Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Konten AI Dapat Membentuk Ingatan Palsu: Cara Kerjanya

Konten AI Dapat Membentuk Ingatan Palsu: Cara Kerjanya
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

Ketika konten meyakinkan mengubah persepsi

Deepfake adalah konten berupa gambar, video, atau audio yang dibuat maupun dimanipulasi dengan AI agar terlihat atau terdengar seperti asli, sehingga seseorang seolah melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak pernah terjadi. Teknologi ini bekerja dengan mempelajari pola dalam gambar, video, atau rekaman suara seseorang, lalu menghasilkan atau mengubah konten agar menyerupai orang tersebut. Hasilnya dapat berupa wajah yang tampak berbicara, suara tiruan, atau foto yang menempatkan seseorang di situasi tertentu. Deepfake tidak selalu dibuat untuk menipu: teknologi ini juga digunakan dalam hiburan, produksi film, dan karya kreatif. Namun, kemudahan membuat media yang meyakinkan membuatnya berisiko saat digunakan tanpa izin atau untuk menyebarkan informasi palsu. Karena itu, konten AI ingatan palsu bukan sekadar persoalan apakah gambar tampak asli; persoalannya juga bagaimana gambar itu dapat membentuk keyakinan kita.

Konten AI Dapat Membentuk Ingatan Palsu: Cara Kerjanya

Bagaimana AI memicu ingatan palsu

Ingatan manusia bukan rekaman yang selalu utuh. Informasi baru, termasuk informasi keliru, dapat mengubah cara seseorang mengingat suatu kejadian. Paparan berulang terhadap konten palsu bahkan bisa membuat ingatan tentang peristiwa asli tergeser. Inilah salah satu bentuk false memories teknologi yang perlu diperhatikan: orang bukan hanya menerima informasi salah, tetapi dapat mengingatnya seolah pengalaman itu benar-benar terjadi. Dalam sebuah penelitian, peserta yang melihat foto yang dimanipulasi AI lebih sering keliru mengingat isi foto asli dan cenderung yakin pada ingatan yang salah. Penelitian lain menemukan video deepfake dan teks buatan AI dapat membuat peserta mengembangkan ingatan palsu tentang skandal politik yang tidak pernah terjadi; informasi fiktif itu juga dilaporkan memengaruhi niat memilih mereka. Temuan ini menjelaskan deepfake risiko memori: konten palsu bisa memengaruhi persepsi sekaligus keyakinan seseorang terhadap masa lalu.

Konten AI Dapat Membentuk Ingatan Palsu: Cara Kerjanya

Kebiasaan sederhana untuk mengurangi risiko

Jangan menganggap foto atau video sebagai bukti hanya karena terlihat jelas dan terasa akrab. AI image generator bahaya ketika gambar hasilnya dipercaya tanpa pemeriksaan, apalagi jika disebarkan hingga membentuk kesan yang keliru. Sebelum mempercayai atau membagikan konten, periksa siapa yang pertama kali mengunggahnya, cari konfirmasi dari sumber tepercaya, dan telusuri konteksnya. Amati gerak bibir, ekspresi, pencahayaan, serta suara yang janggal, tetapi jangan mengandalkan tanda-tanda itu sebagai bukti pasti: deepfake yang canggih bisa sulit dikenali hanya dengan melihat atau mendengarkan. Jika konten berisi kabar mengejutkan atau instruksi penting, lakukan verifikasi melalui saluran lain yang tepercaya. Sikap kritis juga penting saat berulang kali menemui klaim yang sama, sebab paparan terus-menerus dapat memengaruhi ingatan. Intinya, jeda untuk memeriksa sumber lebih bijak daripada langsung percaya atau membagikan media yang belum terverifikasi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!