Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Desain Canva hingga AI: Program Lapangan yang Mengubah Cara Siswa Melihat Teknologi

Dari Desain Canva hingga AI: Program Lapangan yang Mengubah Cara Siswa Melihat Teknologi
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Pelatihan digital siswa yang berangkat dari tanah sendiri

Pelatihan digital siswa di daerah terpencil adalah program lapangan yang mengajarkan keterampilan teknologi seperti desain Canva untuk pelajar dan pemanfaatan AI di sekolah daerah, dengan titik berangkat pada potensi ekonomi dan budaya lokal sehingga teknologi tidak terasa asing, melainkan menjadi alat praktis untuk mengubah produk sekitar menjadi konten digital yang bernilai dan relevan bagi kehidupan mereka sehari-hari. Tim 11 Ekspedisi Patriot IPB University menggelar pelatihan promosi digital, desain Canva, dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi siswa SMAN Plus Urumb di Merauke, Papua Selatan. Ini bukan sekadar pengenalan aplikasi, tetapi eksperimen sosial kecil: apakah anak sekolah di kampung mampu menjadikan ponsel dan internet sebagai jembatan antara sagu di kebun dan pasar yang lebih luas? Pendekatan opini yang layak diajukan di sini sederhana: kalau teknologi tidak dimulai dari konteks lokal, ia akan tetap terasa sebagai sesuatu yang jauh dan tidak penting.

Dari cookies sagu ke konten digital: teknologi yang membumi

Kekuatan program ekspedisi pendidikan ini terlihat dari cara pelatih memaksa teknologi turun ke tanah: siswa pertama-tama diminta melihat potensi di sekitar mereka, lalu mengubahnya menjadi materi promosi. Sagu dan cookies sagu lokal dijadikan studi kasus utama, lengkap dengan informasi bahan, cita rasa, keunggulan, harga, dan cara pemesanan yang kemudian disusun menjadi konten promosi yang menarik. Konsep promosi diperkenalkan dengan alur sangat konkret—tahu, tertarik, bertanya, membeli—agar siswa menyadari bahwa pemasaran digital bukan teori rumit, melainkan cara sistematis memengaruhi keputusan orang. Di sini desain Canva untuk pelajar menjadi alat belajar yang ramah: mereka diajak mengenali kebutuhan desain, memilih elemen visual, memasukkan foto produk, menambahkan teks hingga menghasilkan poster siap pakai. Menurut saya, ketika produk lokal menjadi bahan ajar, identitas budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diberi alat tawar di pasar digital.

AI di sekolah daerah: alat bantu ide, bukan pengganti nalar

Bagian paling menarik sekaligus paling penting secara etis adalah bagaimana tim memperkenalkan AI di sekolah daerah. Siswa diajak menjadikan AI sebagai alat bantu ide: mencari nama produk, membuat slogan, menyusun caption media sosial, merancang ide video pendek, hingga mengembangkan gagasan promosi. Dalam praktik, informasi tentang cookies sagu dari sagu lokal dimasukkan ke sistem AI untuk memunculkan beberapa alternatif caption yang sesuai target konsumen. Namun mereka ditegaskan bahwa AI bukan pengganti manusia, melainkan mesin yang hasilnya harus diperiksa, dipilih, dan disesuaikan dengan kondisi produk nyata. Sikap ini, menurut saya, sangat sehat: di tengah euforia otomasi, siswa justru diajari bahwa kreativitas dan penilaian kritis tetap berada di tangan manusia. Tanpa narasi seperti ini, AI di sekolah mudah tergelincir menjadi mesin "copy-paste" yang menggerus rasa kepemilikan terhadap karya.

Smart farming: sisi lain program ekspedisi pendidikan

Pelatihan digital di SMAN Plus Urumb bukan satu-satunya wajah program ekspedisi pendidikan di Merauke. Tim Ekspedisi Patriot IPB University juga bekerja sama dengan Yonif Teritorial Pembangunan 801/Nduka Adyatama Yudha mengadakan pelatihan, pendampingan, dan field trip teknologi pertanian modern bagi guru dan siswa SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke. Mereka memperkenalkan pemetaan dan pengambilan data menggunakan drone, mesin budidaya dan panen, drone sprayer, serta Automatic Weather Station kepada para peserta. Menurut saya, ini memperluas definisi literasi digital: bukan hanya desain dan konten, tetapi juga kemampuan membaca data dan mengoperasikan mesin dalam kerangka smart farming. Dengan latar Merauke sebagai lumbung pangan potensial, penguasaan teknologi menjadi lebih dari sekadar skill tambahan, melainkan syarat agar generasi muda mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

Dari Desain Canva hingga AI: Program Lapangan yang Mengubah Cara Siswa Melihat Teknologi

Mengapa model lapangan ini penting bagi daerah tertinggal

Jika sekolah di kota bisa mengandalkan kurikulum formal dan fasilitas lengkap, siswa di daerah tertinggal sering hanya punya dua aset: produk lokal dan ponsel di tangan. Tim 11 Ekspedisi Patriot menyadari hal ini; mereka menekankan bahwa siswa memulai dari hal yang dekat dengan kehidupan mereka, dan bahwa HP sehari-hari dapat menjadi alat membuat konten. Modul desain Canva yang ditinggalkan di sekolah memberi peluang belajar ulang secara mandiri setelah pelatihan selesai. Sementara rangkaian pelatihan dan pendampingan smart farming di SMK Negeri 4 diharapkan menumbuhkan pemahaman berkelanjutan tentang teknologi pertanian modern. Menurut saya, inilah poin kuncinya: model lapangan seperti ini menyambungkan keterampilan digital dengan masa depan ekonomi lokal, bukan sekadar menambah daftar aplikasi di ponsel. Jika dikembangkan konsisten, ia bisa menjadi salah satu cara paling realistis menghadirkan pendidikan digital di tempat yang paling jauh dari pusat.

Dari Desain Canva hingga AI: Program Lapangan yang Mengubah Cara Siswa Melihat Teknologi

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!