Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Alumni MasterChef Bersatu di Dapur Satu: King’s Table Novotel BSD

Alumni MasterChef Bersatu di Dapur Satu: King’s Table Novotel BSD
Minat|Teknik Memasak

Apa Itu King’s Table dan Mengapa Layak Dibicarakan

King’s Table Novotel BSD adalah sebuah pengalaman kuliner eksklusif berbentuk buffet tematik, di mana empat chef profesional membagi diri dalam dua tim Asian dan Western, menyajikan menu kompetisi di hadapan tamu yang sekaligus bertindak sebagai juri, lengkap dengan live cooking dan interaksi langsung sepanjang malam makan bersama.

Inti kekuatan acara ini jelas: penggemar ajang memasak tidak lagi hanya menonton layar, tetapi duduk tepat di depan dapur pertarungan. Novotel Tangerang BSD City menghadirkan King’s Table sebagai culinary showdown di Seravie Restaurant pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 18.00–21.00 WIB. Bukan juri tamu, bukan panel kritikus; yang menentukan “pemenang” adalah lidah pengunjung sendiri ketika mencicipi hidangan dari dua kubu yang berlawanan. Untuk penggemar MasterChef Indonesia alumni, ini bentuk fan service yang konkret: bukan tanda tangan di pameran, melainkan sepiring menu kompetisi yang bisa dinilai tanpa kamera.

Alumni MasterChef Bersatu di Dapur Satu: King’s Table Novotel BSD

Empat Master, Satu Dapur: Dari TV ke Meja Makan

Magnet King’s Table jelas datang dari komposisi kokinya. Di satu sisi ada Dean, Executive Chef Novotel Tangerang BSD City, yang bertindak sebagai tuan rumah dapur. Di sisi lain, tiga wajah yang sebelumnya dikenal lewat layar kaca: Okky Ho dari MasterChef Indonesia Season 9, Ramos dari Season 7, dan Joe yang menembus Top 5 Season 11. Mereka bukan lagi kontestan yang dikejar waktu dan juri, tetapi MasterChef Indonesia alumni yang memegang kendali penuh atas dapur hotel berbintang.

Formatnya menarik: empat koki dibagi menjadi dua tim—tim merah (Chef Okky dan Chef Dean) dan tim hitam (Chef Ramos dan Chef Joe)—dengan tema besar Asian versus Western. Konsep “Two Teams, Four Masters, One Winning Dish” memaksa mereka menyaring pengalaman kompetisi menjadi satu signature dish per tim yang harus cukup kuat untuk mewakili karakter, teknik, dan cerita masing-masing. Lewat pengaturan ini, dapur hotel berubah menjadi ring tinju kuliner: bukan lagi siapa paling dramatis di TV, melainkan siapa yang paling meyakinkan di palate tamu berbayar.

Alumni MasterChef Bersatu di Dapur Satu: King’s Table Novotel BSD

Menu Kompetisi: Dari Roasted Mongolian King Lamb ke Grilled “Kimbara” Wagyu

Jika ajang ini disebut pengalaman kuliner eksklusif, alasannya ada di piring. Tim merah mengusung tema Asian dengan Roasted Mongolian King Lamb: satu ekor domba dipanggang utuh, dimarinasi semalaman dengan saus Mongolia, lalu disajikan di atas meja dengan konsep live cooking sehingga tamu dapat menyaksikan langsung proses penyajiannya. Daging dimasak metode slow roasted selama sekitar empat hingga lima jam hingga lembut dan berair, kemudian ditorch saat penyajian, ditemani nasi biryani aromatik pandan dan air mawar.

Tim hitam menjawab dengan Grilled “Kimbara” Wagyu bertema Western: sekitar 18–20 kilogram Wagyu digrill di suhu tinggi sekitar 200 derajat Celsius untuk memaksimalkan permukaan, lalu disajikan dengan tingkat kematangan medium agar kualitas daging tidak sia-sia. Menunya lengkap dengan mozza mashed sweet potatoes dan tiga saus: smoked chimichurri, truffle mushroom cream, dan beef jus. Di luar kedua signature dish ini, tamu bebas menjelajah lima stasiun kuliner—Japanese, Chinese, Indonesian, Western Station, dan Dessert Corner—dengan pilihan dari sashimi dan sushi, Peking Duck, Beef Wellington, Bebek Betutu, Rawon carving, sampai live station pukis, kue cubit, dan Crepes Suzette.

Alumni MasterChef Bersatu di Dapur Satu: King’s Table Novotel BSD

Pengalaman Interaktif, Harga, dan Keterbatasan Kursi

King’s Table jelas dirancang bukan sebagai acara makan biasa. Konsep live showdown menggabungkan pilihan menu chef profesional, pertunjukan memasak, serta interaksi langsung antara chef dan pengunjung dalam satu rangkaian pengalaman. Tamu bukan hanya menonton plating, tetapi diajak mencicipi, membandingkan, lalu secara tidak langsung “mengadili” mana kubu yang lebih berkesan di lidah. Untuk penggemar kuliner dan ajang memasak, format ini adalah kesempatan langka mempraktikkan standar penilaian ala juri kompetisi, tetapi dalam suasana santai buffet hotel.

Secara komersial, King’s Table ditawarkan sebagai buffet dengan harga Rp488.000 nett per orang, sudah termasuk akses penuh ke seluruh stasiun, signature dish, serta kopi, teh, dan moktail. Ada beberapa keuntungan harga: anggota baru ALL mendapat diskon 10 persen, anggota ALL 15 persen, dan pemegang Accor Plus 25 persen, plus promo Buy 5 Get 1. Keterbatasannya, konsep live showdown membuat jumlah tempat duduk terbatas, sehingga tamu disarankan melakukan reservasi lebih awal. Dengan kata lain, pengalaman ini menyasar mereka yang rela membayar sedikit lebih mahal demi acara satu malam yang menggabungkan makan enak, hiburan, dan kedekatan dengan chef yang sebelumnya hanya mereka lihat lewat televisi.

Alumni MasterChef Bersatu di Dapur Satu: King’s Table Novotel BSD

Untuk Siapa King’s Table, dan Mengapa Layak Dicoba

King’s Table paling relevan untuk tiga jenis tamu. Pertama, penggemar MasterChef Indonesia alumni yang ingin merasakan langsung menu kompetisi dari Okky, Ramos, dan Joe tanpa filter kamera. Kedua, foodies yang bosan dengan buffet generik dan mencari pengalaman kuliner eksklusif yang punya narasi, tensi, dan elemen pertaruhan. Ketiga, tamu hotel atau komunitas yang memandang makan malam sebagai momen sosial—bukan sekadar kenyang, tetapi ruang berbagi cerita, foto, dan penemuan rasa baru.

Menurut manajemen, King’s Table adalah perayaan cara memandang makan, bukan sekadar menyantap, tetapi menikmati secara utuh dan penuh kesadaran. Di tengah tren makan serba cepat, konsep ini terasa seperti langkah berani: memperlambat ritme, memberi panggung pada proses, dan mengundang tamu untuk terlibat aktif. Jika Anda selama ini meneriakkan komentar ke layar saat menonton kompetisi memasak, inilah saatnya memindahkan kritik itu ke meja makan—dengan garpu di tangan dan chef favorit berdiri beberapa langkah di depan Anda.

Alumni MasterChef Bersatu di Dapur Satu: King’s Table Novotel BSD

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!