Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

22 Platform Risiko Tinggi untuk Anak dan Cara Orang Tua Mengawalnya

22 Platform Risiko Tinggi untuk Anak dan Cara Orang Tua Mengawalnya
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Mengapa 22 Platform Ini Dianggap Risiko Tinggi untuk Anak

Platform risiko tinggi anak adalah produk, layanan, atau fitur digital yang dinilai memiliki karakteristik, konten, dan fitur interaktif yang membuatnya tidak sesuai untuk digunakan oleh akun anak dan karena itu tidak boleh diakses oleh pengguna di bawah usia enam belas tahun. Profil risiko ini melihat bukan hanya isi konten, tetapi juga cara platform dirancang, bagaimana pengguna saling berinteraksi, serta seberapa besar potensi anak terpapar bahaya di ruang digital. Penetapan kategori ini menjadi dasar penting bagi orang tua untuk memutuskan mana aplikasi yang boleh, perlu diawasi ketat, atau sebaiknya ditunda sampai anak cukup matang secara usia dan emosi.

Komdigi menyebutkan bahwa hingga 6 September 2026, mereka telah memverifikasi 60 produk, layanan, dan fitur digital; hasilnya, 38 berprofil risiko rendah, sementara 22 dikategorikan berprofil risiko tinggi bagi anak. Profil risiko tinggi berarti layanan tersebut tidak aman bagi anak atau dilarang memberikan akses kepada akun anak di bawah usia 16 tahun. Ini artinya, tanggung jawab perlindungan tidak hanya di tangan orang tua, tetapi juga pada penyelenggara platform yang wajib menerapkan perlindungan lebih kuat ketika profil risikonya tinggi.

22 Platform Risiko Tinggi untuk Anak dan Cara Orang Tua Mengawalnya

Daftar Lengkap 22 Platform Risiko Tinggi yang Wajib Diwaspadai

Hal pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah mengenali dulu daftar platform risiko tinggi anak, bukan panik secara membabi buta. Komdigi menegaskan bahwa daftar ini dihasilkan dari verifikasi resmi terhadap produk, layanan, dan fitur (PLF) yang beroperasi dan telah menjalani proses penilaian mandiri. Menariknya, daftar ini tidak hanya berisi media sosial, tetapi juga layanan streaming, e-commerce, keuangan, hingga game online. Ini menampar anggapan lama bahwa bahaya hanya datang dari aplikasi chat atau media sosial.

  • Aplikasi Lazada dan Situs Web Lazada
  • Blibli
  • BMoney
  • Vidio
  • Hago App
  • Pinterest
  • SnackVideo
  • X
  • Sola Mahjong
  • Goddess of Victory: NIKKE
  • Age of Empires Mobile
  • Valorant
  • Teamfight Tactics Mobile
  • Apple Podcasts
  • WeTV
  • MAXStream TV
  • Discord
  • Telegram Messenger
  • YouTube
  • Ludo World–Ludo Superstar
  • Crossfire: Legends

Menurut Komdigi, profil risiko tinggi tidak berarti setiap konten di dalamnya otomatis berbahaya, tetapi bahwa desain, fitur, dan interaksi di dalam platform tersebut tidak sesuai untuk akun anak dan memerlukan perlindungan ekstra. Orang tua yang berpikir “kan anak saya cuma pakai untuk belajar” perlu sadar: yang berbahaya bukan hanya videonya, melainkan lingkungan digital yang mengitarinya.

22 Platform Risiko Tinggi untuk Anak dan Cara Orang Tua Mengawalnya

Setiap Platform, Setiap Risiko: Bukan Sekadar Masalah Screen Time

Penilaian profil risiko ini dilakukan karena karakteristik setiap platform berbeda: ada yang fokus pada komunikasi antar pengguna, media sosial, hiburan, transaksi, sampai permainan digital. Akibatnya, potensi risiko terhadap anak juga tidak sama. Beberapa platform memungkinkan anak berinteraksi dengan orang asing, sebagian lain menggoda anak dengan belanja impulsif, sementara yang lain mengandalkan desain adiktif seperti autoplay atau infinite scrolling. Orang tua yang hanya mengukur bahaya dari lamanya anak memegang gawai melewatkan masalah yang lebih esensial.

Komdigi menilai risiko berdasarkan aspek seperti peluang kontak dengan orang tak dikenal, paparan pornografi dan kekerasan, eksploitasi sebagai konsumen, ancaman terhadap keamanan data pribadi, risiko adiksi, dan risiko pada kesehatan psikologis dan fisik anak. Keamanan digital anak karena itu tidak pernah sesederhana “boleh nonton dua jam per hari” saja. Pengalaman digital anak dipengaruhi usia, karakter anak, desain platform, algoritma, dan konteks penggunaan. Fokus tunggal pada screen time membuat kita buta terhadap konteks: anak menonton apa, dengan siapa, dan apa dampaknya setelah layar dimatikan.

22 Platform Risiko Tinggi untuk Anak dan Cara Orang Tua Mengawalnya

Panduan Orang Tua Online: Dari Ikut Main Sampai Aturan Digital Keluarga

Mengetahui daftar platform risiko tinggi anak penting, tetapi tidak cukup. Orang tua juga perlu memperhatikan usia anak, fitur yang digunakan, durasi penggunaan perangkat, serta aktivitas anak selama berada di ruang digital. Di sinilah peran pendampingan aktif. Komdigi menekankan bahwa keamanan digital anak sangat dipengaruhi bagaimana orang tua memahami cara kerja platform yang digunakan anak dan tidak hanya mengawasi dari kejauhan.

  1. Ikut tahu cara mainnya: jangan cuma tanya “main apa?”, tetapi cobalah menggunakan platform yang sama, melihat fitur apa yang dipakai, dan dengan siapa anak berinteraksi.
  2. Bicarakan risiko secara terbuka: jelaskan tentang kontak dengan orang asing, konten tidak pantas, dan pentingnya menjaga data pribadi dengan bahasa yang sesuai usia.
  3. Buat aturan digital keluarga, bukan hanya aturan untuk anak: jadikan kesepakatan bersama tentang waktu, tempat, dan jenis platform yang boleh digunakan, termasuk komitmen orang dewasa untuk memberi contoh.
  4. Gunakan fitur keamanan bawaan: manfaatkan pengaturan privasi, kontrol orang tua, pembatasan usia, dan pelaporan konten ketika diperlukan.
  5. Bangun kebiasaan evaluasi rutin: tanyakan apa yang anak lihat, apa yang ia rasakan, dan apa yang membuatnya tidak nyaman setelah menggunakan platform tertentu.

Intinya, panduan orang tua online yang efektif bukan sekadar melarang atau menyita gawai, tetapi menjadikan ruang digital sebagai topik obrolan harian yang diisi rasa ingin tahu, bukan rasa takut.

Peran Komdigi dan Kesimpulan: Batasi Aplikasi, Bukan Masa Depan Anak

Pemerintah melalui Komdigi tidak berhenti pada pengumuman satu kali. Mereka melakukan penilaian terhadap berbagai produk, fitur, dan layanan digital sebagai bagian dari penerapan Peraturan Pemerintah tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam pelindungan anak. Berdasarkan data, 252 PLF dari 94 penyelenggara telah menyelesaikan penilaian mandiri, dan 60 di antaranya sudah diverifikasi. Ini menunjukkan bahwa pengawasan risiko platform digital bagi keamanan anak merupakan proses yang akan terus berjalan, bukan kampanye sesaat.

Kesimpulannya, mengabaikan daftar 22 platform risiko tinggi anak adalah bentuk kelalaian, tetapi melarang semua akses internet sama sekali juga bukan solusi. Orang tua perlu bersikap tegas pada platform, namun lembut pada rasa ingin tahu anak. Batasi aplikasinya, bukan masa depannya. Dengan mengenali daftar aplikasi berisiko, memahami perbedaan karakteristik masing-masing platform, menerapkan panduan orang tua online yang aktif, dan mengikuti pembaruan dari Komdigi, keluarga dapat membangun pengalaman digital yang lebih sehat dan aman bagi anak.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!