Pengakuan V BTS: Saat Gangguan Pendengaran Mengalahkan Gemerlap Tur
V BTS gangguan pendengaran merujuk pada kondisi penurunan fungsi pendengaran yang dialami Kim Taehyung di telinga kanan, yang hanya tersisa sekitar 30 persen setelah berlangsung lebih dari dua setengah tahun, memburuk saat wajib militer, namun tetap ia tangani dengan pengobatan dan pemeriksaan rutin sambil menjalani Arirang World Tour bersama BTS. Pengakuan ini meledakkan ilusi bahwa idol kebal terhadap konsekuensi fisik dari pekerjaannya. Di sebuah Weverse Live yang hangat bersama Jungkook, V tiba-tiba menjelaskan perbedaan pendengaran antara kedua telinganya: "Jika pendengaran telinga kiri saya berada di angka 100, pendengaran telinga kanan saya hanya sekitar 30". Alih-alih menyembunyikan, ia memilih jujur di tengah tur dunia yang menjadi momen reuni ketujuh anggota BTS setelah wamil. Keputusan berbicara terang-terangan adalah pernyataan sikap: kesehatan V BTS bukan sekadar isu pribadi, melainkan cermin kondisi kerja seluruh industri idol.

Dari Wamil ke Arirang World Tour: Kronologi Memburuknya Telinga Kanan V
Gangguan pada telinga kanan V BTS tidak muncul tiba-tiba; ia menyebut sudah mengalaminya sekitar dua setengah tahun. Cerita yang muncul di siaran langsung itu menggambarkan bagaimana kondisi ini memburuk saat ia menjalani wajib militer, di tengah lingkungan fisik dan suara yang keras. Lebih pahit lagi, pada satu titik masalah tersebut sempat dianggap "cuma mental", membuat V meragukan dirinya sendiri sebelum menyadari bahwa yang ia rasakan adalah kerusakan nyata pada pendengaran. Setelah menyelesaikan wamil dan kembali sebagai bagian penuh BTS, ia langsung turun ke Arirang World Tour V, tur dunia yang dimulai di Korea dan menandai reuni tujuh member. Pengakuan yang muncul bukan ketika tur selesai, tetapi di tengah jadwal padat, seakan menunjukkan betapa mendesaknya ia ingin ARMY tahu apa yang sebenarnya sedang ia hadapi di balik panggung.
Tampil dengan Telinga 30 Persen: Dampak ke Panggung dan Relasi dengan ARMY
Bayangkan menyanyi di stadion penuh teriakan sambil mengandalkan satu telinga yang berfungsi mendekati normal dan satu telinga yang hanya 30 persen. Di balik koreografi presisi dan vokal yang stabil, V harus mengelola keseimbangan, timing, dan komunikasi di panggung dengan sensorik yang timpang. Arirang World Tour V bukan tur kecil; jadwalnya mencakup kota-kota seperti Baltimore, Los Angeles, Buenos Aires, Bangkok, Sydney, dan Hong Kong. Di tengah intensitas ini, ia memilih untuk tidak berhenti, tetapi membuka diri langsung kepada ARMY melalui Weverse Live, ruang digital yang selama ini menjadi jembatan paling jujur antara BTS dan penggemar. Respon Jungkook—"That shouldn’t happen"—menjadi suara protes semua orang yang sadar bahwa standar kerja idol sering mengabaikan batas tubuh. Momen itu mengubah tur dari sekadar pesta musik menjadi ruang refleksi tentang apa yang dikorbankan idol untuk tetap menghibur.
Perawatan Medis, Persahabatan, dan Pelajaran tentang Kesehatan Idol
Yang membuat pengakuan ini kuat bukan dramanya, melainkan cara V menghadapinya. Ia menegaskan sedang menjalani pengobatan dan rutin ke rumah sakit untuk perawatan gangguan pendengaran, bukan menunggu keajaiban. Ia menceritakan semua itu dengan nada tenang, seolah ingin menenangkan ARMY bahwa kesehatan V BTS ditangani serius, meski jadwal Arirang World Tour V masih bergulir. Di live yang sama, Jungkook mengaku mengalami cedera tulang kering yang mendekati risiko stress fracture selama tur dan tetap tampil sambil mengelola rasa sakitnya. Dua pengakuan ini bersama-sama menunjukkan bahwa persahabatan BTS bukan slogan—mereka saling menguatkan di depan publik sambil memaksa industri melihat kenyataan: idol bukan mesin tanpa batas. Sampai tulisan sumber dibuat, agensi belum merilis penjelasan medis rinci, dan di titik ini, itu wajar; hak atas privasi kesehatan tetap harus dijaga meski sorotan publik begitu tajam.
Apa yang Harus Berubah Setelah Pengakuan V?
Pengakuan V BTS gangguan pendengaran adalah alarm keras bagi semua pihak yang menikmati hasil kerja idol tanpa memikirkan prosesnya. Selama lebih dari satu dekade, V tampil di konser berskala besar, memakai in-ear monitor dengan volume tinggi, dan menjalani jadwal tur yang menekan tubuhnya. Ketika telinga kanan V BTS turun sampai hanya 30 persen, kita tidak bisa lagi berpura-pura bahwa sistem ini sehat. Penggemar mungkin tidak bisa mengatur jadwal tur, tetapi bisa mengubah cara mereka memandang idol: berhenti menuntut kesempurnaan nonstop, mulai mendukung keputusan untuk istirahat atau mengurangi penampilan. Industri, di sisi lain, punya kewajiban moral untuk menempatkan kesehatan fisik dan mental sebagai prioritas, bukan bonus. Cerita V bukan akhir, melainkan titik mula percakapan panjang tentang batas kemanusiaan di dunia hiburan. Jika setelah ini tidak ada perubahan, maka pengakuan berani itu akan sia-sia, dan itu adalah ketidakadilan terbesar.






