KuybeliKuybeli

Kioxia Tancapkan Tonggak Baru SSD Enterprise untuk Workload AI

Kioxia Tancapkan Tonggak Baru SSD Enterprise untuk Workload AI
Minat|การจัดเก็บข้อมูลและเครือข่าย

AI Tak Lagi Kekurangan I/O: Mengapa Terobosan SSD Kioxia Penting

Kioxia meluncurkan rangkaian SSD enterprise generasi baru, mulai dari NX1 berbasis PCIe 5.0 hingga CM10 berinterface PCIe 6.0, untuk mengurangi bottleneck penyimpanan dalam infrastruktur AI dan pusat data hyperscale yang kian padat akselerator, sekaligus menjaga efisiensi daya dan kompatibilitas dengan standar data center NVMe modern.

Di tengah ledakan model AI yang makin besar, persoalan utama bukan lagi sekadar jumlah GPU, tetapi seberapa cepat data bisa mengalir ke akselerator. Dalam konteks ini, langkah Kioxia agresif dan sangat strategis: mereka memosisikan diri bukan sebagai pemasok SSD biasa, tetapi sebagai tulang punggung Kioxia enterprise storage yang spesifik untuk workload AI. Dengan fokus pada SSD PCIe 6.0 AI dan form factor data center NVMe, Kioxia jelas mengincar kelas pengguna yang berada di garis depan inovasi, bukan pasar konsumen umum.

Kioxia Tancapkan Tonggak Baru SSD Enterprise untuk Workload AI

NX1: SSD E1.S PCIe 5.0 yang Dirancang untuk Hyperscale dan Server GPU

Seri Kioxia NX1 adalah SSD pusat data E1.S PCIe 5.0 NVMe generasi baru yang menjadi penerus lini XD dan menjadi SSD pertama Kioxia dengan dukungan pendingin cairan langsung. SSD ini dirancang khusus untuk menyediakan penyimpanan berkinerja tinggi dan hemat daya bagi server berbasis GPU dan lingkungan pusat data hyperscale.

Menurut Kioxia, "dibandingkan generasi sebelumnya, SSD KIOXIA NX1 menghasilkan peningkatan kinerja penulisan sekuensial hingga sekitar 38% dan peningkatan kinerja penulisan acak hingga sekitar 20%." Dengan kapasitas 1,92 TB hingga 15,36 TB dan rating 1 DWPD untuk aplikasi read‑intensive, NX1 menyasar pola beban AI modern yang didominasi pembacaan data skala besar. Dukungan faktor bentuk E1.S 9,5 mm dengan konfigurasi liquid cooling yang kompatibel cold plate menunjukkan Kioxia melihat masa depan server AI sebagai sistem padat akselerator yang sangat sensitif terhadap isu termal, bukan sekadar upgrade dari server tradisional.

Kepatuhan NX1 terhadap PCIe 5.0, NVMe 2.0, dan OCP Datacenter NVMe SSD 2.6, termasuk fitur Flexible Data Placement, mengindikasikan satu hal: Kioxia ingin SSD ini menjadi "warga kelas satu" di penyimpanan hyperscale berbasis open compute. Ini bukan hanya perangkat cepat, tetapi juga siap dikelola di lingkungan multi-tenant skala raksasa.

CM10: SSD PCIe 6.0 AI dengan BiCS Flash 332-Layer untuk Throughput Ekstrem

Jika NX1 adalah jawaban untuk PCIe 5.0, maka CM10 Series menjadi kartu truf Kioxia di era SSD PCIe 6.0 AI. Kioxia memperkenalkan SSD enterprise CM10 Series dengan interface PCIe 6.0 untuk kebutuhan data center dan AI, memakai memori BiCS Flash generasi ke-10 dengan struktur 332-layer. Produk ini dipersiapkan untuk menangani beban AI berat, termasuk inference dan context caching, yang sangat bergantung pada throughput dan latensi rendah.

Meski angka kecepatan spesifik belum diungkap, standar PCIe 6.0 NVMe 2.1 diklaim dapat meningkatkan sequential read hingga sekitar 92 persen dan random read hingga sekitar 85 persen dibanding PCIe 5.0. Opsi kapasitas 1,6 TB sampai 61,44 TB dalam berbagai form factor — E3.S, E1.S, dan 2,5 inci — jelas menempatkan CM10 sebagai tulang punggung data center NVMe kelas enterprise. Dukungan arsitektur Nvidia CMX dan pendinginan direct cold plate mempertegas targetnya: klaster AI berskala besar yang menggabungkan compute intensif dengan kebutuhan storage berbandwidth masif.

CM10 juga membawa fitur keamanan kelas tinggi, termasuk opsi enkripsi dan perlindungan kriptografi pascakuantum, serta mengikuti standar Open Compute Project Datacenter NVMe SSD Specification v2.7. Dengan kata lain, CM10 tidak hanya menambah kecepatan, tetapi juga menegaskan bahwa keamanan dan keterbukaan standar adalah bagian wajib dari desain Kioxia enterprise storage modern.

Menghubungkan Titik: Strategi Kioxia Mengatasi Bottleneck Penyimpanan AI

Infrastruktur AI berkembang ke arah server yang semakin padat dan kaya akselerator, sehingga sistem penyimpanan harus mampu mengimbangi desain tersebut agar tidak menjadi titik lemah. Di sinilah kombinasi NX1 dan CM10 terlihat sebagai strategi bertingkat: NX1 mengisi kebutuhan PCIe 5.0 untuk penyimpanan hyperscale hemat daya, sementara CM10 dengan PCIe 6.0 dan BiCS 332-layer menawarkan throughput ekstrem untuk workload AI enterprise.

Kioxia secara eksplisit menyiapkan produk‑produknya untuk beban AI berat seperti inference dan context caching, bukan sekadar general-purpose storage. Sampel NX1 sudah dikirim ke pelanggan hyperscale terpilih, dan baik NX1 maupun CM10 akan dipamerkan pada ajang Future of Memory and Storage, 4–6 Agustus, termasuk benchmark lengkap CM10. Artinya, ekosistem data center NVMe akan segera melihat seberapa jauh SSD PCIe 6.0 AI ini mampu mengubah praktik desain infrastruktur.

Kesimpulannya, ketiga lini solusi Kioxia — dari NX1 hingga CM10, plus produk tertanam lain yang menyasar edge — jelas dirancang untuk satu tujuan: menghapus bottleneck penyimpanan dalam pipeline AI modern. Vendor yang masih mengandalkan SSD generasi lama perlu menilai ulang strategi mereka, karena peta daya saing sekarang bergeser ke arah penyimpanan hyperscale berperforma tinggi yang sadar AI dari level kontroler, media flash, hingga standar data center.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!