Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Xring O3 Xiaomi Pecahkan Rekor AnTuTu, Tantang Snapdragon dan MediaTek

Xring O3 Xiaomi Pecahkan Rekor AnTuTu, Tantang Snapdragon dan MediaTek
Minat|Gamer Mobile

Lompatan Bersejarah: Apa Itu Xring O3 dan Mengapa Penting

Xring O3 adalah chipset mobile custom buatan Xiaomi yang dirancang untuk mendorong performa Android ke level ekstrem, terbukti dengan skor AnTuTu benchmark menembus 5,22 juta poin dan menempatkannya di atas berbagai SoC Snapdragon serta MediaTek dalam pengujian terbaru, sehingga mengubah peta persaingan prosesor mobile kelas flagship dan memaksa pemain lama untuk meninjau ulang strategi performa mereka. Keberhasilan Xring O3 bukan sekadar angka tinggi di lembar spesifikasi; ini adalah pernyataan politik teknologi. Selama bertahun-tahun, ekosistem Android praktis hidup di bawah bayang-bayang dua nama besar: Snapdragon dan MediaTek. Kini, Xiaomi mengirim sinyal jelas bahwa era “pembuat ponsel yang bergantung penuh pada pihak ketiga” mulai berakhir. Dengan menguasai desain chip sendiri, Xiaomi tidak hanya mengejar performa, tetapi juga kendali penuh atas arah pengembangan perangkatnya. Pertanyaannya bukan lagi apakah produsen ponsel harus punya chipset sendiri, melainkan kapan mereka berani menyusul langkah agresif ini.

Xring O3 Xiaomi Pecahkan Rekor AnTuTu, Tantang Snapdragon dan MediaTek

Dominasi di AnTuTu: Xiaomi 18 Fold dan Pad 9 Pro Max di Puncak

Data pengujian AnTuTu V12 periode 1–30 September 2026 menegaskan dampak langsung Xring O3 di dunia nyata: Xiaomi 18 Fold memimpin daftar smartphone Android flagship dengan skor rata-rata 4.620.886 poin, mengungguli berbagai pesaing berbasis Snapdragon dan MediaTek. Di posisi kedua, iQOO 16 dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 hanya mampu mencatat 4.449.925 poin, disusul Honor Magic9 Pro Max di angka 4.435.489 poin. Kutipan yang layak dicatat: “Chipset buatan Xiaomi ini berjaya mengalahkan semua chipset Snapdragon dan MediaTek dalam AnTuTu Benchmark terkini.” Debut Xring O3 terjadi di perangkat lipat Xiaomi 18 Fold dan tablet Mi Pad 9 Pro Max yang dirilis pada September 2026, menjadikan keduanya etalase resmi generasi baru Xiaomi chipset performa tinggi. Fakta bahwa perangkat lipat dan tablet menjadi panggung utama menunjukkan ambisi Xiaomi: bukan hanya menang di smartphone klasik, tetapi di seluruh kategori layar besar yang menuntut prosesor gaming mobile kelas berat.

Skor 5,22 Juta: Rekor AnTuTu yang Mengguncang Hierarki Chipset

Di luar skor rata-rata perangkat, yang paling mengguncang adalah capaian mentah Xring O3 di AnTuTu. Dalam pengujian, chipset ini menembus skor AnTuTu benchmark 5,22 juta poin, dengan catatan spesifik 5.228.014 poin pada AnTuTu v11. Angka ini menjadikannya salah satu SoC mobile tercepat yang pernah ada, sekaligus mengukuhkan klaim bahwa “chipset terbaik Android saat ini bukanlah dari Snapdragon dan bukan juga dari MediaTek, tetapi Xring O3 dari Xiaomi.” Xiaomi 18 Fold yang menggunakan Xring O3 memimpin ranking flagship AnTuTu dengan skor sekitar 4,6 juta poin, meninggalkan iQOO 16 dan Honor Magic 9 Pro Max yang mengandalkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Ini bukan kemenangan tipis; selisih ratusan ribu poin di benchmark sintetis menunjukkan bahwa arsitektur Xring O3 mampu mengekstrak performa lebih tinggi dari konfigurasi hardware yang, di atas kertas, tak jauh berbeda. Dalam konteks Xring O3 benchmark, dominasi ini menjadi alarm keras bagi pesaing yang selama ini nyaman di puncak.

Chipset Custom Xiaomi: Simbol Kemandirian Teknologi

Keputusan Xiaomi mengembangkan Xring O3 sebagai prosesor buatan sendiri mengubahnya dari sekadar produsen perangkat menjadi pemain penuh di rantai nilai silikon. Xiaomi 18 Fold menjadi perangkat dengan skor tertinggi berkat penggunaan chipset XRING O3, prosesor yang dikembangkan Xiaomi sendiri. Ini menandai lompatan spektakuler dalam teknologi prosesor mobile buatan sendiri: bukan lagi eksperimen, melainkan produk matang yang langsung memimpin AnTuTu skor tertinggi. Selama ini, Xiaomi dikenal sebagai pembuat ponsel, air purifier, dan bahkan mobil, namun kini ia menambah satu identitas penting: pembuat chipset ponsel yang mampu melampaui kemampuan SoC yang selama ini berjaya. Dari sudut pandang strategi, Xring O3 adalah kartu truf. Dengan Xiaomi chipset performa yang tak bergantung pada jadwal dan prioritas Snapdragon atau MediaTek, perusahaan bisa mengatur siklus inovasi sendiri. Ini memberi ruang untuk mengoptimalkan prosesor gaming mobile sesuai visi mereka, bukan sekadar mengikuti template umum yang ditawarkan pemasok eksternal.

Kesimpulan: Era Baru Persaingan Chipset Android

Meski AnTuTu Benchmark tetap perlu dibuktikan lewat uji nyata seperti performa gaming panjang dan manajemen suhu baterai, Xring O3 sudah memenangkan satu hal: narasi. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, headline performa Android tidak lagi didominasi nama Snapdragon atau MediaTek, melainkan Xiaomi dengan Xring O3 benchmark yang menembus 5,22 juta poin dan memimpin ranking flagship. Implikasinya jelas: peta kekuatan prosesor gaming mobile di Android memasuki fase baru. Produsen lain kini harus memilih, apakah tetap nyaman bergantung pada pemasok tradisional, atau mengikuti jejak Xiaomi dengan investasi besar di chipset custom. Xring O3 menunjukkan bahwa keberanian mengambil alih kendali silikon bisa berbuah AnTuTu skor tertinggi dan posisi terdepan di kelas flagship. Jika tren ini berlanjut, masa depan Android mungkin akan ditentukan bukan oleh satu atau dua nama lama, tetapi oleh ekosistem produsen yang berani membangun otak perangkatnya sendiri.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!