Debut berkilau yang menghidupkan ikon lama
Fantasy Bra Victoria’s Secret adalah rancangan lingerie ikonik yang memadukan fungsi busana panggung dengan perhiasan bernilai tinggi untuk menciptakan tontonan mode yang sengaja melampaui pakaian dalam biasa. Dalam Kylie Jenner runway debut di Victoria’s Secret Fashion Show 2026, ia mengenakan rancangan yang dihiasi 4.410 berlian, termasuk batu utama berlian kuning 75,54 karat. Bra berlian mewah itu dikerjakan 15 perajin selama lebih dari 1.000 jam. Laporan menyebut nilainya Rp800 miliar, menjadikannya salah satu Fantasy Bra termahal dalam sejarah acara tersebut. Dipadukan dengan sayap bernuansa unicorn dan rok mini transparan, busana itu jelas dirancang sebagai tontonan. Namun, sorotan pada kemewahan saja tak cukup menjelaskan mengapa pilihan pemakainya memicu perdebatan.

Pilihan selebritas yang membelah penggemar
Kylie adalah bintang hiburan dan pengusaha kecantikan, bukan Angel yang selama ini lekat dengan sejarah runway merek tersebut. Karena itu, penunjukannya terasa seperti keputusan pemasaran sekaligus pernyataan tentang siapa yang kini mampu menarik perhatian publik. Sebagian penggemar memperdebatkan pilihan tersebut. Ada alasan komersial yang masuk akal: jangkauan Kylie melintasi mode, budaya populer, dan televisi. Namun, keputusan itu juga menggeser makna Fantasy Bra dari penghargaan bagi model menjadi panggung bagi selebritas dengan daya tarik massa. Di sinilah kontroversi brand fashion itu menguat. Perdebatan bukan semata soal kelayakan Kylie, melainkan apakah Victoria’s Secret sedang memperluas definisi pesonanya atau sekadar memakai nama besar untuk menghidupkan kembali formula lama. Kemewahan busana memperbesar sorotan, tetapi tidak otomatis menjawab kritik tentang citra perempuan yang dibawa merek.
Kembalinya Fantasy Bra membawa beban nostalgia
Fantasy Bra kembali ke runway setelah absen sejak 2018, dan kemunculannya menjadi bagian dari usaha Victoria’s Secret merangkul lagi citra yang dulu akrab bagi penonton






