Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Afgan, Winky, dan Maxime Menghidupkan Funk-Dance lewat Single AURA

Afgan, Winky, dan Maxime Menghidupkan Funk-Dance lewat Single AURA
Minat|Menyanyi

AURA: Kolaborasi Funk-Dance yang Lahir dari Tiga Aura Berbeda

Single AURA adalah lagu funk-dance hasil kolaborasi musik Indonesia antara Afgan, Winky Wiryawan, dan Maxime Bouttier yang menggabungkan gitar, beat drum, serta vokal RnB menjadi satu karya yang diharapkan menjadi moodbooster dan pemantik kepercayaan diri untuk menampilkan keunikan aura masing-masing pendengar. AURA tidak hadir sebagai lagu bersenang-senang belaka; ia menjadi pernyataan bahwa pop arus utama masih bisa terdengar segar ketika para musisinya berani keluar dari zona nyaman. Diproduseri Winky Wiryawan bersama Kamga, singel ini memadukan tiga persona dengan aura energetic eclectic, elegance perfection, dan easy going charisma menjadi satu paket yang disebut sebagai maximum aura points. Dirilis ke platform streaming digital mulai 2 Oktober 2026, AURA menawarkan alternatif di tengah dunia yang digambarkan para kreatornya sedang chaos: bukan pelarian, melainkan ajakan untuk joget dan tetap merasa hidup.

Afgan, Winky, dan Maxime Menghidupkan Funk-Dance lewat Single AURA

Dari Backstage dan Toilet ke Studio: Perjalanan Ide AURA

Yang membuat AURA menarik bukan hanya sound funk-dance-nya, tetapi juga cara ide itu muncul. Kolaborasi Afgan Winky Maxime bermula ketika Winky dan Maxime datang ke konser Retrospektif Afgan pada Juli 2026, lalu secara spontan mengusulkan proyek musik di area backstage. Dari sana, beberapa demo dikirim, namun tak satu pun terasa tepat hingga sebuah momen yang jauh dari kesan glamor: toilet. Afgan mengakui inspirasi lagunya datang tiba-tiba saat berada di toilet, ketika pikirannya sedang kosong dan tidak mencari ide. Ia mengaku melihat “aura” dan langsung terpikir menjadikannya judul lagu. Tanpa menunda, ia membawa konsep itu ke studio, menyodorkan judul AURA kepada Winky dan Maxime untuk dijadikan titik berangkat sesi jamming berikutnya. Hasilnya adalah momen eureka: jamming session yang akhirnya melahirkan struktur dasar single AURA. Toilet dan backstage, dua ruang paling tak romantis, justru menjadi pintu masuk sebuah anthem funk-dance.

Mencampur Funk, RnB, dan Drums: Sound Baru dari Tiga Dunia

AURA berdiri di wilayah funk-dance, tetapi jantungnya adalah pertemuan tiga dunia musik yang jarang bersinggungan dalam satu single. Winky, yang datang dari skena musik keras dan menyukai heavy rock sekaligus funk dan RnB, mengisi gitar dan memproduseri bersama Kamga. Maxime, yang biasanya bermain gitar, kali ini mengambil posisi di balik drum, bahkan membuka lagu dengan beat drum yang menjadi pengendali tempo. Afgan membawa warna vokal RnB dan menulis lirik tentang orang-orang dengan aura memancar yang membuat sekeliling ikut merasa senang. Menurut mereka, tiga aura berbeda—energetic eclectic milik Winky, elegance perfection Afgan, dan easy going charisma Maxime—disatukan menjadi maximum aura points. Alih-alih terdengar seperti kompromi datar, sound AURA terasa seperti genre kecil baru: funk-dance yang cukup ringan untuk jadi lagu berangkat kerja, tetapi cukup groove untuk membuat pendengar otomatis ingin berjoget.

Perfeksionisme Afgan: Retake Vokal yang Mengubah Lagu

Di balik proses rekaman vokal AURA, tersimpan cerita perfeksionisme yang layak disorot. Afgan mengungkap bahwa rekaman vokal pertamanya dilakukan saat ia sedang sakit, dan ketika lagu hampir masuk tahap mixing, ia merasa ada yang kurang sempurna. Pada tengah malam, ia meminta rekam ulang bagian vokal, meyakinkan Winky dan Maxime bahwa ia masih bisa memberikan hasil lebih baik di beberapa part tertentu. Permintaan itu tidak sekadar gengsi; ia meminta kesempatan untuk memberi opsi baru, lalu mengirim hasil retake ke Winky. Respons Winky jelas: ia kaget, lalu bersyukur karena versi vokal baru terdengar jauh lebih bagus dan memberi dimensi berbeda pada Aura. Di sini, proses rekaman vokal AURA menunjukkan sesuatu yang penting bagi skena kolaborasi musik Indonesia: standar kualitas tidak berhenti di sesi studio pertama. Afgan memilih mengorbankan kenyamanan demi mutu, dan rekan-rekannya mengakui hasilnya sepadan.

Dampak bagi Pendengar dan Masa Depan AURA

AURA dirancang bukan hanya sebagai eksperimen tiga musisi, tetapi sebagai lagu yang hadir dalam rutinitas orang banyak. Winky berharap single AURA bisa menemani pendengar berangkat kerja atau menyemangati saat mengalami bad day, memantulkan energi musik dari ketiganya ke hari-hari yang lesu. Lirik tentang aura memancar pun diharapkan menjadi pemantik kepercayaan diri, mendorong pendengar menunjukkan siapa mereka tanpa takut dihakimi. Maxime menyebut kembalinya ia ke musik lewat drum AURA sebagai karya yang menyegarkan dan mudah-mudahan menginspirasi orang lain untuk berani tampil apa adanya. Ke depan, mereka tidak menutup kemungkinan membawakan AURA di atas panggung secara live; saat ini, fokusnya adalah mengamati respons terhadap energi kolaborasi mereka dan merencanakan perjalanan berikutnya. Jika sambutannya hangat, AURA berpotensi menjadi pintu bagi lebih banyak kolaborasi lintas gaya yang menghidupkan kembali funk-dance di arus utama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!