Prioritaskan kebutuhan sebelum keinginan
Generasi sandwich adalah orang-orang yang menanggung kebutuhan dirinya sendiri sekaligus membantu anggota keluarga, sehingga penghasilan harus dibagi di antara tanggung jawab yang saling bersaing. Dalam keadaan ini, menentukan prioritas keuangan bukan pilihan tambahan, melainkan cara agar kebutuhan paling penting tidak tersisih. Dokter Citra Poerwa, None Jakarta 2026, mengingatkan kelompok ini untuk menyusun skala prioritas dan memenuhi kebutuhan dasar diri sendiri serta keluarga sebelum membelanjakan uang untuk hal sekunder atau tersier. Pesan itu disampaikan dalam diskusi “Sehat Finansial, Sehat Badan, Sehat Jakarta” di Jakarta Financial Festival 2026, yang berlangsung di Blok M Square, Jakarta Selatan, pada 24 Oktober. Saran ini terdengar sederhana, tetapi relevan: tanpa urutan yang jelas, tuntutan membantu keluarga dapat membuat kebutuhan pokok maupun perawatan diri terus ditunda.
Prioritas bukan berarti mengabaikan keluarga atau meniadakan seluruh kesenangan. Artinya, membedakan pengeluaran yang menjaga kehidupan sehari-hari dari yang masih bisa menunggu. Bagi keluarga yang anggarannya terbatas, keputusan kecil seperti menunda belanja nonesensial dapat memberi ruang bagi kebutuhan yang lebih mendesak.
Tekanan keuangan juga menyentuh kesehatan
Tekanan finansial tidak berhenti pada saldo yang menipis. Kekhawatiran berkepanjangan tentang cara memenuhi kebutuhan dapat membebani pikiran dan tubuh, sehingga pengelolaan uang patut dipandang sebagai bagian dari menjaga kesehatan. Citra menyebut tekanan keuangan berpotensi memengaruhi kesehatan mental dan fisik apabila tidak dikelola dengan baik. Maka, menyusun pengeluaran dan menghadapi persoalan keuangan satu per satu bukan sekadar langkah administratif; itu juga dapat membantu seseorang merasa lebih mampu mengendalikan keadaan.
Citra mengingatkan bahwa kesehatan mencakup aspek fisik, mental, dan sosial, bukan hanya bebas dari keluhan tubuh. Ketiganya saling berkaitan dalam keseharian. Jika tekanan semakin berat, mencari bantuan profesional merupakan langkah yang patut dipertimbangkan, bukan sesuatu yang perlu ditunda karena rasa malu. Dukungan tepat waktu dapat membantu seseorang menghadapi masalah dengan lebih terarah.
Langkah kecil yang dapat dilakukan
Menjaga tubuh tidak harus menunggu jadwal olahraga yang panjang. Citra menyarankan berjalan kaki selama 10–15 menit setelah makan sebagai pilihan bagi mereka yang sibuk bekerja atau belum sempat pergi ke tempat olahraga. Saran praktis ini penting karena tekanan keuangan dan rutinitas padat sama-sama dapat membuat kesehatan diri terus berada di urutan terakhir. Aktivitas singkat tidak menyelesaikan persoalan anggaran, tetapi membantu mengingatkan bahwa perawatan tubuh tetap mungkin dilakukan di sela kesibukan.
Jakarta Financial Festival 2026 berlangsung pada 23–24 Oktober sebagai bagian dari Bulan Inklusi Keuangan di DKI Jakarta. Festival tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses layanan keuangan, meningkatkan penggunaan layanan digital, dan memperkuat perlindungan konsumen. Namun, akses saja tidak cukup bila masyarakat tidak punya ruang untuk mengambil keputusan yang sehat. Literasi finansial perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan yang realistis: dahulukan kebutuhan dasar, tinjau pengeluaran, dan cari bantuan saat beban sulit ditanggung sendiri.
Pada akhirnya, generasi sandwich tidak bisa menghapus seluruh tanggung jawabnya hanya dengan membuat anggaran. Namun, menata prioritas dapat mengurangi risiko kebutuhan penting terabaikan dan membantu menjaga kesehatan di tengah tekanan. Kesejahteraan finansial dan kesehatan tubuh bukan dua urusan terpisah; keduanya perlu dirawat bersama, dimulai dari keputusan sehari-hari yang masuk akal.






