Seleksi regional mengangkat praktik mengajar berdampak
Guru Inspiratif Astra adalah program apresiasi bagi pendidik yang menghadirkan inovasi pembelajaran, menginspirasi siswa, dan memberi dampak nyata bagi sekolah serta masyarakat. Nilai program ini terlihat dari seleksi yang menilai gagasan sekaligus kontribusi, bukan semata-mata pengabdian yang berlangsung di ruang kelas. Dalam ajang Guru Inspiratif Astra Honda 2026, perwakilan Sumsel dan Sumut kini bersiap membawa praktik mereka ke babak nasional.
Untuk Sumatera Selatan, Yayasan AHM bersama Astra Motor Sumsel menggelar seleksi finalis regional secara daring pada 27 Oktober 2026. Delapan finalis yang sebelumnya melewati tahapan penilaian menyampaikan makalah dan presentasi, sehingga juri dapat mempertimbangkan gagasan, inovasi, serta kontribusi mereka di dunia pendidikan. Format ini memberi ruang bagi guru untuk menjelaskan bagaimana praktik pembelajaran diterapkan dan apa dampaknya. Seleksi guru inspiratif semacam ini patut dilihat sebagai dorongan agar pengalaman mengajar yang bermanfaat mendapat perhatian lebih luas.

Dua guru Sumsel terpilih mewakili wilayah
Hasil seleksi menetapkan Nelda Diti Efrianti, guru SMP Negeri 4 Semende Darat Ulu, sebagai juara pertama, dan Feri dari SDN 03 Jayapura, OKU Timur, sebagai juara kedua. Keduanya menjadi guru inspiratif Sumsel yang melaju ke seleksi nasional. Pilihan ini menunjukkan bahwa gagasan pendidikan bermakna dapat tumbuh di jenjang sekolah dan wilayah yang berbeda.
Kepala Wilayah Astra Motor Sumsel, Yohanes Kurniawan, menekankan bahwa guru membentuk generasi masa depan melalui ilmu, keteladanan, inspirasi, dan inovasi. Pesan itu tepat: penghargaan akan lebih berarti jika mendorong praktik baik untuk terus berkembang, bukan berhenti pada pengumuman pemenang. Nelda dan Feri kini membawa harapan Sumsel ke tahap berikutnya, sekaligus menjadi pengingat bahwa pembaruan pendidikan berawal dari kerja nyata para pendidik.
Tiga wakil Sumut turut melaju
Sumatera Utara juga mengirim tiga guru ke babak nasional Guru Inspiratif Astra Honda 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November. Mereka adalah Ario Wirawan dari SD IT Ibnu Yunsi Binjai, Arpita Sri Melina Br Sebayang, S.Pd., Gr., dari SD Negeri 023910 Binjai, serta Sumarwan dari UPTD SMP Negeri 9 Pematangsiantar.
Ketiganya melewati rangkaian regional yang berlangsung sejak September hingga Oktober 2026, mencakup registrasi, seleksi tingkat regional, dan pelatihan guru pada akhir Oktober. Perjalanan itu memperlihatkan bahwa seleksi bukan hanya penentuan nama untuk maju, melainkan juga proses mempersiapkan pendidik agar mampu membawa praktik pembelajaran mereka ke hadapan penilai nasional. Dengan tiga wakil, Sumut hadir kuat dalam tahap berikutnya, sementara peserta dari berbagai wilayah akan bersaing untuk memperoleh apresiasi nasional.

Apresiasi perlu berlanjut menjadi perubahan
Program ini penting bukan hanya karena memberi pengakuan kepada guru, tetapi karena mendorong mereka mengembangkan potensi, menciptakan inovasi pembelajaran, dan memberi dampak berkelanjutan bagi generasi penerus. Astra Motor bersama Yayasan Astra Honda Motor berharap inisiatif tersebut memperkuat peran guru sebagai penggerak perubahan dan ikut meningkatkan kualitas pendidikan.
Namun, makna penghargaan akan paling terasa ketika gagasan para finalis terus dibagikan dan diterapkan melampaui kompetisi. Perwakilan Sumsel dan Sumut membawa pengalaman serta praktik yang layak diperhatikan, bukan sekadar gelar regional. Kesimpulannya, seleksi nasional ini menjadi kesempatan untuk memperluas pengaruh kerja guru: apresiasi membuka pintu, sedangkan inovasi yang berkelanjutan menentukan perubahan yang dapat dirasakan siswa dan masyarakat.






