Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bayi Cepat Lelah saat Menyusu? Kenali Tanda PJB

Bayi Cepat Lelah saat Menyusu? Kenali Tanda PJB
Minat|Pengetahuan Parenting

Perubahan saat menyusu jangan dianggap sepele

Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan pada struktur jantung atau pembuluh darah besar yang terbentuk ketika bayi masih berkembang di dalam kandungan, dengan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap anak. Karena menyusu membutuhkan tenaga, sebagian bayi dengan kelainan jantung bisa cepat kehabisan energi saat minum. Perhatikan jika bayi lelah saat menyusu, berkali-kali berhenti untuk mengambil napas, bernapas lebih cepat, atau berkeringat berlebihan. Kebiasaan tersebut mudah dikira sebagai variasi perilaku biasa, tetapi jika berulang, jangan menunggu sampai bayi tampak sangat sakit untuk meminta penilaian tenaga medis. Dr. Anisa Rahmadhany, konsultan jantung anak, menyebut tanda PJB pada bayi dapat baru terlihat beberapa minggu atau bulan setelah lahir, termasuk cepat lelah saat menyusu dan napas yang lebih cepat. Tanda-tanda ini tidak memastikan bayi mengalami PJB, tetapi cukup menjadi alasan untuk memeriksakan kondisinya.

Bayi Cepat Lelah saat Menyusu? Kenali Tanda PJB

Berat badan dan kondisi lahir bukan jaminan

Sulit menaikkan berat badan atau pertumbuhan yang lebih lambat dari harapan juga patut dibahas dengan dokter. Bayi yang kesulitan menyusu mungkin tidak memperoleh asupan yang cukup, sementara kelainan jantung dapat membuat aktivitas minum menguras tenaga; penyebabnya perlu ditentukan lewat pemeriksaan, bukan dugaan orang tua semata. Kenaikan berat badan yang kurang optimal dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi kesehatan bayi. Jangan pula menganggap bayi pasti bebas PJB hanya karena lahir dengan tangisan kuat dan skor Apgar normal. Apgar menilai kondisi umum pada menit-menit pertama kehidupan, bukan struktur jantung, sehingga hasil normal tidak menyingkirkan kelainan jantung bawaan. Segera cari pertolongan medis jika bayi kesulitan bernapas, bibir atau lidahnya tampak kebiruan, atau kondisi umumnya memburuk. Pemeriksaan cepat lebih aman daripada menunggu gejala reda sendiri.

Skrining dini memberi peluang penanganan lebih baik

Sekitar 50.000 bayi diperkirakan lahir dengan PJB di Indonesia setiap tahun, dan gejalanya pada sebagian kasus baru muncul beberapa minggu atau bulan kemudian. Pada Senin, 26 Oktober 2026, Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi IDAI, Dr. Rizky Adriansyah, menyebut sekitar 5 juta bayi lahir setiap tahun di Indonesia dan sekitar 50 ribu diduga mengalami PJB—kira-kira satu dari 100 kelahiran. Ia juga menyatakan kapasitas penanganan baru mencakup sekitar 20 persen kasus karena kekurangan tenaga kesehatan. Keterbatasan ini membuat deteksi dini kelainan jantung semakin penting. Pemeriksaan setelah lahir dapat dilengkapi pengukuran saturasi oksigen dengan oksimeter pada tangan kanan dan salah satu kaki. Jika hasil skrining tidak normal atau dokter mencurigai kelainan, ekokardiografi dapat disarankan. Pemeriksaan berkala dan tindak lanjut segera memberi peluang penanganan lebih optimal; menurut Dr. Anisa, deteksi dan penanganan dini dapat membantu anak dengan PJB tumbuh dan menjalani hidup lebih baik.

Bayi Cepat Lelah saat Menyusu? Kenali Tanda PJB

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!