Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bayi Sulit Menyusu Bukan Selalu Tongue Tie

Bayi Sulit Menyusu Bukan Selalu Tongue Tie
Minat|Pengetahuan Parenting

Tongue Tie Bukan Jawaban Setiap Bayi Sulit Menyusu

Tongue tie pada bayi adalah kondisi ketika jaringan bernama frenulum yang menghubungkan bagian bawah lidah dengan dasar mulut membatasi pergerakan lidah sehingga dapat mengganggu kemampuan bayi untuk melekat pada payudara, mengisap ASI, memindahkan ASI ke dalam mulut, dan menelannya dengan efektif.

Namun, menjadikan tongue tie sebagai kambing hitam setiap kali bayi sulit menyusu adalah langkah tergesa-gesa dan berisiko. Tongue tie memang bisa memengaruhi proses menyusui, tetapi bukan satu-satunya penyebab bayi sulit melekat pada payudara. Fokus hanya pada lidah membuat orang tua mudah terdorong pada tindakan medis yang mungkin tidak perlu, sementara akar masalah sebenarnya terlewat. Kesulitan menyusu bayi adalah sinyal yang harus dibaca secara utuh: dari cara bayi mengisap, posisi tubuh, hingga kondisi payudara ibu. Tanpa evaluasi menyeluruh, label “tongue tie pada bayi” malah bisa menyesatkan dan menambah kecemasan.

Bayi Sulit Menyusu Bukan Selalu Tongue Tie

Bagaimana Tongue Tie Bekerja dan Mengapa Tidak Selalu Bermasalah

Secara anatomi, tongue tie atau ankyloglossia terjadi ketika frenulum yang terlalu ketat atau pendek membatasi gerakan lidah. Padahal, lidah berperan penting dalam menyusui: membantu bayi membuka mulut lebar, melekat pada payudara, mengisap, memindahkan ASI ke dalam mulut, lalu menelannya. Jika pergerakan lidah benar-benar terbatas, proses menyusu dapat terganggu dan bayi sulit menyusu secara efektif.

Di sinilah letak kesalahpahaman yang sering terjadi: frenulum yang tampak pendek tidak otomatis berarti ada gangguan menyusu. Yang lebih penting adalah menilai apakah keterbatasan tersebut betul-betul mengganggu fungsi lidah saat menyusu. Ada bayi dengan tongue tie ringan yang tetap mampu menyusu baik, sementara bayi lain tanpa tongue tie bisa mengalami kesulitan menyusu bayi karena faktor lain. Menganggap semua frenulum “pendek” harus dipotong mengabaikan fakta bahwa tubuh bayi punya variasi normal yang cukup luas.

Tanda Bayi Sulit Menyusu dan Faktor Lain yang Sering Terlupakan

Bayi yang belum menyusu optimal biasanya menunjukkan pola yang cukup khas: kesulitan melekat pada payudara, sering terlepas saat menyusu, terdengar bunyi “klik”, menyusu dalam waktu lama, mudah lelah, atau masih tampak belum puas setelah menyusu. Pada ibu, kondisi ini sering disertai nyeri atau luka pada puting, dan dalam jangka lebih panjang kenaikan berat badan bayi menjadi kurang optimal.

Masalahnya, semua tanda kesulitan menyusu bayi ini tidak eksklusif milik tongue tie. Posisi dan pelekatan menyusu yang belum tepat adalah penyebab yang sangat sering terjadi. Selain itu, kelahiran prematur, bayi yang mudah mengantuk, hidung tersumbat, serta koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas yang belum matang juga dapat menyebabkan bayi sulit menyusu. Dari sisi ibu, bentuk puting, kondisi payudara, produksi ASI, dan aliran ASI yang terlalu cepat atau lambat turut memengaruhi proses menyusui. Seperti disampaikan dr. Viany Rehansyah, “Masalah menyusui bisa berasal dari bayi, ibu, atau kombinasi keduanya.”

Peran Konsultasi Laktasi: Jangan Langsung Minta Dipotong

Sebelum memutuskan tindakan pada frenulum, konsultasi laktasi bayi seharusnya menjadi langkah pertama, bukan pilihan terakhir. Dalam konsultasi laktasi, dokter atau konselor akan mengevaluasi posisi bayi, pelekatan pada payudara, pola isapan, proses menelan, kondisi rongga mulut, perpindahan ASI, serta pertumbuhan dan berat badan bayi. Pendekatan ini menempatkan tongue tie sebagai bagian dari gambaran besar, bukan satu-satunya fokus.

Pada banyak kasus, kesulitan menyusu bayi membaik setelah posisi dan pelekatan diperbaiki serta ibu mendapatkan pendampingan laktasi yang sesuai. Artinya, tidak semua bayi dengan tongue tie membutuhkan tindakan medis. Tindakan pada frenulum baru layak dipertimbangkan bila keterbatasan gerak lidah terbukti menimbulkan gangguan fungsi menyusu yang bermakna. Tanpa penilaian menyeluruh, tindakan pemotongan frenulum berisiko menjadi solusi cepat yang tidak menyentuh masalah utama dan menambah beban emosional orang tua.

Kapan Tongue Tie Perlu Ditangani dan Apa Alternatifnya?

Keputusan menangani tongue tie pada bayi tidak boleh didasarkan semata pada tampilan frenulum. Tindakan pada frenulum baru dipertimbangkan apabila keterbatasan gerak lidah terbukti menyebabkan gangguan fungsi menyusu yang bermakna, seperti bayi tidak mampu mempertahankan pelekatan, perpindahan ASI sangat buruk, dan kenaikan berat badan tidak memadai meski posisi dan pelekatan sudah diperbaiki.

Alternatif solusi untuk kesulitan menyusu bayi cukup luas: perbaikan posisi dan pelekatan, penyesuaian jadwal menyusu, mengatasi hidung tersumbat, memantau pola bangun-tidur bayi, hingga mendukung produksi dan aliran ASI ibu. Orang tua dianjurkan segera berkonsultasi bila bayi terus kesulitan melekat, sering terlepas, mudah lelah, menyusu lama tapi tetap tampak belum puas, atau sulit menaikkan berat badan, serta bila ibu mengalami nyeri atau luka puting berulang. Kesimpulannya, tongue tie adalah salah satu kemungkinan, bukan vonis otomatis. Yang lebih penting adalah keberanian orang tua untuk mencari evaluasi menyeluruh sebelum menyetujui intervensi medis apa pun.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!