Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kabel Laut 8.000 Km: Lompatan Besar Tol Internet Asia

Kabel Laut 8.000 Km: Lompatan Besar Tol Internet Asia
Minat|Asia Tenggara

Candle Cable System: Definisi Singkat dan Makna Strategis

Candle Cable System adalah sistem komunikasi kabel bawah laut Indonesia sepanjang sekitar 8.000 kilometer yang membawa data melalui jaringan serat optik laut dan dirancang menghubungkan pusat-pusat konektivitas digital di kawasan Asia, mulai dari Batam hingga Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Jepang, untuk menyediakan jalur berkapasitas besar bagi lalu lintas data internasional dan memperkuat infrastruktur digital Asia yang kian bergantung pada ekonomi berbasis layanan cloud, AI, dan pusat data. Pendaratan kabel bawah laut Golden Buoy di Tanjung Bemban, Batam, menandai tahapan penting pembangunan infrastruktur ini dan menunjukkan ambisi pelaku industri telekomunikasi memperluas konektivitas regional ASEAN melalui jalur fisik di dasar laut. Proyek sepanjang 8.000 km ini bukan sekadar proyek teknis, melainkan pernyataan bahwa ekonomi digital masa depan ditentukan oleh seberapa kuat tulang punggung konektivitas yang dimiliki kawasan.

Kabel Laut 8.000 Km: Lompatan Besar Tol Internet Asia

Mengapa Kabel Bawah Laut Menjadi Tol Internet Asia Berikutnya

Kabel bawah laut Indonesia yang dibangun melalui Candle Cable System pada dasarnya adalah “jalur tol internet” baru yang menghubungkan berbagai pusat ekonomi digital Asia. Dibanding menambah kapasitas menara atau satelit, jaringan serat optik laut menawarkan kecepatan tinggi dan latensi rendah, dua faktor yang menentukan daya saing layanan digital lintas negara. Infrastruktur ini membawa kapasitas data dalam volume besar antarkawasan dan menjadi komponen utama jaringan telekomunikasi internasional. Tanpa kabel seperti Candle, ambisi bisnis untuk bermain di layanan cloud, kecerdasan buatan, atau aplikasi yang bergantung pada komputasi waktu nyata akan terhambat. "Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan kapasitas yang semakin besar dan akses yang semakin luas ke jaringan global," ujar Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono. Dengan kata lain, investasi di dasar laut ini adalah syarat minimum untuk tetap relevan di persaingan ekonomi digital Asia.

Kabel Laut 8.000 Km: Lompatan Besar Tol Internet Asia

Batam Sebagai Hub, Efek Domino bagi Konektivitas Regional ASEAN

Pemilihan Tanjung Bemban, Batam, sebagai landing point Candle bukan keputusan teknis semata, tetapi langkah politis dalam peta konektivitas regional ASEAN. Batam berkembang sebagai hub bagi perusahaan hyperscale dan ekosistem data center, sehingga menjadi titik ideal untuk mengikat aliran data dari Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Jepang. Melalui rute tersebut, konektivitas regional ASEAN kian rapat, dengan Batam berpotensi menjadi pintu utama akses jaringan berkapasitas besar dari berbagai kawasan ke pusat komputasi dan penyimpanan data. Bagi pelanggan enterprise, hadirnya jalur baru Candle memberi tambahan pilihan konektivitas internasional dengan kapasitas tinggi yang lebih reliable dan scalable untuk layanan cloud, AI, pusat data, dan beragam aplikasi digital. Secara praktis, ini berarti perusahaan di kawasan bisa merancang arsitektur jaringan yang lebih fleksibel dan tahan gangguan, tidak bergantung pada satu rute kabel laut saja.

Kolaborasi Global dan Target Operasi 2028: Menguji Konsistensi Komitmen

Candle Cable System dimulai Desember 2024 dan dikembangkan melalui kolaborasi XLSmart bersama Meta, Globe Telecom, IPS Inc., Telekom Malaysia, SoftBank Japan, dengan NEC sebagai mitra teknologi. Pendaratan Golden Buoy di Batam menunjukkan proyek telah melewati salah satu tahapan kunci dan kini bergerak dari konsep ke implementasi fisik. Target mulai beroperasi pada 2028 bukan sekadar tenggat teknis, tetapi ujian konsistensi komitmen para pihak untuk menghadirkan konektivitas berkualitas, berkelanjutan, dan bertanggung jawab bagi ekonomi digital kawasan. Jika jadwal ini tercapai, pelaku usaha akan mendapat akses lebih besar ke ekosistem digital regional, dengan jalur data yang mampu mengikuti pertumbuhan trafik hingga beberapa tahun ke depan. Kalau molor, risiko kemacetan trafik dan ketergantungan pada rute lama akan menghantam langsung rencana ekspansi layanan digital, dari pusat data hingga platform AI.

Dampak Nyata bagi Dunia Usaha: Dari Cloud hingga AI

Dampak Candle Cable System paling terasa bagi segmen enterprise yang bergantung pada konektivitas internasional berkapasitas tinggi. Kebutuhan pelanggan korporasi terhadap jaringan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan cloud, kecerdasan buatan, pusat data, dan aplikasi digital lain yang memerlukan kapasitas besar dan latensi rendah. Melalui jalur baru ini, perusahaan mendapat pilihan konektivitas internasional yang lebih luas, dengan jaringan yang reliable dan scalable untuk mengikuti lonjakan trafik data tanpa harus terus-menerus mengganti arsitektur sistem. Secara strategis, Candle memperkuat infrastruktur digital Asia dengan membuka akses yang lebih besar bagi dunia usaha untuk terhubung dengan ekosistem digital regional dan memanfaatkan layanan lintas negara secara lebih efisien. Ke depan, siapa pun yang serius bermain di bisnis cloud dan AI akan menjadikan rute kabel laut seperti Candle sebagai faktor kunci dalam perencanaan jaringan mereka.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!