peralihan dari pinjaman menjadi dugaan penggadaian membuat laporan itu memerlukan penelusuran lebih jauh daripada sekadar mencari kendaraan yang tidak kembali. Rangkaian tersebut masih merupakan dugaan yang tengah diproses, bukan kesimpulan hukum final.
Koordinasi URC membawa penyelidikan ke Gorontalo
Tim URC Kotamobagu menyelidiki laporan dan mengidentifikasi SL sebagai terduga pelaku. Ketika informasi menunjukkan bahwa SL berada di Kabupaten Bone Bolango, tim tidak berhenti pada batas wilayah kewenangannya: mereka berkoordinasi dengan URC Polres Bone Bolango untuk menelusuri lokasi dan mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti. Pola kerja ini penting karena dugaan tindak pidana tidak selalu berhenti di daerah tempat laporan dibuat. Dalam perkara ini, kerja sama langsung antartim memungkinkan tindak lanjut di wilayah lain tanpa mengabaikan kebutuhan membawa perkara kembali ke Polres Kotamobagu.
SL ditangkap di Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 08.00 WITA. Polisi juga mengamankan satu unit Toyota Calya abu-abu bernomor polisi DB 1632 KJ yang diduga terkait dengan perkara. Keberadaan mobil bersama terduga pelaku menandai hasil konkret operasi gabungan, meski penetapan kesalahan tetap harus melalui proses hukum.
Barang bukti dan proses hukum berikutnya
Setelah penangkapan, SL dan Toyota Calya dibawa ke Mapolres Kotamobagu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi menyatakan perkara masih akan didalami sesuai ketentuan yang berlaku. Tahap berikutnya penting untuk menguji rangkaian dugaan, termasuk bagaimana mobil yang dipinjam itu kemudian digadaikan, serta memastikan posisi barang bukti dalam penyidikan.
Kasus ini memperlihatkan nilai praktis koordinasi lintas wilayah: informasi hasil penyelidikan dapat ditindaklanjuti oleh kepolisian setempat ketika terduga pelaku berada di luar daerah asal laporan. Namun, keberhasilan penangkapan bukan akhir perkara. Kepastian hukum bagi korban bergantung pada pemeriksaan bukti dan proses yang tuntas, sementara status SL tetap sebagai terduga pelaku sampai ada penetapan hukum.






