Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Forum IMT-GT: Panggung Emas Promosi Pariwisata Regional

Forum IMT-GT: Panggung Emas Promosi Pariwisata Regional
Minat|Destinasi Luar Negeri

Forum multilateral sebagai mesin baru promosi pariwisata regional

Forum internasional wisata adalah ajang pertemuan lintas negara yang dimanfaatkan pemerintah daerah dan pelaku industri untuk memperkuat promosi pariwisata regional, menegaskan posisi destinasi wisata lokal di hadapan delegasi mancanegara dan investor, serta membangun kerja sama strategis yang terkoordinasi agar aliran wisatawan dan transaksi ekonomi tidak lagi bergantung pada promosi individual yang sporadis. Dalam konteks ini, Forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) dan event seperti MATTA Fair menjadi panggung emas, bukan sekadar seremoni, melainkan ruang tawar-menawar kepentingan ekonomi kreatif, jaringan geopark, dan pemasaran wisata strategis lintas batas. Pemanfaatan forum semacam ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah mulai memahami bahwa kredibilitas di pasar internasional lahir dari kolaborasi, konsistensi, dan narasi regional yang utuh—bukan dari brosur destinasi yang berdiri sendiri tanpa dukungan struktur multilateral.

Sumatera Utara: dari tuan rumah forum ke pemain utama geopark

Penyelenggaraan Forum IMT-GT ke-32 di Medan dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memperkuat promosi pariwisata daerah dan memperkenalkan potensi destinasi Sumut kepada delegasi mancanegara. Ini bukan sekadar etalase budaya, tetapi langkah sadar memposisikan Sumut sebagai simpul penting dalam promosi pariwisata regional. Forum yang berlangsung pada 7–10 September 2026 menjadi momentum mendorong kerja sama pariwisata lintas negara, termasuk pengembangan wisata tematik dan penguatan jaringan Geopark. Salah satu bentuknya adalah penguatan potensi dan sertifikasi jaringan Geopark antara Samosir (Danau Toba) dan Langkawi, Malaysia. Ketika para menteri perekonomian, pejabat tinggi, pimpinan asosiasi bisnis, dan ratusan pelaku usaha berkunjung ke Sumut, pemerintah daerah dihadapkan pada tanggung jawab: menjadikan tiap sesi agenda forum sebagai "sales pitch" terukur untuk destinasi wisata lokal, bukan hanya pidato protokoler. Di sinilah promosi pariwisata regional bertemu dengan diplomasi ekonomi, menjadikan geopark dan wisata tematik sebagai bahasa bersama yang dipahami pembuat keputusan internasional.

NTB di MATTA Fair: menguji strategi pemasaran wisata strategis ke pasar regional

Sementara Sumut mengoptimalkan forum IMT-GT, pelaku industri pariwisata NTB memilih jalur langsung ke pasar: mengikuti kegiatan table top dan MATTA Fair Malaysia sebagai bagian dari rangkaian promosi pariwisata NTB untuk mempertemukan pelaku industri daerah dengan pasar Malaysia. NTB membawa 12 seller dari hotel dan agen perjalanan untuk bertemu sekitar 60 buyer dari Kuala Lumpur, menawarkan paket Lombok dan Sumbawa dengan bidikan transaksi sekitar Rp30 miliar dari seluruh rangkaian promosi tersebut. Kutipan pentingnya jelas: "Pihaknya menargetkan transaksi sekitar Rp5 miliar. Sementara pada MATTA Fair yang berlangsung 4–6 September, target transaksi ... Rp25 miliar". Strategi pemasaran wisata strategis yang mereka jalankan tidak berhenti pada destinasi populer. Wisata hiu paus di Sumbawa, surfing di Bangko-Bangko dan Lakey, Desa Wisata Kembang Kuning, serta beragam gili di Lombok sengaja diangkat sebagai produk unggulan baru yang belum banyak diketahui agen Malaysia. Ini menunjukkan kesadaran bahwa promosi pariwisata regional harus mampu menggabungkan magnet destinasi mainstream dengan kejutan produk niche agar pasar tidak jenuh.

Elemen Strategi NTBFokusTujuan
Table top dengan buyer Kuala LumpurPertemuan langsung seller–buyerMengamankan transaksi konkret dan jaringan distribusi
Partisipasi di MATTA Fair MalaysiaEksposur ke pasar regionalMemperluas pengenalan Lombok dan Sumbawa sebagai destinasi mendunia
Promosi destinasi baru (hiu paus, surfing, desa wisata)Diversifikasi produkMenarik segmen wisatawan yang lebih spesifik dan berdaya belanja tinggi
Forum IMT-GT: Panggung Emas Promosi Pariwisata Regional

Dari promosi individual ke pendekatan regional yang terkoordinasi

Ada pola yang mulai tampak: pemerintah daerah dan pelaku industri bergeser dari promosi destinasi wisata lokal secara terpisah ke promosi pariwisata regional yang terkoordinasi. Di NTB, kegiatan table top dan partisipasi MATTA Fair adalah bentuk kolaborasi antara Dinas Pariwisata, BPPD NTB dan asosiasi pariwisata dalam mempromosikan Lombok dan Sumbawa di luar negeri. Di Sumut, kerja sama pariwisata sub-regional IMT-GT berjalan berkala dengan program joint promotion wisata tematik lintas negara dan peningkatan kapasitas layanan industri pariwisata. Rangkaian PTM IMT-GT ke-32 yang dihadiri menteri perekonomian, pejabat tingkat tinggi, pimpinan asosiasi bisnis dan ratusan pelaku usaha menunjukkan bahwa promosi destinasi sudah ditempatkan dalam ekosistem kebijakan dan investasi yang lebih besar. Kolaborasi antar daerah lewat forum multilateral meningkatkan visibilitas dan kredibilitas karena destinasi tidak lagi tampil sendirian, melainkan sebagai bagian dari koridor pariwisata yang saling menyambung. Bagi investor, struktur seperti ini jauh lebih meyakinkan dibanding promosi yang berdiri tanpa jejaring.

Kesimpulan: saatnya menjadikan forum internasional wisata sebagai etalase investor

Jika melihat langkah Sumut di Forum IMT-GT dan NTB di MATTA Fair, satu pelajaran penting mengemuka: forum internasional wisata tidak boleh diperlakukan sebagai agenda seremonial, melainkan etalase serius bagi wisatawan dan investor. NTB sudah mengikat target transaksi Rp30 miliar dan merencanakan lebih banyak promosi ke China, Korea, Eropa dan Amerika pada 2027, sementara Sumut memakai forum IMT-GT untuk mendorong kerja sama wisata tematik dan jaringan geopark lintas negara. Keduanya memperlihatkan bahwa promosi pariwisata regional efektif ketika didukung kolaborasi, data pasar yang jelas, dan narasi destinasi yang terhubung satu sama lain. Ke depan, daerah yang masih bertahan dengan pola promosi individual akan tertinggal. Wisatawan dan investor mencari ekosistem, bukan titik tunggal. Menguasai panggung forum multilateral berarti mengambil posisi di peta pariwisata internasional sebelum orang lain menuliskan cerita yang berbeda tentang destinasi kita.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!