Garis besar: F9 Ultra atau F9 Pro untuk siapa?
POCO F9 Ultra dan POCO F9 Pro adalah duo smartphone flagship berfokus gaming yang memadukan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 Series, layar AMOLED 185Hz, kamera utama 200MP dengan OIS, dan baterai besar yang dirancang untuk memberi pengalaman performa ekstrem sekaligus tetap layak dipakai sebagai perangkat harian bagi gamer dan pengguna intensif.
Intinya, POCO F9 Ultra adalah paket “maksimalism”: Snapdragon 8 Elite Gen 5 penuh, baterai 8.050mAh, layar lebih besar 6,9 inci, dan audio 2.1-channel hasil kolaborasi dengan Bose. F9 Pro di sisi lain lebih rasional: Snapdragon 8 Elite Gen 5V yang lebih hemat, layar 6,59 inci yang lebih ringkas, baterai 6.330mAh, dan harga lebih miring. Menurut saya, perbedaan keduanya bukan sekadar soal “Ultra lebih kencang”, tetapi soal seberapa jauh Anda siap membayar demi setiap FPS tambahan dan setiap miliampere ekstra.

Chipset dan performa: GPU jadi pembeda utama
Kedua ponsel sama‑sama memakai keluarga Snapdragon 8 Elite Gen 5, tetapi dengan varian berbeda: F9 Ultra memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, sedangkan F9 Pro memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5V. CPU keduanya identik, octa‑core hingga 4,6GHz dengan fabrikasi 3nm TSMC, sehingga tugas berat berbasis CPU akan terasa setara di kelas flagship. Di sinilah banyak orang salah paham: label “V” pada F9 Pro bukan berarti chipset kelas dua, melainkan tuning berbeda.
Perbedaan krusial ada di GPU: 8 Elite Gen 5 memiliki tiga compute slices, sementara 8 Elite Gen 5V hanya dua sehingga potensi performa grafis puncak F9 Pro lebih rendah. Ditambah skor AnTuTu F9 Ultra yang menembus 4.165.108, tertinggi dalam sejarah POCO, jelas Ultra ditujukan untuk mereka yang mengejar headroom grafis setinggi mungkin. Namun, pengujian pihak ketiga mengingatkan bahwa sistem pendingin dan tuning software bisa menggeser peta performa, sehingga angka benchmark bukan segalanya.

Layar 185Hz dan pengalaman gaming hingga 185 FPS
Pada layar, F9 Ultra mengusung panel HyperRGB AMOLED 6,9 inci dengan refresh rate 185Hz, sementara F9 Pro memakai AMOLED 6,59 inci dengan refresh rate hingga 185Hz. Keduanya didesain sebagai layar 185Hz flagship yang sanggup menampilkan 65 frame lebih banyak per detik dibanding layar 120Hz dan memangkas jeda refresh hingga 3 milidetik. Secara teori, ini memberi keunggulan nyata di game kompetitif yang sensitif terhadap latensi.
POCO menyokong layar ini dengan Dedicated VisionBoost D8 Chipset, Smart Frame Rate, dan AI Super Resolution untuk ketajaman sekaligus kelancaran grafis. Dengan WildBoost Engine, POCO F9 Series diklaim bisa menjalankan lebih dari 20 game populer sampai 185 FPS secara native, plus lima game lain melalui akselerasi frame. Kombinasi touch sampling hingga 4.800Hz, 10‑point touch 480Hz, gyro 200Hz, dan sistem pendingin POCO 3D IceLoop menunjukkan ambisi serius: ini bukan sekadar ponsel kencang, tapi mesin gaming mobile yang agresif.

Kamera 200MP, baterai jumbo, dan audio Bose
Baik F9 Ultra maupun F9 Pro memakai kamera utama 200MP Ultra‑Clear dengan OIS, jadi fondasi kualitas fotonya sama‑sama tinggi. Namun, perbandingan kamera 200MP ini baru menarik saat melihat lensa telefoto: F9 Ultra menawarkan telefoto periskop dengan 5x optical zoom, 10x lossless, dan 20x AI Ultra Zoom, sedangkan F9 Pro memakai telefoto floating 50MP dengan zoom 2,5x. Bila Anda suka zoom jauh atau fotografi jarak menengah‑jauh, Ultra jelas lebih menggoda.
Di baterai, F9 Ultra menang mutlak dengan 8.050mAh berbasis silicon‑carbon 16% yang diklaim sanggup dua hari penggunaan normal, sedangkan F9 Pro membawa 6.330mAh yang didesain untuk pemakaian seharian. Tambahkan lagi audio 2.1‑channel hasil kolaborasi dengan Bose pada F9 Ultra, dan Anda mendapatkan paket multimedia lengkap: layar besar 2K‑class, speaker berbas, dan baterai yang seakan menolak habis.
Harga dan catatan akhir: ekstrem atau rasional?
Secara harga, POCO F9 Ultra 16GB/512GB dipatok Rp13.999.000 dengan promo Extreme Value hingga Rp12.499.000, serta promo lain Rp13.699.000 pada periode berbeda. Sementara itu, POCO F9 Pro 12GB/512GB punya harga reguler Rp12.499.000 dengan promo mulai Rp10.499.000 hingga Rp12.099.000, tergantung periode. Jadi klaim “harga mulai sekitar Rp10,4 juta hingga Rp12,4 juta” untuk lini ini bukan sekadar slogan marketing.
Bagi saya, F9 Ultra adalah pilihan untuk gamer dan power user yang ingin semua tombol “ekstrem” dinyalakan—dari GPU penuh, telefoto periskop, baterai 8.050mAh, sampai audio Bose dan gaming 185 FPS. F9 Pro lebih cocok untuk pengguna yang ingin kombinasi performa flagship, layar 185Hz, kamera 200MP, dan baterai besar, tetapi masih peduli pada efisiensi dan nilai beli. Keduanya berbagi satu kelemahan: mereka tetap flagship mahal, dan hasil benchmark pun tidak menjamin performa dunia nyata jika software atau pendinginan tidak dirawat dengan baik.








