Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Warisan Martha Tilaar: Dari Garasi ke Imperium Sariayu

Warisan Martha Tilaar: Dari Garasi ke Imperium Sariayu
Minat|Makeup

Kepergian Pendiri Sariayu dan Makna Besar di Balik Nama Martha Tilaar

Martha Tilaar adalah seorang entrepreneur Indonesia yang membangun Sariayu sebagai kosmetik lokal berbasis tradisi dan ilmu modern, mengubah cara perempuan memandang kecantikan sebagai perpaduan antara bahan alami, kearifan budaya, dan akses yang terjangkau di tengah dominasi produk impor. Kepergiannya pada 14 Oktober 2026 di usia 89 tahun bukan sekadar kabar duka, melainkan momen refleksi tentang bagaimana satu sosok bisa menggeser peta industri kecantikan nasional. Ia bukan hanya Martha Tilaar pendiri sebuah grup bisnis; ia adalah simbol bahwa merek lokal bisa berdiri sejajar dengan pemain global ketika berani bertumpu pada akar sendiri. Dalam konteks warisan industri kecantikan, nama Martha menandai transisi dari salon rumahan ke ekosistem multi-brand yang terstruktur, terdidik, dan berkarakter. Kepergian ini memaksa kita bertanya: apakah generasi baru pelaku usaha siap melanjutkan keberanian yang sama, atau sekadar menikmati reputasi yang sudah dibangun?

Warisan Martha Tilaar: Dari Garasi ke Imperium Sariayu

Dari Anak Sering Sakit ke Entrepreneur yang Mengandalkan Tradisi

Perjalanan Martha Handana, yang kemudian dikenal sebagai Martha Tilaar, berangkat dari masa kecil di Gombong sebagai anak yang sering sakit dan jauh dari gambaran calon pengusaha sukses. Ia dibesarkan dengan kebiasaan berjualan kalung, gelang, hingga mangga di depan rumah, latihan kecil yang ternyata melatih naluri dagangnya. Secara akademik ia mengaku bukan bintang kelas, namun tetap menyelesaikan studi sejarah dan kemudian beralih ke dunia kecantikan setelah dikritik ibunya karena penampilan yang dianggap “seperti boneka dakocan”. Di Amerika, ia belajar di Academy of Beauty Culture dan sempat bekerja di salon kampus, tetapi titik baliknya justru datang dari kritik pedas atas karya rias Geisha yang membuatnya sadar pentingnya menggali kekayaan bangsanya sendiri. Di Eropa, saran seorang pakar agar ia pulang dan meneliti jamu Indonesia menguatkan arah itu. Pilihan Martha untuk kembali ke akar tradisi bukan romantisme, melainkan strategi: ia melihat celah identitas yang belum diisi oleh kosmetik lokal dan memutuskan menempatinya dengan serius.

Warisan Martha Tilaar: Dari Garasi ke Imperium Sariayu

Garasi 6x4 Meter: Titik Lahir Imperium Sariayu

Warisan industri kecantikan yang kita kenal hari ini berawal dari ruang sempit: garasi 6x4 meter di rumah orang tuanya. Pada 3 Januari 1970, Martha membuka Martha’s Salon dari garasi itu, memadukan keterampilan kecantikan yang dipelajari di luar negeri dengan ramuan tradisional yang ia kumpulkan dari sesepuh, dukun beranak, dan lingkungan keraton. Keputusan penting berikutnya adalah menggandeng kalangan farmasi untuk membangun fondasi industri yang serius. Pada 1977, ia bekerja sama dengan Boenjamin Setiawan dan Theresia Harsini Setiady untuk mendirikan PT Martina Berto, yang meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertama. Di sini terlihat pola pikir entrepreneur Indonesia yang jarang dibicarakan: Martha tidak berhenti di salon jasa, ia mengubah pengetahuan menjadi produk, lalu produk menjadi merek. Sejak 1987, tren warna Sariayu yang terinspirasi budaya daerah dipublikasikan tiap tahun untuk menegaskan citra Sariayu kosmetik lokal yang berakar pada Nusantara, bukan sekadar meniru palet global.

Krisis 1998: Saat Konsumen Memilih Kosmetik Lokal

Kekuatan warisan Martha Tilaar baru tampak jelas ketika ekonomi goyah. Saat rupiah ambruk pada 1998 dan kosmetik impor terasa terlalu mahal bagi mayoritas orang, Sariayu tidak sekadar bertahan, tetapi tumbuh. Tren warna Pusako Minang dengan lipstik dua warna dalam satu kemasan bukan hanya inovasi estetika; ia menjawab kebutuhan praktis konsumen yang ingin fleksibilitas warna dengan biaya lebih masuk akal. Penjualan tren ini naik hampir 400 persen dan lipstik tersebut meraih penghargaan The Best National Product 1998 serta Crisis Product Award dari Mark Plus Inc. Kutipan yang pantas diingat dari periode itu adalah bahwa “pendapatan kosmetik lokal seperti Sariayu pun naik pesat” ketika merek global tersendat. Fakta ini menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap Sariayu kosmetik lokal bukan karena ketiadaan pilihan, tetapi karena relevansi: formula berbahan alam, harga yang lebih terjangkau, dan identitas budaya yang terasa dekat. Krisis menjadi bukti bahwa fondasi yang dibangun Martha tidak rapuh; ia justru menguat saat tekanan datang.

Martha Tilaar Group dan Tanggung Jawab Meneruskan Warisan

Hari ini, Martha Tilaar pendiri Martha Tilaar Group meninggalkan jaringan bisnis multi-brand yang menaungi kosmetik, perawatan tubuh, dan jamu. PT Martina Berto menjadi tulang punggung produksi dan pemasaran berbagai label, dari Sariayu hingga merek lain seperti Caring, Biokos, Belia, dan PAC. Namun warisan industri kecantikan yang ia tinggalkan lebih dari daftar merek: ia adalah kerangka berpikir bahwa kecantikan bisa menjadi medium diplomasi budaya dan pemberdayaan ekonomi sekaligus. Organisasi profesi kecantikan menempatkannya di Dewan Kehormatan dan memberi penghormatan atas dedikasinya, mengakui bahwa kontribusinya menginspirasi pelaku usaha dan tenaga profesional salon di seluruh negeri. Di titik ini, pertanyaannya bukan apakah warisan itu besar, melainkan apakah generasi penerus berani mempertahankan prinsipnya: mengangkat kekayaan alam dan tradisi lokal, memadukan dengan ilmu dan teknologi, serta tidak tergoda menjadikan merek lokal sekadar tiruan tren global. Jika jawaban atas pertanyaan itu lemah, maka kepergian Martha adalah peringatan; jika kuat, maka warisannya akan terus hidup di setiap produk yang lahir dari filosofi yang sama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!