Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

BYD Atto 1 Generasi Kedua: Flash Charging 9 Menit dan RWD Sporty

BYD Atto 1 Generasi Kedua: Flash Charging 9 Menit dan RWD Sporty
Minat|Memilih Kendaraan Energi Baru

Atto 1 Berubah Total: Dari City Car Mungil ke Hatchback Serius

BYD Atto 1 generasi kedua adalah versi terbaru mobil listrik kompak yang bertransformasi dari city car mungil berpengerak depan menjadi hatchback lima penumpang berpenggerak belakang dengan dimensi lebih besar, baterai LFP 30 kWh dan 39,2 kWh, kemampuan Flash Charging 9 menit dari 10–97 persen, serta opsi teknologi LiDAR untuk sistem bantuan berkendara tingkat lanjut, menjadikannya kandidat kuat naik kelas ke segmen hatchback listrik serbaguna.

Calon penerus BYD Atto 1 mulai menunjukkan wujudnya menjelang debut resmi di pasar China, dengan informasi spesifikasi bocor lewat dokumen regulasi, sketsa interior, dan foto mata-mata. Fakta bahwa model ini bukan sekadar facelift, melainkan perombakan menyeluruh, membuatnya relevan bukan hanya bagi penggemar Atto 1, tetapi bagi siapa pun yang mengincar mobil listrik harian yang lebih matang. Menariknya, meski potensinya besar, belum ada konfirmasi resmi apakah ia akan segera menggantikan Atto 1 yang sekarang, termasuk soal nama model dan jadwal peluncurannya.

Spesifikasi UtamaGenerasi PertamaGenerasi Kedua
Panjang bodi3.780–3.925 mm4.205 mm
Lebar bodi1.715–1.720 mm1.810 mm
Wheelbase2.500 mm2.650 mm
Tinggi bodi1.540–1.590 mm1.570 mm
Sistem penggerakFWDRWD
Daya motor55 kW95 kW
BYD Atto 1 Generasi Kedua: Flash Charging 9 Menit dan RWD Sporty

Flash Charging 9 Menit: Game Changer Kepraktisan Mobil Listrik

Poin paling revolusioner dari BYD Atto 1 generasi kedua adalah teknologi Flash Charging 9 menit. Sistem pengisian ultra cepat ini diklaim mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam sekitar 5 menit, dan dari 10 persen hingga 97 persen dalam kurang lebih 9 menit. Dalam konteks penggunaan harian, artinya "isi energi sambil ngopi" berubah dari slogan pemasaran menjadi pengalaman nyata: berhenti sebentar, dan mobil siap menempuh ratusan kilometer lagi.

Flash Charging sebelumnya diperkenalkan bersama Blade Battery generasi kedua, dengan charger yang mampu menghasilkan output hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Jika varian tertinggi Atto 1 baru memakai baterai 39,2 kWh dan mendapat fitur ini, maka pengisian rata-rata dari 10 ke 70 persen diperkirakan di kisaran 282 kW, setara tingkat pengisian 7C, bahkan daya awal bisa menembus 300 kW sebelum turun seiring naiknya SOC dan temperatur baterai. Yang lebih menarik, teknologi ini tetap diklaim bekerja pada suhu ekstrem; pada minus 30 derajat Celsius, waktu pengisian hanya bertambah sekitar tiga menit dibanding kondisi normal.

Dari sudut pandang pengguna, kemampuan Flash Charging mengisi baterai 10–97 persen hanya dalam 9 menit bukan sekadar angka di brosur, melainkan lompatan praktis: kecemasan jarak tempuh berkurang drastis, mobil lebih mudah dipakai untuk perjalanan antar kota, dan pola pengisian baterai mulai meniru kebiasaan isi BBM di SPBU. Jika teknologi ini benar-benar hadir pada calon penerus BYD Atto 1, ini akan menjadi salah satu lompatan teknologi terbesar dibanding model yang saat ini dijual di pasar.

Dimensi Membesar: Atto 1 Naik Kelas ke Hatchback Lima Penumpang

Dimensi adalah aspek paling kasat mata yang menunjukkan Atto 1 generasi kedua naik kelas. Bodi Great Seagull—nama yang digunakan di China—memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda 2.650 mm. Artinya, panjang bodi bertambah sekitar 425 mm dan wheelbase melar 150 mm dibanding Atto 1 yang sekarang. Secara praktik, ini mengubah karakter dari city car ringkas menjadi hatchback lima penumpang dengan kabin lebih lega dan bagasi yang lebih fungsional.

Generasi kedua mobil listrik terlaris BYD ini bahkan disebut naik kelas, melawan langsung dimensi Chery Q dan Geely EX2. Dengan lebar yang naik sekitar 90–95 mm dan bobot kendaraan di kisaran 1.180–1.255 kg, pengendaraan mestinya terasa lebih stabil di kecepatan jalan tol dan lebih meyakinkan saat membawa lima penumpang beserta barang. Ban pun naik kelas, dari profil 185/55 R16 menjadi 205/60 R16 dengan pelek alloy 16 inci dual four-spoke, memberi tapak lebih lebar dan tampilan lebih dewasa.

Dengan perubahan tersebut, calon penerus BYD Atto 1 tidak lagi sepenuhnya berkarakter sebagai mobil listrik mungil untuk kebutuhan perkotaan; ukurannya kini lebih mendekati hatchback berukuran besar. Dari perspektif konsumen, ini penting: pembeli yang sebelumnya memandang Atto 1 hanya cocok sebagai mobil kedua, kini bisa menjadikannya mobil utama keluarga kecil, dengan kompromi yang jauh lebih kecil soal ruang dan kenyamanan.

BYD Atto 1 Generasi Kedua: Flash Charging 9 Menit dan RWD Sporty

Motor RWD 95 kW dan Sasis Baru: Lebih Sporty, Lebih Nyaman

Transformasi sistem penggerak membuat Atto 1 generasi kedua terasa jauh lebih ambisius. Sektor performa mengalami peralihan dari penggerak roda depan (FWD) menjadi roda belakang (RWD), dengan motor listrik TZ164XYB di as roda belakang yang sanggup menghasilkan tenaga 95 kW (sekitar 127 hp) dan kecepatan puncak 150 km/jam. Dibanding generasi pertama yang hanya bertenaga 55 kW dengan kecepatan maksimum 130 km/jam, peningkatan ini bukan kosmetik: ini mengubah cara mobil berakselerasi, menikung, dan terasa di tangan pengemudi.

Perubahan ke RWD biasanya dikaitkan dengan handling lebih natural dan sporty, terutama saat keluar tikungan dan akselerasi kuat. Di Atto 1 baru, hal ini didukung penyempurnaan sasis: suspensi belakang torsion beam diganti menjadi independen multi-link. Kombinasi RWD, multi-link, dan tapak ban yang lebih lebar logisnya menghadirkan kenyamanan lebih baik di jalan tidak rata, sekaligus kontrol bodi lebih rapi saat kecepatan tinggi. Pemindahan motor ke belakang juga membuka ruang bagasi depan (frunk), fitur yang masih langka di mobil listrik kecil dan menguntungkan pengguna yang butuh kompartemen tambahan.

Dari sudut pandang pengemudi yang menyukai rasa berkendara, paket motor RWD 95 kW, suspensi multi-link, dan dimensi yang lebih besar menjadikan Atto 1 generasi kedua terasa seperti mobil yang serius ingin menyenangkan di balik kemudi, bukan sekadar alat transportasi efisien. Ini menggeser persepsi Atto 1 dari "EV ekonomis" menjadi hatchback listrik sporty yang tetap logis dipakai harian.

Teknologi LiDAR dan Kabin Modern: Langkah ke Arah Berkendara Semi-Otonom

Di luar performa dan dimensi, Atto 1 generasi kedua juga mengangkat standar teknologi keselamatan dan kenyamanan. Unit yang tertangkap kamera terlihat membawa sensor LiDAR di bagian atap, mengarah pada dugaan bahwa mobil ini akan mengadopsi sistem bantuan berkendara DiPilot 300 milik BYD atau solusi setara untuk kemudi otonom Level 2. Opsi LiDAR pada mobil listrik di segmen ini adalah sinyal tegas bahwa pabrikan tidak puas hanya dengan fitur ADAS dasar; mereka mulai mendorong mobil listrik kompak ke ranah semi-otonom.

Menurut data yang ada, Atto 1 terbaru menawarkan "opsi sensor LiDAR di atap untuk mendukung sistem kemudi otonom Level

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!