Verdikt Awal: Mid-Range yang Pantas Dilirik, tapi Bukan Tanpa Kompromi
Samsung Galaxy A37 5G adalah ponsel mid-range yang memadukan prosesor Exynos 1480, layar Super AMOLED 120Hz, fitur Galaxy AI, dan janji update OS selama enam tahun untuk memberikan rasa flagship bagi pengguna yang ingin performa dan fitur modern tanpa harus membeli ponsel kelas atas. Secara garis besar, ini adalah ponsel yang sangat masuk akal untuk pengguna yang mencari keseimbangan: performanya naik cukup jauh dibanding Galaxy A36 5G berkat chipset baru yang lebih bertenaga dan efisien, sementara layar dan desain tetap mempertahankan nuansa premium. Namun, kompromi tetap ada di sisi kamera low-light, kenyamanan penggunaan satu tangan, dan absennya slot microSD. Untuk harga mid-range (yang belum diumumkan resmi di sumber), paket yang ditawarkan terasa kompetitif, terutama jika Anda peduli pada umur pakai ponsel.
Kelebihan
- Performa Exynos 1480 meningkat signifikan dibanding generasi sebelumnya, dengan skor single-core 1159 dan multi-core 3475.
- Layar Super AMOLED 6,7 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz terasa seperti kelas flagship dalam pemakaian sehari-hari.
- Fitur Galaxy AI membawa kemampuan pintar yang sebelumnya lebih identik dengan seri premium.
- Janji update OS selama enam tahun memberikan nilai jangka panjang dan keamanan yang kuat.
Kekurangan
- Kadang proses memuat aplikasi terasa lebih lama daripada yang diharapkan dari skor benchmark-nya.
- Kualitas foto menurun cukup jelas saat kondisi minim cahaya.
- Dimensi lebar membuat pemakaian satu tangan kurang nyaman.
- Tidak ada slot microSD sehingga ruang 128GB tidak bisa diperluas secara fisik.

Desain dan Layar: Rasa Flagship, Ergonomi Masih Perlu Kompromi
Dari sisi desain, Samsung Galaxy A37 5G tampil tipis dengan ketebalan hanya 7,4 mm, sehingga masih terlihat elegan di tangan. Bingkai aluminium di bagian luar dipadukan dengan kaca depan berlapis Gorilla Glass dan belakang yang terasa seperti kaca, memberi kesan premium yang jarang ditemui di kelas menengah. Panel belakang dilapisi Gorilla Glass Victus+ dan terasa kesat saat digenggam, sementara rangka plastik menjaga bobot di angka 196 gram sehingga tetap mantap tanpa terasa terlalu berat. Konsekuensinya, bodi cukup lebar dan menyulitkan penggunaan satu tangan, sesuatu yang perlu dipertimbangkan bagi pengguna dengan telapak kecil. Layar Super AMOLED 6,7 inci beresolusi Full HD+ (1080 x 2340) tampil tajam untuk menonton dan bermain game. Refresh rate 120Hz dengan opsi Standard 60Hz dan Adaptive hingga 120Hz membuat scrolling media sosial dan perpindahan aplikasi terasa mulus. Menurut ulasan, tingkat kecerahan puncak 1.900 nits membuat visibilitas di bawah matahari langsung cukup baik, meski refleksi masih tampak di permukaan layar. Salah satu catatan, kejernihan panel ini belum selevel layar terbaik Samsung, sehingga pengguna yang terbiasa dengan seri S flagship mungkin akan merasakan sedikit perbedaan.
| Spesifikasi Kunci | Samsung Galaxy A37 5G | Catatan Pengguna |
|---|---|---|
| Ketebalan & Bobot | 7,4 mm, 196 gram | Tipis dan terasa mantap, tapi lebar untuk satu tangan |
| Material | Bingkai aluminium, depan Gorilla Glass, belakang Gorilla Glass Victus+ | Rasa premium, perlindungan baik terhadap goresan |
| Layar | Super AMOLED 6,7 inci, FHD+ 1080 x 2340, 120Hz | Tajam dan mulus, warna kaya, visibilitas outdoor cukup |
| Refresh Rate | Mode Standard 60Hz, Adaptive hingga 120Hz | Bisa hemat baterai atau memilih kelancaran maksimal |

Performa Exynos 1480 dan Galaxy AI: Secepat Klaimnya?
Perubahan terbesar dibanding Galaxy A36 5G adalah perpindahan dari Snapdragon 6 Gen 3 ke Exynos 1480. Chip buatan Samsung ini dipadukan dengan RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB. "Samsung Galaxy A37 dengan Exynos 1480 menghasilkan skor single-core 1159 dan multi-core 3475," menurut pengamat gadget Leigh Stark, menunjukkan peningkatan yang jelas dibanding pesaing seperti Motorola Razr 60 dengan MediaTek Dimensity 7300. Di dunia nyata, ponsel mampu membuka aplikasi dengan baik, tetapi ada momen ketika proses loading terasa lebih lama daripada yang diharapkan dari skor benchmark. Ini membuat pengalaman penggunaan lebih mendekati kelas bawah-menengah daripada penuh rasa flagship. Keunggulan lain yang membedakannya di segmen harga adalah kehadiran fitur Galaxy AI yang sebelumnya lebih identik dengan seri premium. Fitur-fitur ini dirancang untuk membantu produktivitas dan penggunaan pintar, misalnya dalam pengelolaan konten, komunikasi, dan integrasi dengan ekosistem lain, meski detail spesifik tidak diuraikan dalam sumber. Dipadukan dengan Android 16 dan One UI yang halus dan mendekati visi Google, pengalaman software terasa modern. Pengguna juga mendapat Samsung Pass dan Samsung Wallet sebagai pengelola kata sandi dan pembayaran, dengan opsi beralih ke solusi Google jika diinginkan.
Kamera dan Umur Pakai: Cukup untuk Pengguna Harian, Bukan untuk Penggila Foto
Samsung Galaxy A37 5G membawa tiga kamera belakang: kamera wide 50MP dengan aperture F1.8, kamera ultra-wide 8MP F2.2, dan kamera makro 5MP F2.4. Kamera utama mendukung perekaman video 4K, sementara di depan ada kamera selfie 12MP tunggal. Dalam kondisi siang hari, kombinasi kamera utama dan ultra-wide mampu menghasilkan foto yang baik dengan detail memadai untuk penggunaan media sosial. Namun, performa menurun cukup terasa ketika cahaya minim; noise meningkat dan ketajaman gambar turun, walau bantuan flash bisa sedikit menolong. Meski modul kamera mirip seri S26, kualitas visualnya secara keseluruhan lebih lembut, sejalan dengan posisi ponsel ini di kelas menengah. Yang menjadikan Galaxy A37 5G menarik bagi pengguna hemat adalah umur pakai software. Ponsel ini menjalankan Android 16 dan dijanjikan mendapat pembaruan sistem operasi selama enam tahun. Untuk ponsel mid-range, komitmen seperti ini jarang dan berarti Anda bisa mempertahankan perangkat lebih lama dengan keamanan dan fitur baru tanpa harus sering upgrade perangkat. Digabung dengan desain kokoh, layar yang masih relevan, dan performa yang cukup, Galaxy A37 5G terasa seperti investasi jangka panjang yang menarik, selama Anda bisa menerima batasan di sektor kamera dan ketiadaan ekspansi memori.
Buy if / Skip if
- Buy the Samsung Galaxy A37 5G if Anda menginginkan ponsel mid-range dengan layar AMOLED 120Hz yang terasa seperti flagship untuk hiburan harian.
- Buy the Samsung Galaxy A37 5G if Anda butuh performa Exynos 1480 yang meningkat signifikan dibanding Galaxy A36 5G dan cukup untuk multitasking ringan-menengah.
- Skip the Samsung Galaxy A37 5G if Anda sering memotret di malam hari dan mengutamakan kualitas kamera low-light sebagai prioritas utama.
- Buy the Samsung Galaxy A37 5G if Anda mencari ponsel yang mendapat update OS selama enam tahun sehingga nilai jangka panjang dan keamanan menjadi pertimbangan utama.
- Skip the Samsung Galaxy A37 5G if Anda lebih nyaman memakai ponsel yang ringkas dan mudah dioperasikan dengan satu tangan sepanjang hari.
- Skip the Samsung Galaxy A37 5G if Anda membutuhkan penyimpanan yang bisa diperluas dengan microSD dan sering menyimpan banyak file besar secara lokal.


