Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pyrimidenafil di Jamu Stamina: Alarm Serius dan Cara Memilih Suplemen Herbal Aman

Pyrimidenafil di Jamu Stamina: Alarm Serius dan Cara Memilih Suplemen Herbal Aman
Minat|Memilih Bahan Makanan

Pyrimidenafil di Jamu Stamina: Mengapa Ini Ancaman Serius

Pyrimidenafil dalam jamu stamina adalah penggunaan bahan kimia obat terlarang berkategori BKO di dalam produk herbal yang diklaim alami, namun diam-diam disisipi senyawa sintetis berkekuatan obat fungsi ereksi tanpa informasi dosis, efek samping, dan risiko interaksi bagi konsumen. BPOM menemukan bahan kimia obat (BKO) pyrimidenafil yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya di produk obat bahan alam, khususnya jamu dengan klaim stamina pria. Pyrimidenafil bekerja sebagai penghambat enzim fosfodiesterase-5 (PDE5) dengan mekanisme serupa obat disfungsi ereksi seperti sildenafil, yang meningkatkan aliran darah dan dapat memberi efek peningkatan fungsi seksual pria. BKO adalah senyawa dengan aktivitas farmakologis yang tidak boleh ditambahkan ke dalam obat bahan alam, tetapi tetap disisipkan melalui modus adulterasi, yaitu mengganti atau menambah senyawa kimia lain yang memiliki efek mirip dengan struktur kimia berbeda untuk mengelabui pengawasan.

Pyrimidenafil di Jamu Stamina: Alarm Serius dan Cara Memilih Suplemen Herbal Aman

Tiga Produk Terkontaminasi: EXIE, YUBOKKI, DURAMAX dan Pola Adulterasi

Temuan pyrimidenafil tidak berdiri sendiri; BPOM menemukan senyawa ini pada tiga produk jamu stamina pria, yaitu EXIE, YUBOKKI, dan DURAMAX yang diproduksi oleh PT Bintang Kupu-Kupu, Tangerang. Temuan ini bagian dari pola adulterasi yang berkembang, di mana produsen nakal mengganti atau menambah bahan kimia obat terlarang lain yang masih satu aktivitas farmakologis, tapi dengan struktur kimia berbeda, untuk menghindari terdeteksi dalam pengujian rutin. Selama ini, BKO yang sering disisipkan di jamu stamina adalah sildenafil dan tadalafil. Fakta bahwa sekarang muncul pyrimidenafil menunjukkan pelaku terus bereksperimen dengan analog baru demi mempertahankan klaim efek instan. Kepala BPOM menegaskan temuan ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan praktik penambahan BKO ilegal di obat bahan alam masih terus terjadi dan kian canggih.

Risiko Kesehatan: Ketika ‘Herbal’ Menyembunyikan Obat Kuat

Pyrimidenafil bukan sekadar nama kimia; ia mewakili risiko kesehatan nyata ketika dikonsumsi tanpa pengawasan medis. Sebagai penghambat PDE5, efeknya mirip obat terapi disfungsi ereksi sehingga berpotensi menimbulkan efek samping signifikan, terutama bila digunakan pada orang dengan penyakit kardiovaskular atau yang sedang mengonsumsi obat lain. Keberadaan bahan kimia obat terlarang yang tidak diinformasikan kepada konsumen berarti pengguna menelan zat berkekuatan obat tanpa mengetahui jenis, jumlah, dosis, kontraindikasi, maupun kemungkinan interaksinya dengan obat atau bahan lain yang sedang dikonsumsi. Ini membuka peluang terjadinya gangguan serius, mulai dari reaksi obat tak terduga hingga kombinasi berbahaya dengan terapi lain. Temuan ini juga menunjukkan bahwa 35 item obat bahan alam tanpa izin edar yang mengandung BKO masih beredar di pasar, memperbesar peluang masyarakat terpapar risiko serupa.

Tindakan BPOM dan Arti Penting Pengawasan terhadap Jamu Stamina

BPOM tidak berhenti pada sekadar temuan; terhadap tiga produk yang terbukti mengandung pyrimidenafil, lembaga ini mencabut izin edar sebagai bentuk tindakan tegas. Untuk 35 item obat bahan alam tanpa izin edar yang mengandung BKO, BPOM melakukan tindak lanjut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengawasan diperluas, mencakup penelusuran penggunaan pyrimidenafil maupun BKO jenis baru lainnya, baik pada produk yang dipasarkan luring maupun melalui kanal daring. Menurut Kepala BPOM, temuan pyrimidenafil adalah sinyal bahwa modus penambahan BKO semakin berkembang dan pelaku berusaha mengelabui sistem pengujian yang ada. Di sisi lain, temuan ini juga membuktikan kemampuan laboratorium yang terus ditingkatkan, dengan metode analisis dan cakupan pengujian yang diperluas untuk menangkap senyawa baru, analog, maupun turunannya yang disisipkan secara ilegal ke dalam produk herbal.

Pelajaran untuk Konsumen: Jangan Gampang Percaya Klaim ‘Herbal Alami’

Temuan pyrimidenafil dalam EXIE, YUBOKKI, dan DURAMAX adalah peringatan keras bahwa label “herbal” tidak otomatis berarti aman. Di balik kemasan jamu stamina yang mengklaim bahan alam, pelaku nakal bisa menyisipkan bahan kimia obat terlarang demi memberikan efek cepat. Temuan bahwa praktik penambahan BKO masih terus terjadi menunjukkan konsumen tidak boleh pasif; mereka perlu kritis terhadap janji khasiat instan dan klaim stamina yang berlebihan. Tanpa informasi jelas tentang BKO yang disisipkan, konsumen mengonsumsi zat berkekuatan obat tanpa tahu batas aman, kontraindikasi, dan risiko interaksi dengan obat lain. Tindakan BPOM yang membatalkan izin edar dan terus menelusuri BKO baru adalah tameng pertama, tetapi garis pertahanan terakhir tetap ada pada sikap waspada masyarakat dalam memilih dan menggunakan produk jamu stamina yang mengaku alami.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!