Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Hawug-Hawug, Geblek, dan Jenang Upih: Jajanan Jadul yang Patut Dijaga

Hawug-Hawug, Geblek, dan Jenang Upih: Jajanan Jadul yang Patut Dijaga
Minat|Makanan Kaki Lima

Hawug-hawug: manis, kenyal, dan beraroma daun pisang

Jajanan jadul Jawa adalah kudapan tradisional berbahan lokal yang diwariskan lewat kebiasaan pasar dan rumah, dengan rasa, tekstur, serta aroma yang merekam cara hidup masyarakat. Hawug-hawug tradisional, yang juga dikenal sebagai awug-awug sagu mutiara, termasuk kudapan lama yang menyimpan kenangan bagi banyak orang. Dikenal di Yogyakarta dan Jawa Tengah, jajanan ini kini terasa asing bagi sebagian generasi muda dan makin jarang dijumpai.

Butiran sagu mutiara, kelapa parut, gula, dan sedikit garam menghasilkan tekstur kenyal dengan rasa manis-gurih. Adonan dibungkus daun pisang, lalu dikukus sampai matang; uap panas mengangkat aroma alami pembungkusnya. Ada pula versi yang memadukan tepung ketan atau tepung beras dengan kelapa dan gula. Perbedaan resep ini bukan alasan untuk memperdebatkan versi paling asli, melainkan tanda bahwa jajanan rumahan tumbuh mengikuti kebiasaan setempat. Jika menemukannya, nikmati saat masih segar dan tanyakan bahan serta cara membuatnya kepada penjual. Cerita kecil itu sama berharganya dengan suapan pertama.

Geblek Kulon Progo, bukan sekadar cireng berbentuk unik

Geblek Kulon Progo mudah dikenali dari bentuknya yang menyerupai angka delapan, warna putih, dan tekstur kenyal; kudapan berbahan pati singkong ini memiliki rasa gurih dengan aroma bawang putih. Paling pas mencicipinya ketika masih hangat sebagai camilan sore. Bentuknya bukan hiasan semata: adonan perlu dibentuk dengan telaten agar dua lingkarannya menyatu dan tidak mudah terlepas saat digoreng.

Geblek kerap dibandingkan dengan cireng karena sama-sama kenyal dan gurih. Namun, bentuk, karakter rasa, dan tradisi penyajiannya memberi geblek identitas tersendiri. Perbedaan ini layak dikenalkan, bukan dihapus dengan menyebutnya sekadar variasi makanan berbahan tapioka. Geblek juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2018, sebuah pengakuan yang memperkuat alasan untuk merawat pengetahuan dan keterampilan pembuatannya. Saat membeli, cicipi selagi hangat dan tanyakan cara mengolahnya. Dengan begitu, kita tidak hanya membawa pulang kudapan, tetapi juga mengenali hubungan antara bentuk, bahan lokal, dan ketelatenan pembuatnya.

Hawug-Hawug, Geblek, dan Jenang Upih: Jajanan Jadul yang Patut Dijaga

Jenang upih dan pasangan gurih yang tak biasa

Jenang upih menarik bukan hanya karena teksturnya yang lembut atau kenyal, tetapi juga karena nama dan penyajiannya berkaitan dengan

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!