Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bank Jatim dan Strategi Mengantar UKM ke Pasar Global

Bank Jatim dan Strategi Mengantar UKM ke Pasar Global
Minat|Asia Tenggara

Bank Pembangunan Daerah sebagai Gerbang UKM Ekspor Global

Bank pembangunan daerah yang memfasilitasi UKM ekspor global adalah lembaga keuangan milik daerah yang tidak hanya menyalurkan pembiayaan bank daerah, tetapi juga mengkurasi produk, melatih pelaku usaha, dan menghubungkan mereka dengan pembeli mancanegara melalui ajang seperti trade expo Indonesia, sehingga UKM mampu menandatangani kesepakatan ekspor UKM dan masuk rantai pasok internasional secara berkelanjutan. Kasus Bank Jatim menunjukkan bahwa bank daerah bisa menjadi gerbang nyata menuju pasar global, bukan sekadar penyedia kredit. Bank Jatim memfasilitasi 30 UKM binaan untuk memperluas pasar internasional melalui Trade Expo Indonesia (TEI) di ICE BSD City, sebuah pameran perdagangan berbasis business-to-business yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan. Keikutsertaan ini berujung pada kesepakatan ekspor bernilai besar, menandakan bahwa pendekatan aktif bank terhadap pengembangan UKM jauh lebih efektif daripada pola pembiayaan pasif yang selama ini lazim.

Kurasi Produk dan Pemanfaatan Trade Expo Indonesia

Keberhasilan Bank Jatim di TEI bukan hasil kebetulan, melainkan buah kurasi dan strategi. Sebelum UKM dibawa ke panggung internasional, bank melakukan seleksi ketat atas produk unggulan Jatim, lalu menempatkan mereka di ruang pamer yang tepat: 26 UKM sektor furnitur, dekorasi rumah, kerajinan, manufaktur, batik, dan komoditas industri di Main Hall, serta empat UKM pangan olahan khas Jatim di area Pangan Nusa Expo. Trade Expo Indonesia berfungsi sebagai arena business matching, bukan sekadar pameran. Melalui ajang ini, UKM binaan Bank Jatim berkesempatan memperluas jejaring bisnis dan menjajaki kerja sama dengan calon pembeli dari berbagai negara. Di sinilah nilai tambah terbesar: bank daerah memanfaatkan trade expo Indonesia sebagai platform pertemuan langsung, sehingga pembiayaan bank daerah berpadu dengan akses pasar. Tanpa kurasi dan pengaturan posisi yang tepat, UKM mudah tenggelam di keramaian expo; dengan strategi, mereka berubah menjadi pemain yang dicari.

Program JXTA dan ECP: Dari Pendampingan ke Kesepakatan Ekspor

Bank Jatim tidak berhenti pada penyediaan stan pameran. Sebagian UKM peserta merupakan bagian dari program Jatim Export Trade Assistance (JXTA) dan Export Coaching Program (ECP), yang dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha serta mempersiapkan pelaku UKM mengembangkan bisnis berorientasi ekspor. Ini penting: tanpa pemahaman standar perdagangan global, kebutuhan pasar, dan kemampuan membangun jejaring, UKM akan kesulitan mengonversi minat menjadi kontrak. Kesepakatan ekspor yang tercapai di TEI lahir dari rangkaian pembinaan bertahap, mulai dari business pitching, penguatan kesiapan usaha, hingga business matching dengan mitra internasional. "Kesepakatan ekspor tersebut merupakan hasil rangkaian pembinaan yang dilakukan secara bertahap, meliputi business pitching hingga business matching," ujar Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan Bank Jatim, Arif Suhirman. Pendekatan ini mengubah pembiayaan bank daerah menjadi paket lengkap: modal, pengetahuan, dan jaringan.

Peran Strategis Bank Daerah dan Pengakuan Pemerintah

Inisiatif Bank Jatim menegaskan bahwa bank pembangunan daerah punya peran strategis dalam mendorong UKM ekspor global dan memperkuat daya saing mereka di pasar internasional. Pendampingan berkelanjutan membuat UKM tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga memahami kebutuhan pasar, memenuhi standar global, dan membangun jejaring bisnis. Ini adalah transformasi dari bank daerah sebagai penyalur kredit menjadi mitra pengembangan usaha. Penghargaan sebagai Mitra Strategis Program Pendampingan Ekspor dari Kementerian Perdagangan melalui BPSDM memperkuat legitimasi peran tersebut. Bank Jatim bahkan dipercaya menjadi narasumber dalam sesi pendampingan ekspor dan akselerasi UKM pangan. Pengakuan ini bukan sekadar simbol; ia menunjukkan bahwa model pembiayaan bank daerah yang aktif mendampingi dan membuka akses pasar layak dijadikan rujukan nasional. Tanpa dukungan seperti ini, banyak UKM akan tetap terjebak di pasar lokal meski punya produk yang layak ekspor.

Apa Selanjutnya: Membangun Ekosistem Ekspor Berkelanjutan

Pertanyaannya sekarang bukan apakah model ini berhasil, tetapi bagaimana memperluasnya. Bank Jatim menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, mitra strategis, dan pelaku usaha untuk membangun ekosistem ekspor yang lebih kuat. Melalui pendampingan berkelanjutan, bank berupaya membantu UKM memperluas akses pemasaran sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan global. Arif Suhirman menyatakan harapan agar semakin banyak UKM Jawa Timur yang mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, dan tumbuh sebagai pelaku usaha berdaya saing di pasar internasional. Ini seharusnya menjadi agenda bersama: pemerintah daerah, bank pembangunan daerah lain, dan asosiasi UKM perlu meniru pola kurasi, coaching, dan pemanfaatan trade expo Indonesia sebagai jalur ekspor. Kesimpulannya jelas: ketika pembiayaan bank daerah dipadukan dengan program ekspor yang terstruktur, UKM tidak lagi berdiri di pinggir pasar global, tetapi ikut bermain di tengah arena.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!