Perkara yang bergerak melampaui wilayah
Dugaan penggelapan mobil adalah perkara ketika kendaraan yang dipercayakan kepada seseorang diduga tidak dikembalikan dan dialihkan tanpa persetujuan pemilik, sehingga penyelidikan perlu melacak orang serta barang buktinya. Dalam kasus ini, langkah lintas daerah menjadi penting karena terduga pelaku ditemukan di Bone Bolango, sementara penelusuran kendaraan juga menjangkau Minahasa Selatan. SL, pria berusia 41 tahun asal Kelurahan Matali, Kotamobagu Timur, ditangkap di Tilongkabila oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Kotamobagu bersama URC Polres Bone Bolango. Namun, pengamanan SL bukan satu-satunya bagian penyelidikan: tim kemudian menelusuri mobil yang diduga terkait perkara hingga ke wilayah Minsel. Rangkaian ini memperlihatkan bahwa penanganan laporan tak cukup berhenti pada penangkapan; kendaraan yang menjadi inti dugaan penggelapan juga harus ditemukan dan diproses.

Dari mobil pinjaman ke laporan polisi
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Kotamobagu AKP Mahadewa Bayu, kasus bermula ketika SL meminjam mobil milik korban. Kendaraan yang semestinya dikembalikan itu diduga justru digadaikan tanpa sepengetahuan dan persetujuan pemilik. Merasa dirugikan, korban melapor ke Polres Kotamobagu; laporan tersebut memberi dasar bagi penyelidikan untuk mengidentifikasi terduga pelaku dan melacak keberadaannya. Polisi mengamankan satu unit Toyota Calya abu-abu bernomor polisi DB 1632 KJ bersama SL. Penting untuk tetap menyebut perkara ini sebagai dugaan penggelapan mobil: penangkapan dan pengamanan barang bukti belum menggantikan proses hukum maupun penentuan kesalahan. Bagi penyelidikan, penguasaan kendaraan dan keterangan mengenai dugaan penggadaian menjadi bagian yang perlu diuji lebih lanjut.
Koordinasi yang membuka jejak
SL ditangkap pada Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 08.00 WITA di Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Setelah penyelidikan mengarah ke lokasi tersebut, URC Polres Kotamobagu berkoordinasi dengan URC Polres Bone Bolango untuk memastikan keberadaan terduga dan melakukan penindakan. Pembagian peran antarkepolisian ini bukan pelengkap administratif: tim di wilayah perkara membawa hasil penyelidikan, sementara personel setempat membantu operasi di daerah tempat SL ditemukan. Sesudah penangkapan, SL dan Toyota Calya dibawa ke Mapolres Kotamobagu untuk proses hukum lebih lanjut. Penangkapan lintas daerah tersebut menunjukkan manfaat koordinasi ketika terduga berada di luar wilayah hukum tempat laporan diterima, sekaligus menjaga agar pencarian tidak berhenti karena batas administrasi.
Pencarian barang bukti berlanjut ke Minsel
Penelusuran kendaraan terkait perkara juga membawa URC Polres Kotamobagu ke Desa Tompaso Baru, Minahasa Selatan. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, tim berkoordinasi dengan personel Polsek Tompaso, lalu menyisir Desa Kinalawiran dan sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan keberadaan mobil. Setelah pendekatan kepada pihak yang terakhir menguasai kendaraan, satu unit mobil berhasil diamankan pada pukul 22.00 WITA dan dibawa ke Mako Polres Kotamobagu untuk proses lebih lanjut. Sumber perkara ini mencakup laporan berbeda, sehingga mobil yang diamankan di Minsel tidak boleh begitu saja disamakan dengan Toyota Calya yang disebut dalam penangkapan SL. Yang jelas, pencarian barang bukti meluas melalui koordinasi dengan kepolisian setempat, sementara kendaraan akan diproses sesuai ketentuan hukum.

Penyelidikan harus menuntaskan jejak kendaraan
Perkembangan di Bone Bolango dan Minahasa Selatan memperlihatkan dua pekerjaan yang saling terkait tetapi perlu dicatat dengan cermat: mencari terduga pelaku dan mengamankan kendaraan yang diduga berhubungan dengan laporan. Kerja sama Polres Kotamobagu dengan Polres Bone Bolango membantu operasi di Tilongkabila, sedangkan koordinasi URC dengan Polsek Tompaso mendukung penelusuran di Minsel. Langkah berikutnya ialah mendalami perkara menurut ketentuan hukum, memeriksa kaitan barang bukti dengan laporan masing-masing, dan memastikan seluruh proses berjalan berdasarkan bukti. Kesimpulannya, penangkapan lintas daerah adalah kemajuan penyelidikan, bukan akhir pembuktian. Kejelasan mengenai bagaimana mobil dipinjam, diduga digadaikan, dan ditemukan akan menentukan apakah rangkaian perkara dapat dituntaskan secara akuntabel.






