Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Peragaan, Satu Arah: Wastra Bertemu Gaya Modern

Dua Peragaan, Satu Arah: Wastra Bertemu Gaya Modern
Minat|Rilis Tren

Peragaan fesyen sebagai jembatan budaya

Peragaan fesyen berbasis wastra adalah ruang publik yang menerjemahkan kain, motif, dan nilai budaya menjadi busana yang dapat dikenali serta dipakai dalam kehidupan masa kini. Dua acara yang berlangsung di akhir Oktober memperlihatkan bahwa promosi tradisi akan lebih kuat bila berjalan bersama kreativitas dan peluang ekonomi. Di Tarutung, Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan membuka Festival Ulos dan Fashion 2026 di Sopo Partungkoan pada 29 Oktober, bertepatan dengan peringatan Hari Ulos. Dua hari kemudian, Bandung Fashion Parade 2026 berlangsung di D’Botanica Mall dengan pertemuan kain Nusantara dan gaya modern. Keduanya mengangkat fesyen daerah, tetapi dengan titik berat berbeda: Tapanuli Utara bertumpu pada makna ulos dan ekonomi kerakyatan, sedangkan Bandung menonjolkan dialog desain tradisional dengan tren kontemporer.

Dua Peragaan, Satu Arah: Wastra Bertemu Gaya Modern

Ulos: identitas yang harus memberi manfaat

Festival Ulos menempatkan kain Batak bukan sekadar sebagai bahan busana, melainkan identitas yang memuat kasih sayang, penghormatan, doa, dan ikatan kekeluargaan. Penekanan ini penting: jika ulos hanya ditampilkan sebagai motif menarik, makna yang membuatnya khas berisiko terlepas dari produk yang dipasarkan. Pemerintah kabupaten menginginkan festival menjadi titik temu tradisi, kreativitas, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan, sekaligus mendorong ulos hadir dalam fesyen, kriya, cendera mata, dan produk kreatif lain. Harapan ekonominya konkret dalam bentuk peluang usaha bagi perajin, desainer, pelaku UMKM, dan masyarakat, serta nilai tambah dan daya saing produk lokal. Namun, manfaat itu tidak otomatis muncul dari panggung. Agar berkelanjutan, promosi perlu menghormati filosofi ulos dan terhubung dengan kerja para pembuatnya.

Bandung: wastra dalam bahasa desain masa kini

Bandung Fashion Parade memakai pendekatan yang lebih berorientasi pada pertemuan gaya. Dengan gagasan “East Meets West”, acara ini memadukan nilai tradisi busana Timur dengan sentuhan desain Barat yang kontemporer dan mengikuti perkembangan tren. Pesan utamanya bukan bahwa wastra harus diubah agar modern, melainkan bahwa kain tradisional dapat menjadi bagian dari rancangan yang relevan bagi selera masa kini. Penggagas acara, Lina Ve, menyebut peragaan itu sebagai wadah untuk menjembatani warisan budaya dengan inovasi mode modern. Selain desainer profesional, panggungnya juga memberi ruang kepada desainer lokal, merek pakaian, sekolah mode, komunitas fesyen, dan talenta inklusif. Cakupan ini membuat promosi wastra Nusantara bergerak melampaui satu koleksi: ia mempertemukan pembuat, calon pekerja industri, dan penonton dalam ekosistem kreatif.

Dua model promosi, satu tantangan ekonomi

Perbedaan kedua peragaan justru memperjelas potensi masing-masing. Festival Ulos membangun kedekatan dengan identitas Batak dan menautkannya langsung pada pariwisata serta penghidupan pelaku lokal. Bandung Fashion Parade menekankan eksperimen visual dan keterhubungan wastra dengan mode modern, sambil memperkuat citra Bandung sebagai pusat kreativitas fesyen. Keduanya menunjukkan bahwa runway dapat menjadi media promosi budaya, tetapi dampak ekonominya bergantung pada kesinambungan setelah acara selesai. Pemerintah Tapanuli Utara berharap festival memperkenalkan ulos kepada generasi muda, menumbuhkan kecintaan pada budaya daerah, dan mendorong inovasi yang memberi manfaat ekonomi. Langkah berikutnya semestinya menjaga keterlibatan perajin serta membuka ruang bagi karya yang menghormati makna kain. Jika promosi budaya dan kesempatan usaha berjalan seiring, peragaan tidak berhenti sebagai tontonan: ia menjadi bagian dari upaya merawat tradisi dan memperkuat ekonomi daerah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!