Bantuan darurat menjangkau warga pesisir
Air bersih Makassar di kawasan pesisir masih menjadi kebutuhan yang tak selalu mudah dipenuhi, sehingga penyaluran sementara dapat memberi kelegaan nyata bagi rumah tangga. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan di Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah secara bertahap sejak Oktober hingga 4 November 2026. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Pelindo merespons kesulitan warga memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari di sekitar wilayah operasional pelabuhan. Langkah ini patut diapresiasi, tetapi bantuan berkala bukan pengganti layanan yang stabil. Ukuran keberhasilannya bukan hanya air yang tiba di satu periode, melainkan apakah warga kelak dapat mengandalkan pasokan tanpa menunggu distribusi bantuan berikutnya.

Delapan kelurahan, jatah 5.000 liter per wilayah
Cakupan program terbagi antara tiga kelurahan di Kecamatan Tallo—Tallo, Buloa, dan Kaluku Bodoa—serta lima kelurahan di Kecamatan Ujung Tanah: Cambaya, Pattingalloang, Pattingalloang Baru, Totaka, dan Camba Berua. Setiap kelurahan memperoleh alokasi 5.000 liter air bersih untuk membantu kebutuhan rumah tangga. Distribusi air Pelindo dilakukan bertahap dengan menjangkau tiga titik distribusi setiap hari. Angka dan sebaran ini memberi gambaran yang jelas tentang jangkauan program, namun belum menjawab berapa lama alokasi tersebut mencukupi kebutuhan warga atau seberapa sering tiap lokasi menerima pasokan. Karena itu, bantuan air gratis ini layak dipandang sebagai penyangga kebutuhan mendesak, bukan bukti bahwa persoalan akses air di pesisir sudah selesai.

Koordinasi PDAM dan Polres perlu berujung pada pasokan
Di jalur layanan yang berbeda, PDAM Makassar dan Polres Pelabuhan membahas distribusi serta pemenuhan air untuk Kecamatan Ujung Tanah, Kepulauan Sangkarrang, dan lingkungan Kantor Polres Pelabuhan. Kapolres AKBP Kaisar Reman Sambo menyampaikan kebutuhan warga dan kantor kepolisian dalam pertemuan dengan Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, pada 2 November 2026. Syahrum menyatakan Perumda terbuka untuk berkoordinasi, sementara Plt Direktur Umum Andi Taufiq Airs menekankan perlunya pemeriksaan teknis atas kondisi jaringan dan wilayah layanan. Koordinasi itu penting, tetapi pertemuan saja belum mengalirkan air. Warga perlu tindak lanjut yang terukur: penilaian kebutuhan, kejelasan jangkauan, dan informasi tentang langkah berikutnya.
Bantuan harus menjadi awal, bukan akhir
Pelindo menyatakan program TJSL akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Sementara itu, pihak Perumda Air Minum dan Polres berharap koordinasi berlanjut agar kebutuhan warga di Ujung Tanah dan Kepulauan Sangkarrang serta pelayanan kepolisian menjadi perhatian bersama. Dua upaya ini saling melengkapi: bantuan Pelindo memberi pasokan langsung, sedangkan koordinasi PDAM berpotensi menangani persoalan layanan melalui pemeriksaan kondisi jaringan. Namun, warga membutuhkan kesinambungan, bukan sekadar dua jalur respons yang berjalan sendiri-sendiri. Kesimpulannya, penyaluran ke delapan kelurahan adalah langkah konkret yang pantas diapresiasi, tetapi kemajuan sesungguhnya bergantung pada tindak lanjut yang menjaga akses air bersih tetap tersedia setelah bantuan selesai.






