Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Potensi Panas Bumi Besar, tetapi Jalan Menuju Puncak Masih Panjang

Potensi Panas Bumi Besar, tetapi Jalan Menuju Puncak Masih Panjang
Minat|Asia Tenggara

Potensi bukan listrik yang siap disalurkan

Energi panas bumi adalah energi yang berasal dari panas di dalam bumi dan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik melalui pembangkit yang mengubah uap atau fluida panas menjadi gerak turbin. ESDM mencatat potensi panas bumi Indonesia sebesar 23.202,77 MW, sementara kapasitas pembangkit terpasang mencapai 2.776,39 MW. Pemanfaatannya disebut baru 11,6 persen dari total potensi. Angka itu menggambarkan jurang antara sumber daya dan pembangkit yang benar-benar tersedia, bukan listrik yang bisa langsung diproduksi dari seluruh potensi. Pengembang harus mengeksplorasi lokasi dan mengkaji reservoir, temperatur, serta kemampuan fluida atau uap menggerakkan turbin. Karena itu, kapasitas listrik geothermal tidak bisa disamakan dengan angka potensi. Meski begitu, panas bumi tetap termasuk energi terbarukan potensial: pembangkitnya dapat memperluas pasokan listrik dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pemanfaatan panas juga bisa mendukung pengeringan kopi, memangkas proses yang biasanya 30–45 hari menjadi 3–10 hari.

Kesenjangan itu berakar pada risiko proyek

Besarnya potensi geologis belum menghapus ketidakpastian di lapangan. Sebelum membangun pembangkit, pengembang harus membuktikan bahwa karakteristik reservoir memungkinkan proyek layak secara teknis. Tahap eksplorasi membutuhkan investasi, tetapi hasilnya belum tentu menjanjikan pembangkit yang dapat dikembangkan. Sesudahnya masih ada pembiayaan pengeboran, fasilitas produksi, dan pembangkit. Itu sebabnya potensi besar tidak otomatis berubah menjadi kapasitas terpasang dalam waktu singkat. Kepastian regulasi dan skema pembiayaan juga menentukan apakah proyek bisa bergerak dari kajian menuju konstruksi. Hambatan ini seharusnya dipandang sebagai pekerjaan kebijakan, bukan alasan untuk puas dengan angka potensi. Pemerintah perlu membuat tahapan perizinan dan kepastian proyek lebih jelas, sementara pengembang memerlukan informasi sumber daya yang cukup untuk mengambil keputusan. Tanpa pembagian risiko dan kepastian yang lebih baik, lokasi menjanjikan pun bisa tertahan sebelum pengeboran dimulai.

Potensi Panas Bumi Besar, tetapi Jalan Menuju Puncak Masih Panjang

Jaringan listrik menentukan arti sebuah pembangkit

Pembangkit tidak berguna bagi konsumen jika listriknya tak dapat disalurkan. Ketersediaan jaringan dan kebutuhan listrik di wilayah pengembangan ikut menentukan perencanaan proyek. Karena itu, infrastruktur pendukung mesti dirancang sejalan dengan eksplorasi dan pembangunan PLTP, bukan menyusul setelah pembangkit selesai. Koordinasi antara pemerintah dan pelaku industri juga penting agar perizinan, pendanaan, konstruksi, dan operasi tidak berjalan sendiri-sendiri. Geografi memberi modal sekaligus tantangan: Indonesia berada di kawasan cincin api atau Ring of Fire, yang memiliki aktivitas geologi tinggi akibat pergerakan lempeng tektonik. Keunggulan geologis ini membuat peluang pengembangan menarik, tetapi tidak menggantikan kebutuhan akan jaringan dan proyek yang layak. Prioritas semestinya bukan sekadar membuka sebanyak mungkin lokasi, melainkan memilih proyek yang sumber dayanya teruji dan dapat dihubungkan dengan sistem kelistrikan. Di situlah potensi mulai memberi manfaat nyata bagi pengguna.

Peluang mengejar posisi puncak masih terbuka

Persaingan dengan Amerika Serikat menunjukkan bahwa posisi global perlu dibaca dengan cermat. Dalam seri data kapasitas terpasang tahun 2025 dari IRENA yang diolah Our World in Data, kapasitas Indonesia tercatat 2.744 MW dan Amerika Serikat 2.696 MW; menurut seri itu, Indonesia sudah sedikit lebih tinggi. Namun, perbedaan tahun dan sumber data dapat menghasilkan peringkat berbeda, sehingga satu angka tidak cukup untuk menyatakan kepemimpinan yang mapan. Posisi nomor satu harus ditopang penambahan kapasitas yang berkelanjutan, pembangkit yang andal, kepastian investasi, dan penerimaan masyarakat. Inilah ukuran yang lebih penting daripada sekadar mengumumkan ambisi. Peluang menuju kepemimpinan energi dunia tetap terbuka, tetapi tidak otomatis terwujud karena besarnya sumber daya. Kesimpulannya jelas: percepat proyek yang layak, pastikan jaringan siap, dan benahi kepastian regulasi serta pembiayaan. Jika hambatan itu tak ditangani bersama, potensi 23.202,77 MW akan tetap menjadi peluang di atas kertas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!