Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Chipset Xring O3 Xiaomi Tembus AnTuTu 5,22 Juta: Standar Baru Gaming Mobile

Chipset Xring O3 Xiaomi Tembus AnTuTu 5,22 Juta: Standar Baru Gaming Mobile
Minat|Gamer Mobile

Xring O3: Rekor AnTuTu dan Ambisi Besar Xiaomi

Chipset Xring O3 adalah System-on-Chip mobile in-house Xiaomi berbasis teknologi 3nm dengan CPU 10-core, GPU 16-core, dukungan memori LPDDR6, dan akselerasi AI terdistribusi, yang dirancang untuk mendorong batas performa gaming flagship sekaligus efisiensi daya di ponsel lipat dan tablet premium. Xring O3 bukan sekadar chip baru; ini adalah pernyataan politik teknologi dari Xiaomi bahwa mereka tidak mau lagi bergantung penuh pada Qualcomm atau MediaTek untuk kelas atas. Dengan skor AnTuTu 5,22 juta, Xring O3 menjadi SoC mobile pertama yang menembus angka 5 juta poin di platform tersebut, memecahkan rekor internal Xiaomi dan mengirim pesan jelas ke kompetitor. Xiaomi merilis Xring O3 bersama dua chip lain, Xring O100 untuk AI dan Xring D100 untuk berkendara cerdas, menandakan strategi ekosistem silikon yang jauh lebih luas daripada sekadar ponsel.

Chipset Xring O3 Xiaomi Tembus AnTuTu 5,22 Juta: Standar Baru Gaming Mobile

Teknologi 3nm, LPDDR6, dan Implikasi Nyata bagi Gamer

Keunggulan chipset Xring O3 tidak berhenti di angka AnTuTu 5,22 juta; fondasinya adalah teknologi 3nm mobile yang diklaim memberi peningkatan performa CPU hingga 60% dan efisiensi grafis 64% lebih baik. Dukungan memori LPDDR6 dengan bandwidth 113,8 GB/s adalah terobosan lain, menjanjikan aliran data jauh lebih cepat untuk tekstur high-res, loading game berat, dan multitasking agresif. Secara praktis, gamer akan merasakan frame rate lebih stabil, waktu muat yang lebih singkat, dan ponsel yang tidak cepat memanas ketika bermain dalam waktu lama — jika perangkat komersial mampu memanfaatkan potensi ini dengan sistem pendingin dan manajemen daya yang matang. Di sisi AI, performa tensor 200 TOPS dan vektor 3,13 TFLOPS plus peningkatan NPU 45% membuka ruang fitur seperti upscaling resolusi real-time, asistensi permainan, dan pengolahan suara di perangkat tanpa banyak mengorbankan baterai.

Geekbench 15.086: Kekuatan CPU dan Tantangan Optimasi

Jika AnTuTu mengangkat Xring O3 ke panggung besar, skor Geekbench-lah yang mengukuhkan klaim bahwa ini adalah chip kelas atas serius. Xring O3 mencatat 3.854 poin di single-core dan 15.086 poin di multi-core dalam pengujian awal, sekitar 55% lebih tinggi dari generasi Xring O1 dan berada di atas skor multi-core Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang masih di bawah 12.000 poin. "Skor Geekbench multi-core 15.086 menunjukkan Xring O3 siap bersaing di level teratas, bukan sekadar pelengkap portofolio," menurut laporan teknis yang mengungkap pengujian tersebut. Angka ini berarti tugas seperti rendering video, pengeditan foto berat, kompilasi kode, atau membuka banyak aplikasi sekaligus akan ditangani lebih gesit. Namun semua hasil datang dari desain referensi, bukan ponsel retail; performa berkelanjutan akan sangat bergantung pada sistem pendingin, batas daya, serta kecerdasan scheduling di MIUI atau sistem lain yang mengadopsinya.

Performa Grafis dan Standar Baru Gaming Flagship

Di ranah grafis, Xring O3 berpotensi mengganggu kenyamanan pemain lama. GPU 16-core G2-Ultra NX diklaim meningkatkan performa grafis hingga 85% dibanding pendahulunya, sementara pengujian 3DMark Steel Nomad Light menunjukkan performa hingga 40% lebih tinggi dibanding prosesor flagship saat ini, dan 90% di atas Xring O1. Bagi gamer mobile, ini berarti game dengan antarmuka beresolusi tinggi, efek partikel kompleks, dan dunia terbuka luas bisa dijalankan dengan kualitas visual dekat konsol tanpa harus menurunkan pengaturan hanya demi menjaga suhu. Tetapi ada satu risiko yang tidak boleh diabaikan: hampir semua pengujian grafis ini menggambarkan performa puncak, bukan performa setelah 30–60 menit bermain berurutan. Jika sistem pendingin Xiaomi 18 Fold dan Pad 9 Pro Max tidak cukup agresif, throttling tetap akan hadir dan mengurangi keuntungan yang tercatat di benchmark.

Xiaomi 18 Fold, Ekosistem Chip In-House, dan Apa Artinya bagi Pasar

Langkah paling berani Xiaomi adalah menempatkan Xring O3 sebagai otak Xiaomi 18 Fold dan Pad 9 Pro Max, dua perangkat yang dijadwalkan meluncur pada bulan September dan sudah masuk fase pra-pemesanan. Foldable dan tablet punya kebutuhan termal berbeda, dan ini akan menjadi ujian sesungguhnya: apakah performa gaming flagship Xring O3 tetap stabil di bodi tipis ponsel layar lipat dan di tablet yang lebih lega untuk pendinginan. Di luar segmen mobile, rilis bersamaan Xring O100 untuk AI on-device di ponsel, mobil, dan robot, serta Xring D100 sebagai chip AI 3nm pertama untuk intelligent driving dengan rencana komersial 2027, menandakan Xiaomi sedang membangun ekosistem chipset in-house lintas kategori. Jika Xring O3 sukses di pasar, produsen lain akan terdorong mengembangkan solusi custom serupa, dan standar gaming mobile flagship tak lagi ditentukan satu atau dua nama besar, tetapi oleh kompetisi desain chip internal yang kian intens.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!