Putusan: menarik untuk produktivitas, bukan pengganti universal
iPhone Duo adalah ponsel lipat yang menggabungkan layar luar untuk pemakaian cepat dengan layar dalam berukuran besar untuk membaca, menonton, dan menjalankan dua aplikasi berdampingan. Setelah dipakai, kesimpulannya cukup jelas: layar lipat iPhone memberi manfaat yang terasa bagi pengguna yang sering berpindah antara konten dan tugas, tetapi belum membuat pengalaman iPhone biasa terasa usang. Harga mulai Rp45.678.910 untuk kapasitas 256 GB membuatnya lebih masuk akal bagi pengguna yang memang akan memanfaatkan layar tambahan setiap hari. Jika kebutuhan utama adalah memotret dengan fleksibel, mengetik lama di layar luar, atau memakai ponsel satu tangan, iPhone 17 Pro Max masih lebih praktis. Peralihan dari Pro Max bukan sekadar mendapat layar lebih besar; kebiasaan memakai perangkat ikut berubah, dan ada kompromi yang harus diterima.

Layar lipat mengubah kebiasaan, dengan batas yang jelas
Setelah terbiasa dengan iPhone 17 Pro Max yang memanjang dan selalu dipakai pada satu layar datar, bentuk Duo yang pendek dan lebar saat tertutup terasa berbeda sejak pertama digenggam. Layar luar 5,38 inci nyaman untuk mengecek pesan dan notifikasi, tetapi terasa sempit untuk mengetik panjang. Saat dibuka, layar utama 7,58 inci memberi ruang lebih lega untuk membaca dan menonton; membaca bahkan terasa lebih alami seperti membuka buku. Panel dalam dan luar masing-masing berukuran sekitar 7,6 dan 5,4 inci, mendukung ProMotion 120 Hz dan kecerahan hingga 3.000 nit. Garis lipatan masih terlihat dari sudut tertentu, meski tidak banyak mengganggu saat fokus pada konten. Bobot 254 gram juga terasa saat dipakai lama dengan satu tangan.
Daya tarik utama multitasking iPhone Duo adalah Split View: Safari dan Notes dapat dibuka berdampingan untuk membaca referensi sambil mencatat, atau pengguna bisa menonton sambil tetap melakukan aktivitas lain. Namun, pembagian layar masih sebatas dua aplikasi dengan porsi 50:50, dan belum semua aplikasi memanfaatkan bidang lebar dengan baik. Layar dapat ditahan setengah terbuka dalam mode Desk, berguna sebagai penyangga untuk panggilan atau tontonan. Saat mengetik dengan perangkat sedikit terlipat, papan ketik membagi tombol ke sisi kanan dan kiri, tetapi bentuk ini memerlukan penyesuaian. Beralih dari Face ID pada iPhone 17 Pro Max ke Touch ID di tombol samping juga menambah satu perubahan kecil dalam kebiasaan membuka kunci.

Desain premium dan performa kencang, kamera tidak selengkap Pro
Rangka titanium Grade 5 dan engsel yang terasa solid memberi kesan perangkat premium; susunan magnet membantu kedua sisi menutup rapat. Bodinya setebal 5,2 mm saat terbuka dan 11,3 mm saat dilipat. Namun, bobotnya tetap 254 gram, bingkai mengilap mudah memperlihatkan sidik jari, dan permukaan belakang yang halus terasa licin. Pada layar dalam, lapisan nano-texture membantu mengurangi pantulan dan membuat bekas lipatan kurang menonjol saat layar menyala. Chip A20 Pro terasa lancar untuk membuka aplikasi, berpindah tugas, memakai Split View, dan bermain gim dalam pengujian singkat. Gim bahkan berpindah dari layar dalam ke layar luar saat perangkat dilipat tanpa jeda yang terasa. Namun, pengujian singkat itu belum mengukur suhu, konsumsi baterai, atau kestabilan sesi panjang.
Kamera iPhone Duo terdiri atas kamera utama 48 MP dan ultralebar 48 MP, disertai kamera depan 12 MP serta kamera di bawah layar dalam yang diperkirakan sekitar 4 MP. Hasil utama dinilai tajam dengan karakter foto dan video khas iPhone, tetapi ketiadaan lensa telefoto khusus menjadi kompromi dibanding model Pro. Bentuk lipat juga berguna untuk menopang perangkat saat mengambil foto bersama atau merekam tanpa tripod. Fitur Duo FaceTime, Smart Tech, Duo Preview, dan Kid View menambah pilihan penggunaan kamera, meski tidak mengubah kekurangan perangkat kerasnya. Harga yang tercantum mulai Rp45.678.910 untuk 256 GB, Rp51.999.000 untuk 512 GB, Rp61.999.000 untuk 1 TB, dan Rp75.999.000 untuk 2 TB. Dengan banderol itu, Duo paling layak dibeli jika layar besarnya akan dipakai rutin, bukan sekadar dicoba.

Buy if / Skip if
- Buy the iPhone Duo if Anda sering membaca, menonton, atau mencatat sambil membuka aplikasi lain dan akan memanfaatkan layar 7,6 inci setiap hari.
- Skip the iPhone Duo if Anda mengutamakan ponsel ringan, pemakaian satu tangan, atau mengetik panjang pada layar luar yang lebih sempit.
- Buy the iPhone Duo if Anda menginginkan pengalaman layar lipat, Split View, serta performa lancar untuk berpindah aplikasi dan bermain gim.
- Skip the iPhone Duo if Anda mengharapkan kamera telefoto seperti pada model Pro atau tidak ingin membayar harga mulai Rp45.678.910.
- Buy the iPhone Duo if Anda siap beradaptasi dengan Touch ID, bobot 254 gram, dan aplikasi yang belum semuanya optimal di layar lipat.
- Skip the iPhone Duo if Anda lebih nyaman dengan pengalaman iPhone konvensional; iPhone 17 Pro Max tetap menjadi pilihan yang lebih praktis.







