Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sekolah Sehat Dimulai dari Kantin dan Kebiasaan Bergerak

Sekolah Sehat Dimulai dari Kantin dan Kebiasaan Bergerak
Minat|Gaya Hidup Sehat

Kantin menjadi ruang belajar sehari-hari

Program sekolah sehat adalah upaya terencana yang mengubah pengetahuan siswa sekaligus lingkungan makan dan bergerak agar pilihan sehat menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar pesan sesaat. Karena itu, membenahi kantin sama pentingnya dengan memberi ceramah tentang gizi: siswa berhadapan dengan pilihan makanan setiap hari, bukan hanya saat penyuluhan. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, MAN 3 Bantul mengadakan sosialisasi jajanan sehat untuk siswa dan pengelola kantin dengan menghadirkan ahli gizi Merita Eka sebagai narasumber. Ia membahas pentingnya jajanan yang higienis dan bergizi seimbang, serta memperingatkan tentang bahan tambahan pangan berbahaya, termasuk pewarna tekstil dan penggunaan pengawet berlebihan. Bagi siswa, taruhannya bukan hanya kesehatan jangka panjang: jajanan tidak sehat juga dapat mengganggu konsentrasi belajar. Kepala madrasah menempatkan kantin sebagai ruang edukasi gizi, sekaligus mendorong pengelola menyediakan makanan aman, bersih, dan bergizi.

Sekolah Sehat Dimulai dari Kantin dan Kebiasaan Bergerak

Angka kesehatan membuat perubahan mendesak

Sosialisasi saja tidak cukup jika pilihan sehari-hari tetap mendorong pola makan buruk dan kebiasaan duduk terlalu lama. Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat kelebihan berat badan pada 16,2 persen remaja usia 13–15 tahun dan 12,1 persen kelompok usia 16–18 tahun. Survei yang sama menunjukkan 58 persen anak usia 10–14 tahun dan 50,4 persen remaja usia 15–19 tahun kurang aktif secara fisik. Sementara itu, 47,5 persen masyarakat mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali sehari. Organisasi Kesehatan Dunia menganjurkan anak dan remaja beraktivitas fisik sedikitnya 60 menit setiap hari. Menanggapi tantangan tersebut, Nutrifood dan Pemerintah Kota Malang meluncurkan Program Sekolah Sehat HiLo pada 29 Oktober 2026. Program tiga bulan ini menyasar lima SMP dan melibatkan siswa, guru, orang tua, serta pengelola kantin. Skala itu memberi kesempatan untuk menguji perubahan di lingkungan sekolah, bukan hanya menyampaikan imbauan.

Kebiasaan berubah jika ekosistem ikut berubah

Kekuatan pendekatan Malang terletak pada empat pilar yang saling mendukung: mendorong siswa aktif bergerak, menyiapkan guru sebagai penggerak budaya sehat dan ramah lingkungan, memperbaiki pilihan konsumsi di kantin, serta memakai media pembelajaran untuk menjaga pesan tetap hadir dalam kegiatan sekolah. Inilah bentuk edukasi gizi siswa yang lebih masuk akal: pengetahuan tentang makanan seimbang harus bertemu dengan kantin sekolah bergizi dan kesempatan nyata untuk bergerak. Aktivitas fisik remaja tidak akan meningkat hanya karena poster jika rutinitas sekolah tidak menyediakan ruang dan dorongan untuk aktif. Pelaksanaannya pun menuntut kerja bersama. Program HiLo didukung dinas kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, serta lingkungan hidup Kota Malang. Namun, tiga bulan adalah masa pelaksanaan, bukan bukti bahwa perilaku sudah berubah permanen. Sekolah perlu melihat apakah pilihan makanan dan kegiatan fisik bertahan setelah program selesai. Langkah MAN 3 Bantul menuju kantin sehat dan kolaborasi Malang sama-sama menunjukkan arah yang tepat: gaya hidup sehat sekolah tumbuh ketika siswa, pengelola kantin, guru, keluarga, pemerintah, dan mitra swasta ikut bertanggung jawab.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!