Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dugaan Pemotongan Dana Revitalisasi Sekolah Perlu Diawasi dari Dua Sisi

Dugaan Pemotongan Dana Revitalisasi Sekolah Perlu Diawasi dari Dua Sisi
Minat|Panduan Renovasi

Pengawasan harus menelusuri uang sekaligus bangunan

Dana revitalisasi sekolah adalah anggaran publik untuk memperbaiki sarana pendidikan, yang pengelolaannya perlu diawasi melalui pemeriksaan aliran dana dan pencocokan pekerjaan fisik dengan dokumen perencanaan. Dua jalur itu tidak bisa saling menggantikan: bangunan yang tampak baik belum membuktikan uang digunakan sesuai aturan, sementara administrasi yang rapi belum menjamin material dan hasil kerja bermutu. Perbedaan ini penting di tengah dugaan pemotongan anggaran sekolah di sejumlah daerah. Di Cirebon, ARM menyebut ada informasi dugaan potongan 20 persen dari anggaran yang diterima masing-masing sekolah dan mendesak aparat penegak hukum memeriksa mekanisme pencairan serta penggunaan dana. Tuduhan itu belum menjadi fakta hukum. Namun, karena menyangkut uang publik dan keselamatan murid, penyelidikan berbasis bukti lebih berguna daripada membiarkan isu berkembang tanpa kejelasan.

Dugaan potongan perlu diuji lewat dokumen dan keterangan

Desakan ARM di Cirebon mengarah pada pemeriksaan yang lebih luas daripada melihat hasil bangunan. Aparat perlu menelusuri pencairan dan penggunaan anggaran, meminta dokumen terkait, serta memeriksa kemungkinan permintaan setoran atau tekanan terhadap sekolah. ARM juga menyoroti persoalan pekerjaan revitalisasi SD Pengampon 1, 2, dan 3, termasuk pekerjaan atap dan dugaan perubahan konstruksi; perkara-perkara itu memerlukan pengujian terhadap RAB, spesifikasi, volume pekerjaan, dan ketentuan yang berlaku. Kasus Ngawi memperlihatkan bentuk respons awal yang berbeda. Pada 26 Oktober, Kepala Kejaksaan Negeri Ngawi B. Hermanto memeriksa proyek TK Bahrul Ulum di Desa Kandangan setelah beredar isu pemotongan 10 persen dana yang diduga mengalir ke dinas pendidikan setempat. Klarifikasi sementara kepada pihak sekolah dan panitia pembangunan tidak menemukan pemotongan; Hermanto menyebut persoalan itu diduga bermula dari miskomunikasi internal. Sekolah tersebut menerima alokasi Rp 359 juta dengan masa pengerjaan 90 hari. Hasil awal patut dicatat, tetapi tetap harus dibedakan dari pemeriksaan menyeluruh bila muncul bukti baru.

Pemeriksaan material menjawab pertanyaan yang lebih sempit

Di SMPN 2 Mlandingan, Situbondo, perhatian tertuju pada apakah barang yang dibeli cocok dengan RAB. Kepala sekolah Mohammad Holili menyatakan material dan pelaksanaan mengacu pada dokumen tersebut. Ia memberi contoh galvalum berukuran C75 x 100 dan mengatakan nota pemesanan serta barang yang datang dapat dicocokkan dengan spesifikasi. Holili juga menyebut fasilitator dari Universitas Negeri Malang memeriksa pekerjaan dua kali: sekitar sebulan setelah pelaksanaan dimulai dan kembali pada 29 Oktober. Menurut keterangannya, tidak ada persoalan kesesuaian RAB yang disampaikan dalam kunjungan itu. Ini bentuk pengawasan teknis yang berguna, tetapi ruang lingkupnya berbeda dari penyelidikan pemotongan anggaran. Pencocokan ukuran, nota, dan barang menjawab apakah material sesuai RAB; pemeriksaan dugaan penyimpangan keuangan harus menelusuri arus dana, keputusan, dan pihak yang terlibat.

Bukti yang berlapis melindungi murid dan uang publik

Pengawasan proyek sekolah seharusnya menggabungkan dua pemeriksaan: audit administratif dan keuangan untuk memastikan dana tidak dipotong atau dialihkan, serta pemeriksaan teknis untuk memastikan spesifikasi dan hasil pekerjaan sesuai rencana. Keduanya perlu saling menguji. Jika material di lapangan berbeda dari RAB, pemeriksa perlu menelusuri alasan dan dampaknya pada anggaran; jika dokumen keuangan tampak lengkap, kondisi bangunan tetap perlu diperiksa. Taruhannya bukan semata-mata polemik antarpejabat atau pelaksana. ARM memperingatkan bahwa bangunan yang terlihat bagus tetapi dikerjakan dengan mutu meragukan dapat merugikan masyarakat dan membahayakan kenyamanan serta keselamatan peserta didik. ARM menyatakan akan terus mengawal persoalan hingga penggunaan anggaran dan pihak yang bertanggung jawab mendapat kejelasan. Pada akhirnya, kesimpulan harus bertumpu pada bukti: aliran dana, dokumen, material, dan kondisi bangunan. Pengawasan yang hanya memeriksa salah satunya akan meninggalkan celah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!