Inovasi yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari
Inovasi pelajar berbasis teknologi adalah solusi yang dirancang anak muda dengan menggabungkan pengetahuan, perangkat digital, dan pemahaman terhadap masalah nyata untuk memberi manfaat bagi masyarakat. Prinsip itu terlihat pada pemenang Samsung Solve for Tomorrow 2026, kompetisi STEM yang diumumkan di Jakarta: AeroSpora dari siswa SMA Negeri 81 Jakarta menang di kategori SMA, sedangkan NovaSight dari tim I-SEUNG Universitas Komputer Indonesia menang di kategori perguruan tinggi. Kemenangan mereka menarik bukan semata karena ada lumut pintar dan AI, melainkan karena kedua tim memulai dari hambatan yang dialami orang sehari-hari. AeroSpora menanggapi kualitas udara, sementara NovaSight berupaya membuka akses belajar matematika bagi siswa tunanetra. Inovasi siswa SMA ini memberi contoh yang patut diperhatikan: teknologi menjadi lebih berarti saat tujuan utamanya bukan memamerkan kecanggihan, tetapi menjawab kebutuhan yang jelas.
Skala kompetisinya juga mengisyaratkan besarnya minat terhadap pendekatan tersebut. Lebih dari 4.000 orang mendaftar, dan 2.600 peserta mengikuti lokakarya Design Thinking untuk mengenali masalah serta memahami kebutuhan pengguna.

AeroSpora: lumut, sensor, dan pemantauan udara
AeroSpora dinding lumut karya tim BryotechAlpha memadukan lumut Leucobryum glaucum dengan sensor, Internet of Things, dan teknologi berbasis AI. Gagasannya berangkat dari paparan PM2.5 di kawasan perkotaan serta keterbatasan air purifier konvensional yang dinilai relatif mahal dan menggunakan filter sintetis yang berpotensi menambah limbah. Sistemnya memantau suhu, kelembapan udara, kondisi media tanam, dan debu PM2.5 secara waktu nyata. Mikrokontroler ESP32-S3 menjalankan model TinyML untuk memperkirakan risiko lumut mengering; pengabutan otomatis dapat membantu menjaga kelembapannya, dengan air kondensasi dari AC sebagai sumber air. Data ditampilkan melalui V.E.R.A, stasiun pemantau yang memanfaatkan tablet bekas dan dilengkapi chatbot edukasi. Rancangan berukuran sekitar 120 x 50 cm ini memakai daya 15–25 watt dan ditujukan untuk ruangan sekitar 50–80 m². Namun, angka rancangan bukan bukti efektivitas: kemampuan mengurangi polutan tetap perlu diuji secara terukur.
Nilai AeroSpora ada pada perpaduan fungsi dan kesadaran lingkungan, bukan klaim bahwa lumut otomatis menggantikan alat penyaring lain. Tim ingin proyek ini berkembang di berbagai kota dan menyatakan akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk mendorong penerapannya sebagai bagian dari kota hijau. Langkah berikutnya semestinya mencakup pengujian kinerja, ketahanan lumut, serta kebutuhan perawatan dalam kondisi penggunaan nyata.

NovaSight membawa aksesibilitas ke pelajaran matematika
NovaSight menunjukkan bahwa AI juga dapat dipakai untuk mengatasi hambatan sosial, bukan hanya mengotomatisasi pekerjaan. Tim I-SEUNG merancang aplikasi pembelajaran matematika setelah mengidentifikasi kesulitan siswa tunanetra memahami grafik, diagram, dan materi visual, sekaligus tantangan guru dalam menilai proses pengerjaan soal. Salah satu fiturnya, Annoter, mengubah modul matematika menjadi narasi teks yang dapat diakses melalui pembaca layar. Scriber membantu siswa mencatat langkah penyelesaian soal lewat papan ketik yang kompatibel dengan teknologi tersebut. Dalam uji coba yang disampaikan tim, siswa tunanetra menjawab empat dari lima soal secara mandiri dalam 15 menit tanpa pendampingan guru. Hasil itu menjanjikan, tetapi belum cukup untuk membuktikan keberhasilan pada semua materi atau pengguna. Kemenangan kompetisi memberi dorongan bagi tim untuk menyempurnakan NovaSight dan menjangkau lebih banyak siswa.
Potensi besar, tetapi dampak harus dibuktikan
AeroSpora dan NovaSight memperlihatkan dua arah yang kuat bagi teknologi pelajar: merespons tekanan lingkungan dan memperluas kesempatan belajar. Keduanya juga mengingatkan bahwa inovasi tidak harus dimulai dari perangkat mahal atau gagasan rumit. Namun, kemenangan Solve for Tomorrow sebaiknya menjadi awal, bukan garis akhir. AeroSpora memerlukan pengukuran independen tentang penurunan partikel dan keandalan perawatan; NovaSight perlu diuji bersama lebih banyak siswa dan guru dengan kebutuhan yang beragam. Jika pengembangan berlanjut bersama pengguna, sekolah, dan mitra yang tepat, prototipe dapat berkembang menjadi solusi yang berguna di luar panggung kompetisi. Inilah pelajaran terpenting dari kedua tim: teknologi berbasis AI dan perangkat sederhana punya potensi sosial ketika dibangun dari masalah yang nyata, lalu diuji dan disempurnakan dengan disiplin.







