Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Investasi Rp7,3 Triliun di Lampung: Siapa Paling Banyak Ciptakan Kerja?

Investasi Rp7,3 Triliun di Lampung: Siapa Paling Banyak Ciptakan Kerja?
Minat|Asia Tenggara

Investasi Rp7,3 Triliun: Angka Besar yang Menguji Seriusnya Lampung

Investasi Lampung Rp7,3 triliun pada realisasi investasi semester I adalah total penanaman modal asing dan dalam negeri yang masuk ke daerah, yang bukan hanya menambah kapasitas usaha, tetapi juga menyerap 9.187 tenaga kerja baru dan menjadi salah satu indikator penting arah pertumbuhan ekonomi daerah ke depan. Capaian ini disampaikan dalam amanat Gubernur Lampung yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Imam Ghozali, saat apel mingguan di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung pada Senin, 12 Oktober. Di balik angka tersebut, pertanyaannya sederhana namun tajam: apakah arus modal ini sudah benar-benar mengarah ke sektor yang mampu mengangkat kesejahteraan warga, atau baru sekadar menambah statistik yang indah di atas kertas? Pemerintah provinsi menyebut investasi sebagai salah satu faktor utama penggerak roda ekonomi daerah, tetapi publik berhak menuntut bukti nyata di lapangan.

PMA vs PMDN: Struktur Modal dan Dampaknya ke Lapangan Kerja

Struktur investasi Lampung pada semester I menunjukkan dominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp5,2 triliun, sementara penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp2,1 triliun. Dari total investasi Lampung Rp7,3 triliun ini, terserap 9.187 tenaga kerja, terdiri dari 9.180 tenaga kerja lokal dan hanya 7 tenaga kerja asing. Angka ini patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa arus modal tidak sepenuhnya bergantung pada investor luar, sekaligus memberi ruang kerja yang luas bagi warga. "Realisasi investasi semester I tahun 2026 mencapai Rp7,3 triliun, dengan penyerapan 9.187 tenaga kerja," tegas Gubernur dalam amanatnya. Namun, tanpa transparansi sektor dan kualitas pekerjaan yang tercipta, sulit menilai apakah lapangan kerja Lampung 2026 ini didominasi pekerjaan berupah layak dan berkelanjutan, atau hanya pekerjaan sementara yang rapuh ketika siklus investasi melambat.

Strategi Pemerintah: Infrastruktur, Regulasi, dan Modernisasi Perizinan

Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim capaian realisasi investasi semester I ini sebagai hasil kolaborasi perangkat daerah melalui peningkatan infrastruktur, kualitas tenaga kerja, kemudahan regulasi, promosi investasi, dan koordinasi kuat dengan pemerintah pusat serta kabupaten/kota. Di atas kertas, kombinasi ini memang resep klasik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Modernisasi perizinan lewat sistem daring Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA), yang diluncurkan sejak 2021 dan disempurnakan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, menjadi tulang punggung baru iklim usaha Lampung. Melalui OSS-RBA, pelaku usaha dapat mengajukan izin sesuai tingkat risiko secara daring, dengan harapan mengurangi hambatan administratif dan mempercepat proses investasi. Pertanyaannya: seberapa konsisten ASN menjaga integritas dan kualitas pelayanan agar sistem digital ini tidak sekadar menjadi etalase, sementara praktik di lapangan masih tersandera budaya birokrasi lama?

Sektor Potensial: Pertanian hingga Pariwisata, Siapa Motor Utama?

Pemerintah menilai Lampung memiliki potensi investasi besar di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, energi, dan pariwisata. Jika serius, kombinasi sektor ini bisa menjadikan investasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak hanya memacu aktivitas usaha, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi. Namun, tanpa fokus yang jelas, risiko yang muncul adalah investasi menyebar tipis di banyak sektor tanpa satu pun menjadi motor kuat transformasi ekonomi. Pertanian dan perkebunan, misalnya, berpotensi besar menyerap tenaga kerja, tetapi membutuhkan dorongan teknologi dan akses pasar agar tidak terjebak pada pola lama yang berupah rendah. Energi dan pariwisata bisa menjadi pengungkit nilai tambah, tetapi menuntut tata kelola lingkungan dan sosial yang lebih ketat agar pertumbuhan tidak mengorbankan kualitas hidup warga.

Dari Angka ke Kesejahteraan: Tantangan Lampung ke Depan

Investasi yang masuk ke Lampung jelas memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan penerimaan negara, dan membangun infrastruktur berkelanjutan. Namun, keberhasilan tidak boleh diukur hanya dari angka realisasi investasi semester I dan jumlah tenaga kerja terserap. Tanpa pengawasan kualitas pekerjaan, peningkatan produktivitas, dan pemerataan manfaat, investasi mudah berubah menjadi pertumbuhan yang timpang. Ajakan Gubernur untuk menjadikan Lampung sebagai pusat investasi yang menarik, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi adalah komitmen yang layak didukung, tetapi juga harus diawasi. Ke depan, kunci keberhasilan ada pada tiga hal: konsistensi reformasi perizinan, keberanian memprioritaskan sektor yang paling berdampak pada kesejahteraan warga, dan integritas ASN dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus melindungi kepentingan publik. Tanpa itu, angka Rp7,3 triliun dan 9.187 lapangan kerja akan tinggal menjadi statistik yang cepat terlupakan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!