Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mahasiswa Farmasi Menggerakkan Edukasi Sunscreen untuk Remaja

Mahasiswa Farmasi Menggerakkan Edukasi Sunscreen untuk Remaja
Minat|Tabir Surya

Edukasi Sunscreen Remaja: Dari Kampus ke Ruang Kelas SMP

Edukasi sunscreen remaja adalah serangkaian program edukasi kesehatan kulit yang berfokus pada peningkatan kesadaran tabir surya dan perlindungan UV muda, dengan sasaran utama pelajar usia SMP dan SMA yang cenderung mengabaikan penggunaan sunscreen dalam aktivitas harian mereka, melalui kegiatan promotif dan preventif yang dirancang serta dijalankan oleh tenaga terlatih seperti mahasiswa farmasi dan dosen, sehingga pengetahuan ilmiah mengenai risiko paparan sinar matahari jangka panjang dapat diterjemahkan menjadi kebiasaan konkret memakai tabir surya setiap hari dan memilih produk dengan perlindungan yang memadai sesuai kebutuhan kulit dan lingkungan tempat mereka beraktivitas.

Inti persoalan perlindungan UV muda bukan kurangnya produk, melainkan kurangnya perhatian remaja terhadap risiko kulit di masa depan. Di titik inilah kampus mengambil sikap tegas: edukasi sunscreen harus turun ke akar rumput. Mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul melaksanakan program edukasi sunscreen khusus untuk remaja sebagai bagian dari Praktik Farmasi Sosial di SMPN 3 Tambun Utara. Mereka tidak datang sebagai "penjual produk", tetapi sebagai agen kesehatan yang membawa program edukasi kesehatan kulit yang relevan dengan keseharian siswa—dari berangkat sekolah hingga kegiatan ekstrakurikuler di luar ruangan.

Pendekatan ini patut diapresiasi karena menempatkan tanggung jawab sosial kesehatan sebagai bagian tak terpisahkan dari kurikulum farmasi. Remaja diajak memahami bahwa kesadaran tabir surya bukan isu kecantikan, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. Pergeseran narasi ini penting untuk memutus anggapan bahwa sunscreen hanya milik orang dewasa atau perempuan, padahal paparan UV tidak pernah memilih gender maupun usia.

Peran Mahasiswa Farmasi: Dari Teori ke Aksi Sosial

Mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul menunjukkan bahwa ilmu farmasi tidak berhenti pada resep dan obat di apotek; mereka hadir melalui edukasi promotif dan preventif yang menyentuh masalah keseharian remaja. Dalam Praktik Farmasi Sosial, mereka belajar mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, mengemas informasi medis menjadi bahasa yang ramah pelajar, dan membangun komunikasi yang tidak menggurui. Edukasi mengenai penggunaan sunscreen diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga mendorong terbentuknya kesadaran untuk menjaga kesehatan kulit sejak dini.

Yang menarik, program ini menekankan bahwa penggunaan sunscreen tidak terbatas pada kelompok tertentu; baik laki-laki maupun perempuan memiliki kebutuhan yang sama untuk menjaga dan melindungi kesehatan kulit. Ini adalah pesan penting untuk mematahkan stereotip gender dalam perawatan diri. Melalui peningkatan pemahaman tersebut, siswa diharapkan mulai membangun kesadaran untuk menerapkan perlindungan kulit dalam aktivitas sehari-hari. Rektor universitas menegaskan bahwa praktik semacam ini menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat, menyiapkan lulusan yang adaptif dan peduli.

Dari sudut pandang opini, inilah bentuk nyata tanggung jawab sosial perguruan tinggi yang sering hanya ada di brosur. Ketika mahasiswa datang langsung ke sekolah, menjawab pertanyaan polos tentang "ngapain sih pakai sunscreen kalau jarang ke pantai?", ilmu farmasi berubah menjadi pengalaman yang mengubah perilaku. Program edukasi kesehatan kulit seperti ini layak diperluas ke lebih banyak sekolah, bukan hanya sebagai tugas akademik, tetapi sebagai komitmen berkelanjutan terhadap kesehatan generasi muda.

SPF Center: Bukti Seriusnya Kolaborasi Akademik–Industri

Di tingkat perguruan tinggi lain, Fakultas Farmasi Universitas Indonesia sepakat memperkuat kolaborasi riset melalui pendirian SPF Center bersama PT COSMAX Indonesia. Kesepakatan itu dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman pada Jumat, 4 September 2026. Ini bukan langkah kosmetik; kerja sama diarahkan untuk mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan pengujian perlindungan sinar matahari.

Sebelumnya, kedua pihak sudah bekerja sama mengeksplorasi tanaman asli sebagai bahan aktif antipenuaan dan mengembangkan ekstrak manggis dalam sistem niosom sebagai SPF booster. Kini, melalui SPF Center, ruang lingkup kerja sama diperluas dengan menghadirkan fasilitas pengujian yang dapat dimanfaatkan bersama. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjawab kebutuhan pengujian perlindungan sinar matahari terstandardisasi yang terus meningkat. Presiden Direktur COSMAX Indonesia menegaskan bahwa MoU ini adalah fondasi kemitraan yang lebih kuat dan berkelanjutan, bukan sekadar perjanjian formal.

Dari kacamata publik, SPF Center adalah sinyal bahwa dunia akademik mulai menganggap serius isu SPF, tidak hanya sebagai angka di label produk. Kapasitas pengujian SPF terakreditasi masih terbatas, dan tanpa infrastruktur ilmiah yang kuat, edukasi sunscreen remaja akan kehilangan pijakan faktual. Dengan menggabungkan keahlian riset fakultas dan pengalaman industri kosmetik, kolaborasi ini memperkuat dasar ilmiah setiap pesan edukasi tentang perlindungan UV muda yang sampai ke telinga remaja.

Mahasiswa Farmasi Menggerakkan Edukasi Sunscreen untuk Remaja

Dari Lab ke Masyarakat: Penelitian, Formula, dan Transfer Pengetahuan

SPF Center dirancang menggabungkan penelitian, pengembangan formula, dan transfer pengetahuan kepada masyarakat luas. Kolaborasi COSMAX Indonesia dan fakultas farmasi mencakup pertukaran pengetahuan dan teknologi serta penelitian bersama. Penelitian tanaman asli dan ekstrak manggis sebagai SPF booster adalah contoh bagaimana bahan lokal bisa diangkat menjadi inovasi perlindungan UV muda yang relevan bagi konsumen sehari-hari.

Langkah tersebut diharapkan mendorong transformasi hasil penelitian menjadi inovasi produk yang memberikan manfaat bagi konsumen. Tidak berhenti di SPF, fasilitas klinis juga akan mendukung evaluasi pencerahan kulit, antipenuaan, jerawat, dan iritasi. Kedua institusi selanjutnya akan memfinalisasi tata letak SPF Center, melanjutkan pembangunan fasilitas, menyiapkan tenaga operasional, dan sistem pengujian. Di balik seluruh tahapan ini, ada satu pesan: perlindungan kulit yang baik membutuhkan ilmu yang matang dan uji yang ketat, bukan sekadar klaim pemasaran.

Bila dikaitkan dengan program edukasi kesehatan kulit di sekolah, inisiatif akademis seperti SPF Center menyediakan "mesin" pengetahuan yang dapat disalurkan oleh mahasiswa ke masyarakat. Edukasi di ruang kelas SMP bisa membawa data dan penjelasan yang berasal dari laboratorium nyata, bukan teori abstrak. Ini yang membedakan kampanye kesadaran tabir surya berbasis universitas dari sekadar promosi produk: setiap saran pemakaian sunscreen berdiri di atas penelitian yang dapat diuji dan ditingkatkan terus-menerus.

Kesimpulan: Saatnya Perlindungan UV Menjadi Budaya Remaja

Benang merah dari berbagai inisiatif ini jelas: kesadaran tabir surya harus dibangun sejak muda, dan universitas memegang peran sentral. Di satu sisi, mahasiswa farmasi turun langsung menjalankan program edukasi sunscreen remaja, mengubah pengetahuan menjadi praktik dan kebiasaan. Di sisi lain, kolaborasi riset dan pendirian SPF Center memastikan bahwa pesan edukasi tersebut didukung data ilmiah dan fasilitas pengujian yang memadai.

Jika perguruan tinggi konsisten menghubungkan laboratorium dengan ruang kelas SMP dan SMA, perlindungan UV muda berpeluang berubah menjadi budaya, bukan sekadar tren sesaat. Remaja yang hari ini diajak memahami pentingnya sunscreen adalah calon orang dewasa yang besok tidak lagi menganggap kanker kulit dan penuaan dini sebagai "takdir", melainkan sesuatu yang bisa dicegah. Inilah arah yang seharusnya: akademisi dan industri bersinergi, mahasiswa menjadi penggerak, dan masyarakat menikmati kulit yang lebih sehat karena program edukasi kesehatan kulit yang terencana dan berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!