Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

BRT dan Ujian Komunikasi di Tengah Kemacetan

BRT dan Ujian Komunikasi di Tengah Kemacetan
Minat|Asia Tenggara

Informasi yang tertinggal dari pembangunan

BRT Bandung Raya adalah sistem bus angkutan umum yang disiapkan dengan halte dan jalur khusus untuk mendorong warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Namun, pembangunan infrastrukturnya kini lebih terasa oleh pengendara sebagai penyempitan jalan daripada sebagai layanan masa depan. Pemerintah Kota Bandung mengakui informasi proyek belum menjangkau masyarakat secara luas, terutama mengenai potensi kemacetan, lokasi pekerjaan, tahapan konstruksi, dan gangguan lalu lintas. Wali Kota Muhammad Farhan menyebut sosialisasi sebelumnya lebih banyak menyasar pedagang kaki lima yang terdampak langsung; penjelasan bagi pengguna jalan masih menjadi pekerjaan rumah. Ia meminta tim BRT memperluas sosialisasi dalam sepekan ke depan. Pengakuan ini penting, tetapi memperlihatkan ketimpangan: pembangunan terlihat di jalan, sedangkan informasi yang membantu warga merencanakan perjalanan belum hadir dengan jangkauan setara.

Empat puluh empat halte, gangguan yang terasa setiap hari

Skala proyek membuat kebutuhan komunikasi makin mendesak: terdapat 44 halte yang dibangun, terdiri dari 10 halte di tengah jalan dan 34 di pinggir jalan. Di Jalan Otista, halte bus rapid transit yang dikerjakan di tengah jalan, tepat di depan Pasar Baru, membuat kendaraan harus melintas di sisi area proyek. Dewi, warga Cimahi, mengeluhkan perjalanan terhambat dan penerangan yang minim saat melintas malam hari; ia merasa perlu lebih berhati-hati. Keluhan serupa datang dari Rahma, yang mengatakan galian dan beberapa halte sepanjang perjalanan dari Cimahi turut mengganggu kenyamanan. Pekerjaan menggunakan ruang jalan dan mempersempit area yang dapat dilalui kendaraan, sehingga kemacetan pembangunan infrastruktur bukan kekhawatiran abstrak, khususnya di ruas padat pada jam sibuk. Tahap berikutnya direncanakan berlangsung di Jalan Ahmad Yani, Asia Afrika, Jenderal Sudirman, Jalan Rajawali, hingga kawasan Pasar Baru.

Jalur khusus perlu dijelaskan bersama manfaatnya

Masalah sosialisasi transportasi publik bukan sekadar kurangnya pengumuman bahwa jalan sedang dikerjakan. Jalur khusus BRT akan mengubah pengaturan arus kendaraan di sejumlah ruas, tetapi dampak perubahan itu belum diterangkan secara memadai kepada semua pengguna jalan. Akibatnya, warga menanggung gangguan sekarang tanpa cukup bekal untuk memahami rute terdampak, tahapan pekerjaan, atau alasan rekayasa lalu lintas. Farhan meminta Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika memperluas penyampaian informasi. Langkah itu seharusnya berarti peta pekerjaan yang mudah ditemukan, jadwal pembaruan, serta penjelasan perubahan arus sebelum pekerjaan bergeser ke ruas berikutnya. Warga juga perlu memahami manfaat jangka panjang: pemerintah menargetkan semakin banyak orang beralih ke angkutan umum pada Oktober 2027, dengan halte dan jalur khusus yang mendukung perjalanan sehari-hari. Tanpa komunikasi yang konsisten, tujuan tersebut berisiko kalah oleh pengalaman harian yang mengecewakan. Pembangunan boleh mengganggu sementara, tetapi ketidakjelasan tidak seharusnya ikut menjadi bagian dari proyek.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!