Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Di Balik Dapur MBG, Kerja yang Menopang Keluarga

Di Balik Dapur MBG, Kerja yang Menopang Keluarga
Minat|Makanan Kaki Lima

Dapur MBG juga menjadi ruang mencari nafkah

Relawan dapur MBG adalah orang-orang yang membantu menjalankan layanan penyediaan makanan bergizi, sekaligus membawa kebutuhan dan harapan keluarganya ke dalam pekerjaan sehari-hari. Kisah Maria Magdalena Madhema di SPPG Wailiti menunjukkan bahwa di balik piring yang disiapkan, ada tenaga kerja yang berjuang agar rumah tangga tetap bertahan. Maria, 51 tahun, tinggal di Kampung Urung Pigang, Kabupaten Sikka, bersama lima anaknya. Sejak suaminya meninggal akibat kecelakaan pada 2019, ia menjadi tulang punggung keluarga dan berusaha membiayai pendidikan mereka. Nilai kisah ini bukan sekadar tentang seseorang yang memperoleh pekerjaan. Ia memperlihatkan bagaimana kesempatan bekerja di dapur dapat menjadi salah satu penyangga keluarga, meski pekerjaan itu tidak serta-merta menghapus kesulitan ekonomi.

Kesempatan kerja yang memberi ruang untuk terus berjuang

Sebelum bekerja di dapur, Maria mengandalkan hasil menenun di rumah, tetapi pendapatan itu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah. Setahun sebelum kisahnya diberitakan, ia mendengar SPPG Wailiti membuka lowongan. Ia sempat ragu karena tidak punya keahlian memasak, apalagi dapur tersebut menyiapkan makanan untuk ribuan penerima manfaat. Meski begitu, ia melamar dan diterima di bagian pembersihan. Maria bekerja Senin hingga Jumat, pukul 10.00 sampai 16.00 Wita, bersama puluhan relawan lainnya. Jadwal itu juga memberinya kesempatan untuk tetap menenun sebelum atau sesudah bekerja. Penghasilannya belum mencukupi seluruh kebutuhan, tetapi Maria mengatakan pekerjaan tersebut terasa membantu. Pengalaman ini menegaskan bahwa manfaat sebuah pekerjaan tidak hanya diukur dari kecukupan pendapatan, tetapi juga dari peluang untuk menggabungkannya dengan sumber penghidupan lain.

Pekerjaan dapur terlihat, tetapi upah perlu dibaca hati-hati

Kisah pegawai dapur MBG di Tanjungpinang memberi gambaran lain tentang kerja di balik layanan makan. Di dapur SPPG Sei Carang, Nori, 49 tahun, mulai merapikan celemek ketika waktu belum menunjukkan pukul lima sore. Ruangan berdinding semen dan berbata masih menyimpan hawa panas dari pengolahan bahan pangan. Gambaran singkat itu mengingatkan bahwa pekerjaan dapur berlangsung dalam lingkungan yang menuntut tenaga dan ketahanan fisik. Namun, bahan yang tersedia tidak mencantumkan nominal upah sehari Nori, sehingga angka upah pekerja MBG tidak bisa dipastikan dari kisah tersebut. Mengisi kekosongan itu dengan perkiraan justru mengaburkan kondisi pekerja. Untuk memahami kehidupan di dapur MBG, pengakuan soal jam dan suasana kerja penting, tetapi informasi upah yang jelas juga diperlukan.

Tenaga kerja adalah bagian dari keberlanjutan program

Maria tetap bersyukur atas kesempatan bekerja meski masih memiliki utang dan penghasilannya belum menutup semua kebutuhan. Ia berharap program MBG berlanjut agar dapat meringankan beban penerima manfaat, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan. Harapan itu layak dibaca bersama kondisi orang-orang yang menyiapkan layanan tersebut. Relawan maupun pegawai dapur bukan sekadar latar belakang operasional; pekerjaan mereka bersentuhan langsung dengan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan dan menjaga pendidikan anak. Kisah Maria menunjukkan manfaat pekerjaan yang terasa di rumah, sementara cerita Nori mengingatkan pada tuntutan kerja yang kerap luput dari perhatian. Kesimpulannya, dapur MBG tidak hanya dinilai dari makanan yang sampai kepada penerima, tetapi juga dari bagaimana orang-orang di baliknya memperoleh kesempatan kerja dan informasi yang terang tentang kondisi kerja mereka.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!